Mar 062017
 

Perancang drone tersebut menyebut bahwa Wing Loong II adalah drone tempur terbaik di dunia bersama dengan drone MQ-9 Reaper buatan Amerika Serikat.


Drone tempur Wing Loong II melakukan terbang perdana pada hari Senin, 27 Februari 2017. (Β© China Daily)

“Drone tempur terbaru China melakukan penerbangan perdananya pada hari Senin dan dirancang untuk kesepakatan ekspor terbesar dari setiap pesawat tanpa awak buatan China”, menurut para perancang drone ini.

Sebuah prototipe berwarna kuning dari Wing Loong II telah melakukan uji terbang selama 31 menit dari bandara tak dikenal yang berada di barat laut China pada Senin pagi, menurut berita yang dirilis oleh BUMN Aviation Industry Corp of China, di hari Selasa (28 Februari).

Drone dikembangkan oleh perusahaan Chengdu Aircraft Design and Research Institute, yang kuasai oleh Lei Qiang, seorang pilot penguji legendaris Angkatan Udara China yang pertama kali menerbangkan jet tempur J-10 China.

Li Yidong, wakil direktur dan kepala desainer Wing Loong, seperti dikutip dalam rilis berita itu mengatakan bahwa langkah tersebut menunjukkan China telah siap untuk menempatkan generasi baru pesawat pengintai/serangan tak berawak ke pasar internasional.

Li mengatakan bahwa Wing Loong II adalah pesawat tanpa awak pertama buatan China yang digerakkan oleh mesin turboprop. Karena reputasi yang baik dari Wing Loong I, maka Wing Loong II telah menerima kontrak terbesar yang pernah terjadi pada drone versi ekspor buatan Cina, tambahnya tanpa menjelaskan lebih lanjut.

AVIC meluncurkan konsep Wing Loong II dalam ajang Aviation Expo China yang berlangsung di Beijing pada bulan September 2015, sementara prototipe ditampilkan kepada publik pada ajang China International Aviation ke-11 dan Pameran Aerospace di Zhuhai, Provinsi Guangdong, pada bulan November 2016 tahun lalu.

Desain pesawat tak berawak tersebut didasarkan pada pendahulunya, Wing Loong I. Menurut media asing, Wing Loong I telah dijual ke negara-negara Afrika dan Timur Tengah, termasuk Nigeria, Mesir dan Uni Emirat Arab, dengan perkiraan harga sebesar US $ 1.000.000 per unit.

Dibandingkan dengan Wing Loong I, drone tempur baru memiliki desain aerodinamis yang telah dioptimalkan, badan (airframe) pesawat telah ditingkatkan dan upgrade sistem udara, sehingga menampilkan kemampuan yang lebih baik dalam hal penerbangan, daya angkut dan kapasitas informasi, sesuai dengan AVIC.

Wing Loong II memiliki panjang 11 meter dan bentang sayap 20,5 meter. Drone ini dapat terbang di angkasa selama 20 jam dan memiliki kecepatan maksimum 370 kilometer per jam.

Besarnya ukuran Wing Loong II mampu membawa hingga 12 bom dipandu laser atau rudal dengan berat total hingga 480 kilogram. Sebaliknya, Wing Loong I hanya dapat membawa 2 (dua) bom atau rudal dengan berat total sekitar 100 kg.

Li mengatakan bahwa Wing Loong II adalah salah satu drone tempur terbaik di dunia setara dengan MQ-9 Reaper buatan Amerika Serikat, sebuah pesawat pemburu-pembunuh tak berawak yang sering dianggap oleh analis Barat sebagai yang terbaik dari jenisnya.

Wang Yangzhu, presiden Institute Sistem Nirawak Beihang, mengatakan kepada China Daily pada hari Selasa bahwa ia yakin Wing Loong II memiliki radius operasional hingga 1.500 km dan dilengkapi dengan sistem komunikasi satelit.

“Jika drone tersebut bagus sebagaimana disebutkan oleh AVIC, maka saya percaya itu akan sangat kompetitif di pasar internasional”, kata Wang.

Wang Ya’nan, kepala editor majalah Aerospace Knowledge, mengatakan bahwa Wing Loong II memiliki sistem data link satelit, ia mampu beroperasi di daerah dengan pegunungan yang luas atau daerah dataran tinggi.

“Selain itu, pesawat nirawak akan menarik bagi negara-negara yang saat ini menggunakan Wing Loong I, karena mereka sudah tahu kemampuan drone buatan China, seperti kemampuan untuk multitask, daya angkut yang besar dan jangkauan operasional panjang”, katanya.

