Jan 052017
 

Dok Peluncur Rhan

Malang – Tiga menteri kabinet kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo, meninjau dan melihat dari dekat pembuatan roket pesanan Kementerian Pertahanan yang dikerjakan PT Dahana bekerja sama dengan PT Sari Bahari yang berlokasi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis.

Ketiga menteri tersebut adalah Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basoeki Hadimoeljono.

Roket yang dibuat PT Dahana itu diberi nama “RHAN 122” dan dipajang di kantor PT Sari Bahari.

“Kementerian Pertahanan (Kemenhan) telah memesan sebanyak 120 unit,” kata Direktur Teknologi dan Pengembangan PT Dahana, Heri Heriswan kepada ketiga menteri yang mengunjungi perusahaan yang memproduksi roket di Kecamatan Pakis tersebut.

Roket Rhan

Ketiga menteri yang didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo itu, begitui turun dari pesawat di Lanud Abd Saleh, langsung diarahkan ke PT Sari Bahari, perusahaan yang bergerak dalam pembuatan alutsista itu. Ketiga menteri melihat dengan seksama sejumlah selongsong bom yang diproduksi di tempat itu.

Sejumlah selongsong bom tersebut, antara lain dipakai untuk pesawat tempur Sukhoi. Selain melihat selongsong bom dan roket pesanan Kemenhan, ketiga menteri tersebut juga melihat dinamit yang diproduksi rekanan PT Sari Bahari, yakni PT Dahana.

Dinamit yang diproduksi tersebut dipakai oleh sejumlah perusahaan komersial, terutama yang bergerak di sektor pertambangan.

Menko Perekonomian Darmin Nasution memuji perusahaan tersebut “Ini bagus dan potensial, karena selama ini kita kan masih impor. Sekarang sudah ada yang memproduksi di dalam negeri, sehingga harus dikembangkan,” ujar Darmin.

Sementara itu, ketiga menteri tersebut melakukan kunjungan kerja di wilayah Malang raya selama dua hari (Kamis-Jumat, 5-6/1). Kunjungan pertama di PT Sari Bahari di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, selanjutnya ke Universitas Brawijaya (UB) Malang dan dilanjutkan ke Kota Batu.

Antara

Artikel Terkait :

  47 Responses to “Tiga Menteri Tinjau Roket Pesanan Kementerian Pertahanan”

  1. Pertamax

  2. Tes

  3. Lanjutkan

  4. mobilnya saya rasa masih banyk ruang untuk di tambah satu mesin peluncur roket lagi jadi lebih sangar .,. :::::::} ;;:::;;;;::: gimana menurut kalian

    • setuju brooo .

      jadi 1 truk 2 peluncur roket .daya gebuknya jadi dobel .
      ditambah ada 1 truk khusus membawa amunisi rhan sebagai pemasok rudal .

      • tapi menurut saya kurang efesien sih dengan dua peluncur roket ..tapi lebih baik di tambah daya ledaknya dan jangkauanya. dan ruang yg tersisa untuk tempat stock roket dengan sedikit rekayasa/modifikasi di belakang sopir untuk penyuplai roket untuk penembakan selanjutnya :::::::::::>saran aja. tapi tergantung insinyur -insinyurnya sih::::>hanya opini

      • Ya pasti lg mrk pikirkan, ga mungkin lah ada banyak kekosongan di bagian belakang truk peluncur roketnya, semoga bisa dibikin lbh rame dibagian belakang truk…

  5. idemu sip mas,masuk…!!

  6. Gagal paham kaitan 3 menteri dengan roket RHan 122..apalagi mentri Perumahan Rakyat..

  7. sayatesdulupensilnyamashuikhuikhuil

  8. 120 unit itu amunisi rhan ataukah unit kendaraan peluncur ??

    Pesen milyaran unit..munisi donk…masa ketengan..

  9. Pesan 120 biji buat percobaann dan pengembangan lebih lanjut bila sudah botolpropen ..baru pesan banyak tanpa perlu di beritahu berapa ribu rhan yng dipesan…..imho.

  10. Jika kita bicara kewenangan antara 3 kementrian tsb dan hubungannya dgn Industri persenjataan negara kita. Saya pribadi berasumsi akan adanya indikasi peningkatan teknologi persenjataan kita yg mgkn kelak diharapkan punya andil dlm perekonomian. Sedangkan kementrian pekerjaan umum akan berhubungan dgn labor force alias tenaga kerja. Yg kalau di kaitkan kira2 akan menuju ke peningkatan produksi masal dari sebuah produk… Siapa tahu…

  11. Itu harusnya ada “dan” mentri pekerjaam umum dan perumahan rakyat.
    Pekerjaan umum bisa macem macem bidang pembangunan bisa bendungan, pengairan, jalan dll intinya infrastruktur

  12. Kayaknya kegedean truck pengangkutnya dg louncher seukuran itu… seandainya d angkut pake truck yg lbh kecil mungkin prgerakannya bisa lbh leluasa dg jalan2 yg sempit…

  13. R hannya pake peluncur motor 3 roda bisa buat gerilya kota bisa dijual ke hamas.

  14. r han dengan modifikasi jadi rudal anti udara belum ?????kalau bisa buat guide versi rudal sam rhan 122 udah lumayan…….harusnya r hann 122 bisa meluncur keatas ketinggian 10-15 km udah lumayan

  15. Mudah2an mereka mengerti dengan apa yg mereka lihat…karena yg kita butuhkan lebih dari ini.

  16. Berarti amunisi untuk roket 22 udah beres…

  17. Tahniah

  18. itu tertulisnya RHAN 212…….. hmm dampak demo kmaren kelihatannya….

  19. Malon makin iri

  20. Test….

  21. ??

  22. tambahin kanvas penutup di belakangnya utk mengelabui pengintai musuh biar dikira truk angkut militer biasa sepert M-87 Orkan nya yugoslavia atau LRSVM Morava nya serbia yg lebih modern

  23. “…dan dilanjutkan ke kota Batu.”
    hmmm… mau ngapain coba? apakah pak menteri mau beli apel?
    lalu apa hubungannya roket dgn apel??? hehehe…

  24. pt sari bahari ? untuk kamuflase..tak apa2 biar dikira musuh pabrik roti..