Jan 082017
 

Di antara pesawat-pesawat tempur dinasti Sukhoi, varian yang paling sering mencegat pesawat-pesawat intai AS adalah Su-27.

Peristiwa pecegatan Su-27 terhadap pesawat intai USAF RC-135 U yang masih terbilang baru berlangsung pada 14 April 2016 ketika sedang melakukan patroli di atas Laut Baltik. Aksi pencegatan Su-27 terhadap RC-135 U berlangsung sangat agresif dan berbahaya.

Saat itu Su-27 melakukan manuver seperti mau menabrak RC-135 U. Tapi tiba-tiba Su-27 melakukan manuver menanjak lalu menukik lagi (barrel roll) di samping RC-135 U.

Manuver yang dilakukan Su-27 itu jelas membuat para kru RC-135 U kalang kabut karena bisa berakibat fatal. Para awak pesawat pengintai AS patut khawatir karena insiden tabrakan antara pesawat pengintai dan jet tempur pernah terjadi.

Pada 1 April 2001, pesawat intai EP-3E milik US Navy dicegat oleh jet tempur J-8 milik PLA Navy di sebelah tenggara Pulau Hainan. Jet tempur China yang dipiloti oleh Letnan Wang Wei melakukan manuver dalam jarak dekat sehingga bertabrakan dengan EP-3E. Akibatnya J-8 patah jadi dua dan pilotnya tewas. Sedangkan EP-3E terpaksa mendarat darurat tanpa ijin di pangkalan udara milik China, Lingshui Airfield. Pesawat dan para awak EP-3E pun ditahan oleh otoritas China.

Tapi para pilot Su-27 tampaknya tak begitu menggubris insiden antara EP-3E dan jet tempur J-8 China itu. Pasalnya, sebelum Su-27 mencegat RC-135U, telah terjadi aksi penyergapan yang berlangsung beberapa kali terhadap pesawat intai milik Angkatan Udara Amerika Serikat.

Pada 25 Januari 2016, Su-27 mencegat RC-135 dengan melakukan manuver ekstrem ketika sedang terbang di atas Laut Hitam. Pada 7 April 2015, sebuah pesawat Su-27 yang mencegat RC-135U di atas Laut Hitam bahkan melakukan manuver “fly pass” dan hanya berjarak 20 kaki dari posisi RC-135U.

Selanjutnya pada 23 April 2015, pesawat intai RC-135U yang sedang terbang di atas kawasan Okhotsk yang masih berada wilayah Jepang disergap oleh Su-27 dengan cara memotong jalur penerbangan pada jarak 100 kaki.

Tidak hanya pesawat intai AS yang menjadi korban pencegatan Su-27 secara agresif dan esktrim. Pesawat dari negara lain juga pernah menjadi korban pencegatan. Pada 16 Juli 2014 misalnya, pesawat jet Swedia, ELINT juga disergap Su-27 yang terbang hanya 10,7 m disampingnya.

Namun aksi yang dilakukan Sukhoi Su-27 yang gemar menyergap pesawat dari negara lain secara nekat ternyata pernah kena batunya. Pada 13 Sepetember 1987, pesawat transpor RnoAF P-3B Norwegia berserempetan akibat disergap Su-27 ketika terbang di atas Laut Barent. Akibatnya, kedua pesawat mengalami kerusakan tapi bisa mendarat dengan selamat di pangkalan udara masing-masing.

Dengan latar belakang pernah celaka seperti itu, tampaknya kegemaran para pilot Su-27 untuk mencegat pesawat dari negara lain yang dianggap telah melanggar wilayah udara Rusia sudah menjadi hal biasa. Maka tak mengherankan jika kita masih akan menemukan manuver gila dari Su-27 yang tiba-tiba menyergap pesawat yang dianggap musuh di masa yang akan datang.

Sumber: angkasa.co.id

Artikel Terkait :

  9 Responses to “Ternyata Su-27 Paling Sering Mencegat Pesawat Musuh”

  1. apa su 27 msh akan di gunakan sampe 10 thn kedepan ? biar lah waktu yg berbicara..
    semoga mig 41 pengganti mig 31 cepat selesai biar indonesia ada kesempatan utk memiliki pesawat intercept.. yg lebih cepat.. amin..

  2. ga sia sia melekan.. dpt pertamax bekas bung NYD ( now your down)

  3. SU35… go go go

  4. Su 27 lama Rusia kayanya fokus utk pesawat sergap.. Penghancur level awal mereka SU27 sm3, level lanjutnya yg turun SU 30sm, level expert baru deh dewa Flanker SU 35s..

  5. mesin ketiknya hilang bung… hihi….

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)