Jul 312016
 

Tank “Super” baru Rusia, T-14 Armata, tampaknya “cukup terlindungi” terhadap salah satu rudal anti-tank yang umum digunakan didunia buatan Amerika Serikat BGM-71 TOW, analis pertahanan Sebastien Roblin menulis untuk National Interest.

Pakar tersebut membandingkan kemampuan defensif Armata dengan karakteristik teknis dari dua varian TOW yaitu 2A dan 2B. Pertama menggunakan sistem pemandu-kawat yang memungkinkan operator untuk memperbaiki jalannya rudal ketika sedang di udara.

“Sistem pemandu-kawat memiliki keuntungan menjadi kebal terhadap kebanyakan bentuk jamming. Namun, TOW itu memerlukan penembak untuk tetap di tempat, membidik rudal selama meluncur hingga mencapai target. TOW ini dapat ditangkis menggunakan asap sehingga target sulit terlihat – dapat mengacaukan bidikan rudal ini”, ia menjelaskan.

Peluang TOW-2A untuk melukai generasi baru Tank Tempur Utama (MBT – Main Battle Tank) Rusia sangat tipis. Tang memiliki Afganit Active Protection System yang mampu menyesatkan rudal melalui kemampuan “soft kill” atau menembak jatuh rudal jika hal itu tidak bekerja.

“Melawan sistem pemandu-kawat, sistem “soft kill” T-14 akan bekerja jika radar Armata efektif dan kru cukup cepat untuk memindahkan tank ke posisi baru saat rudal itu dalam penerbangan. Sistem pembunuh-aktif, bagaimanapun mungkin memiliki peluang bagus untuk melumpuhkan rudal seperti seharusnya”, kata ahli.

Jika sistem Afganit gagal untuk melindungi Armata, T-14 memiliki Relikt Explosive Reactive Armor (ERA) yang lebih lanjut akan memperumit masalah bagi TOW-2A. Secara total, Roblin menyimpulkan bahwa beberapa rudal TOW-2A harus diluncurkan sehingga salah satu dari mereka bisa menembus pelindung tank.

Tampaknya Armata tidak perlu khawatir tentang TOW-2A yang menggunakan pemandu-kawat, tapi serangan TOW-2B dengan pemandu-nirkabel menggunakan frekuensi siluman adalah cerita yang berbeda.

The TOW-2B mampu menembus pelindung atas tank tersebut, menonaktifkan turret tanpa awak dan meniadakan kemampuan ofensif karena sistem Afganit tidak dimaksudkan untuk melindungi MBT dari jenis serangan tersebut. Selain itu, Relikt ERA tidak memberikan perlindungan yang memadai terhadap serangan rudal utama.

Namun demikian, awak tank tidak akan terpengaruh oleh serangan TOW-2B bahkan jika itu berhasil mengenai dan kemungkinan besar akan dapat meninggalkan medan perang secara utuh.

“Pada akhirnya, tampaknya T-14 cukup membanggakan dengan beberapa pertahanan yang layak terhadap TOW, khususnya TOW-2A, akan tetapi pertanyaannya adalah seberapa baik mereka akan bekerja dalam pertempuran?, produsen Amerika dan Rusia hanya bisa menebak,” menurut Roblin.

Tank T-14 Armata di Lapangan Merah

Tank T-14 Armata di Lapangan Merah

Tank T-14 Armata diresmikan pada 9 Mei pada Hari Kemenangan parade militer di Moskow pada 2015. MBT ini dioperasikan oleh awak tiga, bertempat di sebuah kapsul lapis baja yang terletak di depan. Persenjataan utama termasuk meriam 125-mm smoothbore 2A82-1M dengan kemampuan 45 putaran, senapan mesin remote kontrol PKTM 7,62 mm dan senapan mesin Kord 12,7 mm (0,50 inci).

Kementerian Pertahanan Rusia berencana membeli sebanyak 2.300 tank Armata pada tahun 2020.

Sumber: Sputniknews

Artikel Terkait :

  17 Responses to “Tank T-14 Armata Rusia vs BGM-71 TOW Amerika Serikat”

  1. first

  2. Borong….

  3. borong 1000 biji

  4. Jangan pikir panjang.. Beli sebanyak banyaknya ni barang paling hebat saat ini.. Buruan ntr kburu habis..

  5. Duite mbah bowo wkakaka

  6. punya 500 unit taro di perbatasan juga udah anteng ni negara.

  7. ngomong gampang

  8. Tank makin banyak makin baik krn perang tank adl keroyokan..kalo cuma dikit selesai finish is dead duluan..

    Strategi perang agresif seperti chino menitik beratkan pada senjata berat..
    Logis krn sesuatu yg meledak susah untuk dilawan, beda dg peluru biasa masih bisa di redam dg body armor..

    Walau indonesia katakanlah hanya mampu produksi RHAN tapi kalo massive musuh bakal kesusahan..tepok djidat..

    Gak usah muluk muluk yg bisa dulu dibuat banyak..sambil mengejar senjata canggih lainnya…

    Okay..

  9. Ada niat ga ya TNI AD buat akuisisi nih tank armata dan T90 biar cuma 100 bj buat dampingi si leopard. semisal ada embargo atau larangan saat digunakan melawan separatis saat dulu perang dg GAM,so alutsista buatan blok timur bisa dipakai perang,spt dulu tank Marinir BTR,BVP,tetap jalan terus walaupun scorpion dilarang.

  10. bagus

  11. soal tank masih suka buatan jerman….paket kenyamanan,kecanggihan electronik dan metalurgi perlindungan bajanya masih terbaik didunia

  12. Belom prioritas beli tank MBT, leopard aja bekas apalagi mau beli tank ginian, secara doktrin, TNI-AD belum butuh tambahan MBT, dana sekarang difokuskan untuk memperkuat AL dan AU, secara logika kita juga negara kepulauan, AD seharusnya “dikalahkan”, lagipula buat apa AD kuat kalo AL atau AD sendiri gabisa mindahin itu tank dari satu pulau ke pulau lain kecuali tank diatas bisa “berenang”

  13. MANTAP RUSIA PESEN 2300, AYO INDONESA JUGA BORONG 1000 AJA CUKUP…

  14. Indonesia kapan bisa bikin tank kaya gt??

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)