Tanpa Senjata Nuklir, Sudah Sejak Lama Korut Akan Menjadi Seperti Suriah atau Irak

19
4

“Tanpa program nuklirnya Korea Utara akan mengalami nasib yang sama seperti Suriah atau Irak”, menurut Alejandro Cao de Benos, perwakilan dari Asosiasi Persahabatan Korea.

Meskipun lahir 10.000 kilometer jauhnya dari Pyongyang, Alejandro Cao de Benos telah menghabiskan 20 tahun hidupnya berusaha untuk meningkatkan citra Korea Utara yang telah hancur dan mungkin sebagai satu-satunya orang asli Spanyol yang siap untuk mempertahankan Pyongyang dan sistem politiknya di laut , di darat dan di Twitter.

Ketika ditanya bagaimana dan kapan ia memutuskan untuk mewakili Korea Utara di dunia, ia mengatakan bahwa ia menganggap dirinya sebagai komunis ketika ia berusia 16. “Belajar tentang beberapa keluarga Korea Utara yang tinggal di Madrid, aku menyadari bahwa aku ingin tinggal di negara mereka dan memberikan kontribusi untuk revolusi mereka”, kata Alejandro.

Ia menambahkan bahwa ia telah menyukai ideologi Juche yang ditulis oleh Presiden Kim Il-sung, bersama dengan budaya, filsafat dan spiritualitas negara.

Café Pyongyang yang dibuka di Tarragona, Spanyol, beberapa bulan yang lalu, juga berfungsi sebagai markas Asosiasi Persahabatan Korea di Spanyol. “Ini adalah outlet pertama kami di luar negeri di mana orang bisa merasakan nikmatnya suasana khas Korea, membaca majalah Korea dan menikmati teh dan bir. Semua orang yang ingin tahu lebih banyak tentang Korea Utara dipersilahkan untuk masuk”, katanya.

Ketika ditanya bagaimana Korea Utara akan terlihat dalam 25 tahun yang akan datang dan apakah Utara dan Selatan akan bersatu lagi, Alejandro mengatakan bahwa “dalam 25 tahun kedepan Korea Utara mungkin menjadi sangat berkembang, negara futuristik sambil menjaga sistem sosialis dan memenuhi ekonomi mandiri sebagai alternatif model bagi negara-negara yang menderita karena kapitalisme”.

Dia menambahkan bahwa Korea Utara tidak akan meniru model kapitalis yang saat ini ada di China karena ini akan menjadi akhir dari sistem negara sosialis dan kemerdekaan. “Negara ini [Utara dan Selatan] akan bersatu kembali, saya yakin tentang hal ini. Kami sudah dalam perjalanan ke reunifikasi dan sekarang tergantung pada orang-orang Korea Selatan yang harus memilih presiden yang berpikiran progresif dan tidak akan tergantung dari AS”, katanya.

Ketika ditanya tentang alasan mengapa Pyongyang memutuskan untuk mengembangkan senjata nuklirnya sendiri, ia mengatakan bahwa “program nuklir adalah penjamin eksistensi negara. Tanpa itu negara akan menjadi seperti Irak, Libya atau Suriah, yang telah kehilangan budaya mereka, sumber daya dan masa depan mereka”. “Menyebutkan bahwa tuduhan Barat sering diulang-ulang dari pelanggaran hak asasi manusia yang diduga di Korea Utara, dia mengatakan bahwa itu adalah bagian dari kebohongan yang disebarkan oleh CIA dan propaganda AS.

Dia memuji Kim Jong-un yang ia gambarkan sebagai seorang pengikut sejati Generalissimo Kim Il-sung. “Dia bekerja untuk kepentingan rakyat, untuk mempertahankan keuntungan yang revolusioner dan memastikan kemajuan ekonomi dan teknologi negara”.

Dia menjelaskan hasil buruk Partai Unidos Podemos selama pemilu baru-baru ini di Spanyol disebabkan oleh kurangnya ideologi dan disiplin. “Perpecahan gerakan kiri saat ini berasal dari individualisme mereka yang mencegah mereka dari mendengarkan otoritas dan menjaga disiplin”, tegasnya.

Dia menambahkan bahwa gerakan kemerdekaan Catalonia ditakdirkan dari awal karena mencoba untuk memanfaatkan kekecewaan kelas menengah dengan kapitalisme.

“Ide dari kemerdekaan Catalonia didukung oleh beberapa media dan oligarki lokal yang ada untuk memiliki kerajaan mereka sendiri tanpa melakukan apa-apa bagi orang-orang biasa. Sebagai seorang komunis, saya percaya bahwa kelas pekerja Spanyol harus bekerja untuk membasmi kapitalisme, bukan untuk saling menebar kebencian antara Spanyol dan keluarga Catalan yang telah hidup berdampingan selama berabad-abad”, kata Alejandro Cao de Benos dalam kesimpulannya.

