Jan 032017
 

Angkatan Laut Thailand mengumumkan harga referensi untuk program pengadaan satu kapal selam S26T – varian ekspor dari kapal selam Type 039A Yuan class – adalah sebesar 13,5 milyar Baht atau US$376.860.000. Harga tersebut sudah termasuk sistem persenjataan, suku cadang, pelatihan, peralatan yang terkait, dokumen, kegiatan uji coba, bahan bakar, minyak pelumas, transfer teknologi, biaya serah terima, pengiriman dan kepabeanan.

Angkatan laut Thailand tampaknya sudah memantapkan pilihan pada kapal selam diesel elektrik dengan sistem AIP (air independent propulsion) buatan China tersebut setelah sekian lama tertunda dan terkendala oleh kondisi ekonomi dan kritikan dari dalam negeri.

Beberapa kali keinginan Angkatan Laut Thailand untuk memiliki kapal selam kandas, diantaranya rencana akuisisi dua kapal selam bekas Gotland class dari Swedia senilai 1.7 milyar Bath dan dua kapal selam bekas Type 206A dari Jerman senilai 7.5 milyar Bath.

Sebelumnya keinginan Angkatan Laut Thailand untuk mengakuisisi kapal selam dari China juga mendapat tentangan dari beberapa Pejabat Angkatan Laut yang menginginkan kapal selam produk Eropa.

Keberhasilan akuisisi kapal selam S26T bukan hanya kesuksesan bagi Angkatan Laut Thailand tapi juga kesuksesan bagi China mengekpor kapal selam setelah sebelumnya berhasil menjual dua kapal selam Type 053G Ming class ke Bangladesh.

Kapal selam diesel elektrik S26T adalah varian ekspor dari kapal selam Type 039A Yuan class yang meski berkualitas downgrade namun sudah dilengkapi dengan sistem propulsi udara independen yang membuatnya mampu menyelam lebih lama dari pada kapal selam konvensional.

Berukuran sedikit lebih panjang (sekitar 7 meter) dari kapal selam Kilo class buatan Rusia, S26T mampu beroperasi di perairan dangkal dan di perairan dalam. Selain dilengkapi persenjataan torpedo diameter 533 m, ranjau laut, S26T juga dilengkapi rudal anti kapal C-802.

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  28 Responses to “Thailand Mantap Pilih Kapal Selam S26T Buatan Cina”

  1. tes maaaaaaaas eeeeeeeeeeeeeeeeh huikhuikhuik

  2. Lautan pun makin penuh dgn brg cina

  3. good choice from thai

    wkwkwkkwkw
    awas bocor bocor

  4. @siliwangi

    Tante bangga dengan perjuangan Prof. Josaphat….trims bung atas linknya

  5. @admin

    Maaf bung diego…dengan harga segitu, tampaknya belum termasuk AIP.

    Cina melengkapi beberapa kapal selamnya (copy kasel KILO) dengan sistim AIP buatan swedia, tapi yang dijual ke thailand ini agaknya versi standar tanpa AIP mengingat terbatasnya anggaran thailand

    • kalo gak trmsk AIP,..harga sgitu lumyan mahal tuk barang buatan china. hargany nyaris sama ama CBG yg kita beli. mungkin hargany gak sgitu. mn link beritanya …

  6. .

  7. harga menentukan kualitas . harga murah , yaa kualitasnya murahan.

    • Hal itu tdk mutlak. Banyak kok alutsista buatan dalam negri yg harganya murah namun masih berkualitas bagus. Contoh lain ya DZP dan iver,

  8. Ahhhh chino maning…jangan jangan kasel ilegal juga nih..

  9. Mas diego tolong diangkat artikelnya ini

  10. C-800…?
    Mudah-mudahan NKRI tidak…..

  11. Ga salah tu harganya? 386 juta usd??.. utk satu unit kasel tiongkok yg kw itu???? Hadeehhh…mahal bgt yah???

  12. Negara2 lain berebut, sayang negaranya sendiri hanya plonga plongo doang, …….. mirrris !!!

  13. masih mending changbogo.apalagi yg ke 3 dibangun di pt pal rencana pake aip.kalo jadi lagi di + kilo class dan 2 gotland bekas pake swedia.‘tabah sampe akhir‘..mantap!!!

  14. Thailand salah besar dg membeli alutsista buatan cina,apalagi kapal selam..bisa jadi kuburan massal buat angkatan laut thai……..RI najis hukumnya beli kasel buatan cina.

    • Pejabat AL Thailand sendiri menginginkan kasel Eropa. Tapi kok jadinya beli ke Cina, downgrade pula. Mungkin Thai dapet tawaran yang asik dari Cina.

  15. Kalau dibandingkan dengan kilo milik Vietnam kalah jauh di

  16. seringkali membeli senjata itu bukan karena kebutuhan… tapi soal diplomasi antar kedua negara
    thailand tidak sedang dalam ancaman dari luar, hanya pemberontakan kecil di thailand selatan ( darat)

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)