China Military

Komentar Facebook :
Bagikan Artikel:

  55 Responses to “Wing Loong II Buatan China Terbang Perdana”

  1. Ini baru bisa buat perang-perangan πŸ˜€

  2. Bang admin mau nanya nih. Gimana kabar klewang sekarang ,?

  3. Teknologi Drone chinok makin didepan nih….
    Kalau kita sebaiknya mulai mengembangkan Drone dengan kemampuan seperti Eleron 3SV yg memiliki kemampuan melakukan EC

    • Sebenarnya untuk masalah riset dan pengembangan pemerintah bisa bekerjasama dengan Swasta dan Perguruan Tinggi, tentunya bisa dengan mengadakan perlombaan tahunan membuat Drone dan dukungan pendanaan bagi lembaga/perusahaan yang menjadi pemenangnya.

      Apapun ceritanya, dukungan dana pasti akan menciptakan munculnya ide-ide kreatif

      • “Apapun ceritanya, dukungan DANA pasti akan menciptakan munculnya ide-ide kreatif”. Hehehe, disanalah letak masalah utamanya, bung…

      • Membuat dan mengembangkan Drone pastinya juga sulit dan beresiko, jd sepertinya jika peserta lomba tdk disuntik dana terlebih dahulu, maka pasti para peserta akan kesulitan untuk “menyajikan” produk yg bagus dan menarik

        • Untuk drone, menurut saya tidak harus disuntik oleh pemerintah dulu bung @Jef, bukankah setiap perguruan tinggi terutama yang Negeri kan memiliki jalur penerimaan khusus, khusus buat mahasiswa/i bermodal “gede” πŸ˜€ hehehe

          Dana pengembangan drone untuk tahap awal tidak harus mahal, dengan memanfaatkan onderdil yang banyak dijual dipasaran (alibaba/ebay dan lainnya) bisa dirancang drone murah yang multi-fungsi koq. Kamera HD dan GPS sudah banyak dijual.

          Dengan adanya “hadiah” sebagai pendorong kreatifitas dan penambah semangat, sepertinya “investasi” awal untuk pembelian suku-cadang akan terbayar nantinya bung πŸ˜€

          Hadiah “uang tunai”, “biaya riset” dan “kontrak” tentunya menjadi daya tarik tersendiri bung.

          • Untuk yg sederhana dan murah sih mungkin pasti bisa,
            Saya mikirnya para peserta langsung mengembangkan drone sekelas Orlan-10… Hahahaha. πŸ˜†

          • walau drone sederhana tapi bisa canggih dan berguna utk penegak hukum dan atau penjaga kedaulatan NKRI knp tidak bung?

            yg penting tepat guna

      • Yg jelas kl ada dana bsr past ‘ AKAN. ‘ di korupsi .

  4. Lapan harus disuntik dana trilyunan untuk riset dan produksi massal drone buatan asli dalam negeri. Maksimalkan aset dalam negeri perguruan tinggi dan swasta. Kalau perlu gandeng perusahaan asing, iming2i dengan dana berlimpah.
    Targetnya 5 tahun kedepan kita sudah punya minimal 100 batalion drone, masing-masing batalion terdiri dari 30-50 drone komposit berbagai jenis dan ukuran (drone surveillance dan drone bersenjata roket/rudal, khususnya rudal AGM). Tidak lupa pula drone bersenjata senapan mesin anti gerilya yang senyap dan berkemampuan night vision.
    48 MBT pendekar tetangga pasti ngeper deh kalau diserbu 100 drone bersenjata rudal sejenis maverick dengan range sampai dengan 30 km. Apalagi kalau masing2 mampu mengangkut minimal 4 missile terus disalvo tuh gerombolan MBT, pasti kolaps deh mereka.
    So, bangun pabrik besar2an, terus produksi massal ribuan drone yang mampu menggotong roket/rudal.

    Duite sopooo?
    wkwkwkwkw…..

  5. Buset deh bikin drone dikira kaya bikin lemper, bkn kamera dan gps nya saja dulu deh..

    • Untuk modul kamera dan modul gps, menurut saya untuk tahap awal bisa menggunakan yang sudah banyak beredar dipasaran, selain mudah didapat, sekarang sudah diproduksi massal dan tentunya lebih murah dibandingkan untuk memproduksi sendiri (setidaknya saat ini).

      • Jika buat drone u/ tim hore dgn asusmsi yg penting tercapai lalu dilabeli branded “karya anak bangsa” sih 110% bisa.

        Tapi jika ingin membaut ideal dan merujuk artikel diatas u/ militer nanti dulu. Kamera resolusi tertentu, GPS dengan transmisi encrypted terntentu atau rotor dengan tingkat kebisingan tertentu. Bikin drone militer itu tdk sama dengan drone yg ada di pasar.