Sumber: Sputnik News

19 COMMENTS

    • Ya ……
      tanpa senjata nuklir korut sudah lama di hancurkan krn pemimpin nya tdk tunduk dengan kapitalis 1% ug berniat menguasai 99% manusia penghuni bumi.
      Lengan2 gurita kapitalis begitu kuat mencengkram mulai dari UN,media bahkan manekin manekin yg di buat untuk menghancurkan dari dalam,
      Korut sedikit lebih untung karena bukan negara islam,jadi sedikit lebih sulit menggunakan manekin bergamis yg menggerogoti dari dalam seperti negri2 islam yg sudah luluh lantah…

      Long life mr.kim
      Lawan terus diktator diktator kapitalis yg ingin menguasai semua peradapan manusia.

  1. Negara yg tidak mengakuhi adanya Tuhan kok malah di puji..dasar otak bengkok ni warga spanyol.

    Seharusnya negara yg terpuji itu indonesia ,negara yg berkeTuhanan dan menyukai perdamaian..
    Tidak perlu nuklir untuk selamat cukup berSyukur dan siap perang kalau ada lawan
    Tidak perlulah koar2 punya nuklir untuk nakuti orang
    Kalau perang datang semua goib pasti dikeluarkan..hehe
    Bapak besarkan beli ks 19 unit dan es teh 300 ..belum lagi nuklir yg di simpan di rusia..wkwkwk

    • Komunisme adalah sebuah ideologi. Penganut paham ini berasal dari Manifest der Kommunistischen yang ditulis oleh Karl Marx dan Friedrich Engels, sebuah manifesto politik yang pertama kali diterbitkan pada 21 Februari 1848 teori mengenai komunis sebuah analisis pendekatan kepada perjuangan kelas (sejarah dan masa kini) dan ekonomi kesejahteraan yang kemudian pernah menjadi salah satu gerakan yang paling berpengaruh dalam dunia politik.
      Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap paham kapitalisme di awal abad ke-19.

      Nah bung wedeww…baca dulu pengertian komunis diatas yah, jd ga ada kaitannya komunis dg agama, wong sovyet (rusia)skrg, chino, vietnam plus korut semuanya beragama kok dicek aja satu2.
      Mungkin yg bung wedeww maksud adlh memang secara umum komunisme berlandasan pada teori Materialisme Dialektika dan Materialisme Historis oleh karenanya tidak bersandarkan pada kepercayaan mitos, takhayul dan agama, karena bagi mereka agama dianggap candu. Dan itu semata mata hanya karena paham idiologi komunisme membatasi rakyatnya dari pemikiran ideologi lain (termasuk ideologi agama).
      Tp kenyataannya mereka tetap beragama bung, hehe…
      Salam..

  2. komunis kok bangga…smoga indonesia tdak sprti korea…cukup indonesia menjadi indonesia yg pandai bersyukur tidak yg lain…indonesia yg tdak pernsh kalah perang,penjajahan hany percobaan untk menguasai tpi indonesia tidak pernah tunduk..inilah kemenangan terbesar bangsa yg harus kta syukuri….

  3. komunis kok bangga…smoga indonesia tdak sprti korea…cukup indonesia menjadi indonesia yg pandai bersyukur tidak yg lain…indonesia yg tdak pernsh kalah perang,penjajahan hany percobaan untk menguasai tpi indonesia tidak pernah tunduk pada penjajah..inilah kemenangan terbesar bangsa yg harus kta syukuri….

    • Klo menurut saya “wajar” dia “bangga” sebagai komunis, itu haknya, toh kita lahir dan besar di lingkungan dan kondisi kultur yang berbeda, tidak bisa kita memaksakan apa yang menurut kita benar untuk dibanggakan dan menyatakan apa yang dibanggakan orang lain sebagai suatu hal yang salah… 😛

      Be Positive Be Wise

  4. sorry, baru punya SENJATA nuklir tahun 2006

    betul bung, tapi gak dengan sendirinya memiliki reaktor nuklir = memiliki senjata nuklir, RI udah punya reaktor triga mark di bandung sejak jaman orla, menyusul di yogya dan serpong, tapi cuma untuk produksi isotop, kedokteran nuklir, pemuliaan tanaman dsb

  5. dan sebaliknya korut, yang dipimpin dinasti ‘brangasan’, pastinya udah sejak 1965 terobsesi senjata nuklir.
    jadi selama 51 tahun mereka menekuni teknik nuklir dg niat memiliki senjata nuklir, reaktor ‘rahasia’ mgk langkah terakhir untuk memperkaya uranium dsb menuju aplikasi senjata nuklir.

    dan 2006 adalah tahun ‘resmi’ penguasaan mereka atas teknologi senjata nuklir, karena uji senjata nuklir selalu bisa diketahui pihak lain (akibat efek gempanya), kecuali senjata imut2 1 kiloton (bom hiroshima dan nagasaki aja udah 15 dan 22 kT)

LEAVE A REPLY