Feb 092017
 

TAICHUNG – Taiwan berencana untuk membangun 66 jet tempur latih untuk meningkatkan pertahanan, penerbangan perdana dijadwalkan akan berlangsung pada tahun 2020. (South China Morning Post)

Armada 66 unit jet tempur latih tersebut rencananya dikirimkan pada tahun 2026, menurut Institut Sains dan Teknologi National Chung-Shan, sebuah lembara riset di kementrian pertahanan Taiwan, pada hari Selasa, 7 Februari 2017.

“Investasi senilai lebih dari 68 milyar dollar Taiwan (USD 2,2 milyar) untuk jet tempur latih canggih, tidak hanya meletakkan dasar pada pengembangan kemampuan tempur udara kita di masa depan, tetapi juga memungkinkan industri kedirgantaraan kita terus berkembang”, kata Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada acara penandatanganan proyek tersebut.

Jet tempur latih tersebut akan dikembangkan oleh Kementerian Pertahanan dan Aerospace Industrial Development Corp, perusahaan dirgantara asal Taiwan.

Kemampuan pembuatan jet tempur Taiwan telah mengalami “stagnasi” selama hampir 30 tahun dimana industri kedirgantaraannya jauh tertinggal dari negara-negara lain, kata presiden Tsai.

“Kita tidak punya waktu 30 tahun lagi untuk disia-siakan”, tambahnya lagi.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan dalam anggaran tahun ini direncanakan untuk membelanjakan sekitar 68,6 milyar dollar Taiwan (USD 2,2 milyar) selama 12 tahun kedepan untuk mengembangkan jet tempur latih sendiri.

Pesawat jet pelatih itu akan disebut sebagai jet serang ringan, meskipun Taiwan mengatakan pesawat hanya akan digunakan untuk mempersiapkan para pilot untuk menerbangkan jet tempurnya. Angkatan Udara Taiwan saat ini menerbangkan IDF (jet tempur buatan dalam negeri), jet tempur Mirage buatan Perancis dan jet tempur F-16 buatan AS.

JakartaGreater

  4 Responses to “Taiwan Investasi 2,2 Milyar Dollar Untuk Kembangkan Jet Tempur Latih”

  1. Waduh, prototipe udah terbang perdana tahun 2020 ya? 😀 cepatnya… padahal gak maen keroyokan nih buatnya… hehehehe

    • berarti negaranya benar2 terancam

    • Paling juga basicnya ambil dari desain ching kuo atau malahan merestorasi F-5 mereka yang jumlahnya ratusan.

      Spt yang pernah dilakukan. Afrika Selatan yang merestorasi pespur Mirage III yang hampir pensiun…diambli rangkanya doang dan disulap jadi pespur baru (cheetah) dg mesin, radar, avionik, sistim kontrol penerbangan dan sistim pernika baru

  2. mereka sudah lama dg IDF, punya lisensi mesin jg, makanya cepat. ganti bentuk chasing sama nambah performa mesin doang. mngkn kalo di kita semacam n245 atau n219.

 Leave a Reply