Feb 162017
 

Pada pameran Aero 2017 di India, Thales dan Bharat Dynamics Limited (BDL), perusahaan plat merah India, telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk menilai peluang transfer teknologi (alih teknologi – ToT) dari kemampuan rudal Starstreak untuk India serta dukungan pemerintah Inggris.

Melalui MoU ini, Thales dan BDL berusaha untuk bersama-sama menawarkan solusi “Make in India” dan membantu permintaan internasional untuk produk tersebut.

Rudal Starstreak saat ini ada dalam pelayanan Angkatan Bersenjata Inggris dan telah diekspor untuk angkatan bersenjata dari sejumlah negara di seluruh dunia. Rudal yang tercepat di kelasnya, Starstreak memiliki keunikan karena memiliki tiga anak panah dipandu laser, yang tidak dapat di jamming dengan semua jenis perangkat jammer yang ada.

Rudal ini memiliki kemampuan untuk menghancurkan setiap sasaran udara, termasuk helikopter tempur lapis baja sekalipun, dan digunakan sebagai pertahanan terakhir.

Thales berinvestasi dalam hal alih teknologi untuk rudal Starstreak ke India. Dalam semangat kerjasama antara kedua negara, inisiatif ini telah mendapat dukungan penuh dari pemerintah Inggris.

Asosiasi akan memainkan peran strategis tidak hanya dalam mendukung program “Make in India” pemerintah India tetapi juga dalam memberikan dorongan untuk hubungan bilateral yang lebih baik antara India dan Inggris.

Alex Cresswell, Wakil Presiden Eksekutif dari Land & Air Systems di Thales, mengatakan “Kami bangga untuk bergabung dengan Bharat Dynamics Ltd pada transfer teknologi strategis rudal Starstreak kami dari Inggris. Kami juga berterima kasih kepada pemerintah Inggris atas dukungan mereka yang kuat untuk inisiatif ini”.

“Berbagi teknologi telah menjadi salah satu bagian kunci dari strategi Thales untuk India. Kami akan terus bekerja dalam arah ini dan menyadari tujuan kami untuk membuat di India dan mengekspor dari India melalui upaya tersebut”, tambahnya.

Rudal Starstreak beroperasi pada kecepatan lebih dari 3 mach, untuk melawan ancaman yang bergerak cepat dan dalam waktu singkat. Konfigurasi tiga panah “hittile” memaksimalkan letalitasnya dan bimbingan sinar laser akurasi tinggi memungkinkan menyergap target rendah dan kebal terhadap semua tindakan jamming.

Starstreak telah terintegrasi dengan bermacam Radar, IR Sensor, Sistem Komando dan Pengendalian. Rudal ini dapat digunakan pada Sistem Pertahanan Udara Portabel (MANPADS) dengan konfigurasi peluncur tunggal atau multi-peluncur serta tersedia untuk diintegrasikan pada kendaraan mobilitas ringan maupun berat.

Army Recognition

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

Artikel Terkait :

  12 Responses to “Thales dan Bharat Dynamics Tandatangani MoU Alih Teknologi Rudal Starstreak”

  1. instal di anoa 2 diperuntukkan mengamankan bandara di seluruh Indonesia…
    wow… bangun dulu ah…

  2. Mantap India dpt ToT terus…

  3. Indonesia sudah dapat TOT apa yah??

    • Udah dapat bung ,tapi hanya chasing nya saja….Kita itu masalahnya maunya dapat TOT gede tapi giliran diminta duit beraninya bayar dikit ..siapa yang mau ??????? . Emang murah dan biaya pengembangan suatu senjata ,?

      • betul bung, jangan dikira beli 100 atau 200 bisa dpt ToT, klo emang pembeli merasa ToT harganya murah, silahkan riset dan kembangkan sendiri smpe lebaran keong…

        klo bisa berhasil dgn modal murah dan waktu singkat, pasti seluruh negara gak perlu yg namanya ToT

  4. Loh ini india beli berapa kok dapat TOT, padahal TNI beli 100 lebih rudal ini nggak dapat-dapat?

  5. Make in India ….berbeda ya dengan….TOT in Indonesia …? hhhh

  6. Enak ya Kalo bisa buat rudal sendiri,..Bisa beli lisensi kemana2…

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)