        Jika mau gampang dan cuma mau liat darat dari ketinggian dengan kamera ga usah bkn drone, gunakan layangan + kamera + gelasan 24 saja. Solusi murah meriah karya anak bangsa..

  6. Drone KW terbang juga xiixixixi, asal jangan delay kirim signal nya ke pangkalan.

  7. Jangan-jangan ini drone yang seperti kata KSAU sekelas Predator yang bakal ditempatkan di Natuna dan Tarakan.

  8. Bentuknya sesuai sgn namanya drone ‘sayap panjaaang’ he he he!,,

  9. Sebenarnya Cinok mau kasih nama Wu Lung tapi indonesia udah punya jadinya berubah dikit agak di plintir di panggil Wing Loong kakakakaka……… πŸ™‚

  10. HIPOTESA SAYA : DRONE adalah cikal bakal generasi 1 dari tehnologi UFO….wkwwkqkqkwkwk..
    Pandangan saya : Kita lebih butuh ” Pensil-Pensil yang suangatt sakit dan sakti ” …tinggal masukkan data koordinat lokasi target…tunggu telp konfirmasi merah menyala…buka kuncinya…pencet tombol merah bersamaan…whoooshhhhh terbang bak gatotkaca menembus langit tanpa batas…dan memukul hancur sasaran bak pukulan palu gada Werkudoro….BlaarRrrRrR….
    Kalo sudah beli pensil yang sakit dan sakti…baru drone dibeli buat nganterin ke musuh sambil say ..” hay brader….muacchhh ….DuaarRRRRR ! ”
    HaHaHaHa…

  11. Mungkin ini yg mau diborong

  12. TNI AU berencana menempatkan drone di wilayah perbatasan, terutama di Natuna dan Tarakan, serta akan mengadakan pengadaan drone yang lebih besar setingkat predator, sehingga mampu terbang dengan radius yang lebih luas yang akan terhubung dengan program pengadaan satelit militer oleh Kementrian Pertahanan. Satelit ini nantinya nanti dapat digunakan oleh drone yang dikembangkan TNI AU, sehingga daerah-daerah yang memerlukan perhatian, dapat diawasi.

    Rencana penempatan drone tersebut, disampaikan oleh KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.IP di Lanud Iswahjudi Madiun, 3/3/2017

    feeling saya kok gak enak yaaa.. jangan jangan kebijakan yg dibuat arahnya ke produk ini…
    adoooowwwwww

    • bung Bhisma
      kalo feeling sy, yg dipakai buatan lokal … memang kemampuan tempur nya msh di bawah predator tapi kemandirian lebih Joss daripada improt kw

    • arahnya sudah benar bung @Bhisma, tp rutenya berbeda koq πŸ˜†

  13. riset riset dan riset…. ah mungkin hanya akan bermimpi untuk memiliki dana besar dan suasana kerja yang bagus bagi para periset kita. man sources kita miliki tingga good will

    • riset tidak harus butuh dana besar bung, bisa dilakukan bertahap… lakukan riset dengan yg paling mudah dulu, tp bukan menganggap remeh dan langsung riset tingkat lanjut…

      riset bukan hanya utk menciptakan benda/teknologi baru, tapi memanfaatkan benda/teknologi yg telah ada utk bisa mencapai hasil dan manfaat yg maksimal juga termasuk “riset”… itulah gunanya manusia diberikan akal πŸ˜€

  14. wkwkwkwkwkkkk….

    sesama momod dilarang saling mendahului….

    xixixi…….

  15. wkwkwkwkwkkkk….

    sesama momod dilarang saling mendahului….

    xixixi…….

    kaboooooooorrrrr…mm

  16. Sebuah drone blm bisa di sebut terbaik kalau drone itu belum lewat daerah iran tanpa mendarat manis di landasan pacu iran…

  17. Wing Loong…namane kok mirip jenengku (mbilung) yo?

  18. Sakti nihh….satu aliran sama wing chun

  19. Klu Satelit militer kita sudah beroperasi aktif baru deh beli Drone sekelas ini, apalgi klu bs buat sendiri! Sepereti AS klu ngintip pake kamera Satelit, atau pancaran frekuensi tertentu untuk bs menembus bunker dan lapisan kulit bumi untuk mengetahui potensi mineral berharga didalam perut bumi, apa satelit militer yg kita beli ke Airbus mempunyai spesifikasi seperti ini jg? Klu cuma bs relay sinyal doang percuma!

  20. Bang diego ,, server nya eror lg yah , buka blog dr google crome artikel nya gak ganti2 .. buka blog dr app jakarta grater baru gantin, tp masalah di app gak bs comnent bg .

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)