Jan 122017
 

Petugas gabungan tim pengawas orang asing (TIM PORA) Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kembali menggelar razia di sejumlah tempat usaha di wilayah setempat yang disinyalir mempekerjakan tenaga kerja asing (TRA) ilegal, rabu (11/01/2017).

Hasilnya, 2 pekerja asing asal China terjaring razia karena tidak memiliki dokumen resmi saat bekerja di sebuah toko besi di Kabupaten Lamongan.

Petugas gabungan tim pengawas orang asing (TIM PORA) Kabupaten Lamongan, yang terdiri dari Kesbangpol, Kejaksaan, Polisi dan Disnakertrans menggelar razia tenaga kerja asing yang diduga ilegal di toko Besi J di desa Sidomukti, Kecamatan Lamongan.

Di toko besi ini, petugas menemukan 2 tenaga kerja asing asal China, bernama Chen Jia dan Weng Fei yang bekerja sebagai pengelola dan pekerja di toko besi tersebut.

Saat diperiksa, kedua tenaga kerja asing ini tidak bisa memperlihatkan dokumen-dokumen resmi seperti paspor, visa dan izin memperkerjakan tenaga kerja asing.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim pora Kabupaten Lamongan, kedua TKA ini sudah bekerja di toko besi tersebut sejak September 2016 yang lalu.

Kedua TKA bukan tenaga ahli dan toko besi tersebut belum memiliki izin dari pihak kecamatan, karena tidak bisa memperlihatkan dokumen resmi kedua TKA itu langsung dibawa petugas ke kantor Imigrasi Tanjung Perak Surabaya untuk didata.

Artikel Terkait :

  9 Responses to “TIM PORA Jaring Tenaga Kerja Asing Ilegal di Lamongan”

  1. gresik kapan?

  2. saya masih sama akan menyalahkan habib rizik, kok bisa2nya ada serbuan tenaga buruh dari tiongkok

    • serbuan massal ampek 20 jutaan rasa2nya g mungkin bisa ditutupi media
      namun puluhan ribu kyaknya memang sangat possible masuknya,
      thailand mulai deportasi besar2an wna ilegal china
      bule australia pada khawatir masuknya kelas menengah china dalam jumlah yg besar
      russia pun di medsosnya ada yg gembor 10jutaan imigrasi wna china di siberia

      • andaikan aparat penegak hukum berkata,”janganlah kalian panik, mereka(TKA) sama seperti TKI yg disitu ada yg legal dan illegal”
        nah jika masalahnya sama, kenapa jika ada kesempatan bekerja di negara sendiri harus jauh2 ke luar nageri, kan bisa menambah masalah pengawasan dan jaminan keselamatan warga kita NKRI.

        • itu dia bang masalah TKI klo ditanya jawabannya semuanya sama tidak diperhatikan pemerintahlah,sebagai pahlawan devisa lah
          terus terang saya sendiri lebih menghargai ibu2 yg jualan ubi di pasar atau UKM2 karena beliau2 ikut menngerakkan roda perekonomian negeri dgn usaha2ya daripada yg bekerja membangun negeri orang.
          heran saya jiwa wiraswasta dan bertani bangsa sendiri tambah turun tiap tahun.
          btw salam kenal bung @disqus_noneIToIHQ:disqus

          • Tahun 2008 saya bekerja di Indonesia dgn gaji 3jt..pindah ke LN dengan posisi yang sama dgn gaji 45jt..sekarang alhamdulillah bisa dpt 80jt perbulan..coba tanya pemerintah kenapa masih mengirimkan TKI ke LN.

  3. pemerintah kita sudah berkomitment, bahwa alutsista yg bisa dibuat di dalam negeri tidak diperkenankan di impor dr luar negeri.
    bisa saya bandingkan, tenaga kasar/buruh yg sudah bisa di dapatkan di dalam negeri, maka tidak diperkenankan impor buruh(tenaga kasar) dari luar negeri.
    trus masalahnya dimana ini yg tidak berjalan?

  4. NOTE….. Kediri – surabaya banyak OrCin
    —-Madura jg mereka incar krn aman – mudah dsana