Dec 142016
 


Kepolisian Daerah Jawa Timur menyatakan terduga teroris berinisal KF (22) yang ditangkap Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Kabupaten Ngawi pada hari minggu kemarin (11/12/2016) merupakan perakit bom panci Bekasi.

Polda jatim juga memastikan terduga teroris KF merupakan anggota jaringan teroris dari Bahrun Naim.

Pernyataan itu, disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, kepada sejumlah media di Ruang Biro Humas Mapolda Jatim. Frans Barung menambahkan, kepastian KF merupakan anggota jaringan Bom Panci Bekasi, setelah Tim densus 88 Anti Teror Mabes Polri dibantu Polda Jatim dan Polres Ngawi, pada hari minggu menangkap KF warga dusun gebang, desa walikukun, kecamatan widodaren kabupaten Ngawi.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera

KF ditangkap karena di duga terlibat dalam rencana teror di bekasi. Sementara dari hasil penggeledahan di rumah orang tua terduga teroris KF di kabupaten ngawi ditemukan sejumlah barang bukti seperti bahan kimia pembuat bom dan rangkaian bom yang hampir jadi.

Penangkapan KF, mahasiswa yang tengah menempuh kuliah di salah satu perguruan tinggi di Solo, Jawa Tengah ini merupakan pengembangan dari penangkapan terduga teroris di Bekasi.

“Jadi setelah dikembangkan dari hasil penangkapan pengantin bom panci Bekasi yang berencana akan meledakan Bom di Istana Presiden, diperoleh nama KF, warga Ngawi,” tegas Frans Barung Mangera kepada jakartagreater, selasa (13/12/2016).

Dalam kesempatan tersebut pula Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera juga memastikan terduga KF bagian dari jaringan teroris bahrun naim.

Artikel Terkait :

  4 Responses to “Terduga Teroris Ngawi Jawa Timur, Perakit Bom Panci sekaligus Jaringan Bahrun Naim”

  1. Ngawi ndok Asin

  2. Wah harus dikembangkan tuh bakatnya…udah bisa buat bom panci…siapa tahu tingkat selajutnya bisa buat peluncurnya…terus buat kendali / guide nya…he..he….lama-lama jadi roket / rudal deh….

  3. Yang bikin “ngeri” itu daya ledaknya yg bisa sampe ratusan M…. Coba kalo “bakat2” terpendam itu dikembangin pasti bisa bermanfaat dan berguna bagi Indonesia dan TNI khususnya. Menghilangkan potensi musuh sekaligus menambah potensi utk kekuatan sendiri. Ini yg namanya sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Usul ya kalo saya boleh usul. Para calon teroris itu, drpd dmanfaatkan oleh “oknum2” yg tdk bertanggung jawab baik dr dlm negeri maupun luar negeri alangkah baiknya bila diolah, dilatih dan dikembangkan utk kebaikan NKRI itu sendiri. Kalo masalah “cuciotak” lawan lah juga dengan “pembersihotak”… Kalo kita bisa mngelola “potensi” ini dr kerugian bisa menjadi keuntungan. Maka yg waswas adalah negara tetangga, krn NKRI aman tentram sekaligus bisa memanfaatkan “aset” yg dimilikinya.
    Kalo bisa juga, doktrin mereka kalo mau “beraksi” jgn disini tp lgsg ke Washington (ASU), London (British), Canberra (Asutralah) atau SIngepur (Siupil). Kalo mati demi negara, kan harum namanya sbg pahlawan. PSM (Pasukan Siap Mati)

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)