Jul 012014
 
Model Kapal OSV pesanan TNI AL, ke galangan kapal OCEA SA, Prancis (photo: OCEA SA)

Model Kapal OSV pesanan TNI AL, ke galangan kapal OCEA SA, Prancis (photo: OCEA SA)

TNI AL telah memesan 2 kapal baru, Offshore Support Vessel (OSVs) 60 meter dari Prancis, melalui perusahaan galangan kapal OCEA SA, ujar Kabaranahan Kemenhan Laksda Rachmad Lubis, 26/06/2014.

Kontrak senilai 100 juta USD telah ditandatangani pada bulan Oktober 2013, setelah tercapainya negosiasi antara perwakilan pemerintah Indonesia dan Prancis.

“Perusahaan Korea Selatan ikut partisipasi dalam tender. Namun setelah meninjau kembali kemampuan kapal yang dibutuhkan, termasuk teknologinya yang harus ada di kapal, maka kami memutuskan untuk membeli buatan Prancis”, ujar Laksda Lubis, dalam kunjungannya ke galangan kapal di Les Sables d’Olonne, tempat dua OSVs Indonesia dibangun.

TNI AL berencana mempersenjatai kapal ini dengan satu senjata kaliber 20 mm dan dua senjata mesin kaliber 12,7 mm, untuk melindungi kapal ini dalam menjalankan misi maritime surveillance dan pemetaan wilayah bawah laut (oceanographic).

“Kapal ini akan menutup gap dalam memetakan wilayah bawah laut (underwater terrain) Indonesia”, ujar Laksda Rachmad Lubis. Data Topografi bawah laut Indonesia perlu di-update dan data tambahan yang akan dikumpulkan kapal ini, akan sangat membantu, dikaitkan tugas pertahanan TNI AL.

Menurut pabrik pembuatnya, kapal OSVs 500 ton ini akan memiliki top speed 16 knot yang mengakomodasi 30 kru dan 6 tambahan penumpang.

Kolonel Budi Purwanto, selaku kepala kantor oceanographic dan hydrographic TNI AL mengatakan, kapal tersebut akan dilengkapi sensor yang mampu memetakan wilayah laut hingga kedalaman 6000 meter. Menurutnya, kapal ini juga akan dilengkapi kemampuan anti-kapal selam, meski tidak ada informasi detil tentang itu.

Sekelompok personnel TNI AL dijadwalkan tiba di Les Sables d’Olone, Prancis, pada Juli 2014, untuk mengikuti training dan pengenalan kapal selama Lima minggu.

Kapal OSV dijadwalkan akan diserahkan ke Indonesia pada Januari 2015 dan kapal kedua dijadwalkan September 2015.

Pembelian kapal Maritime survellance dan pemetaan wilayah bawah laut ini, menunjukkan TNI AL sedang meningkatkan usahanya untuk memetakan wilayah bawah laut Indonesia yang merupakan negara kepulauan, juga untuk meningkatkan kemampuan perang bawah laut mereka.

Armada bawah laut Indonesia saat ini termasuk dua kapal selam Cakra Type 209/1300-class yang aktif tahun 1981. Status operasional kapal ini, tidak diketahui. Sejumlah kapal selam modern akan bergabung dengan TNI AL, termasuk 3 kapal selam Chang Bogo Class yang bergabung tahun 2018, sehingga TNI AL membutuhkan data topografi bawah laut Indonesia, yang lebih detil. (Janes.com).

Artikel Terkait :

  141 Responses to “TNI AL Beli 2 Kapal Prancis”

  1. Unooo

  2. Pertamax

  3. wow “untuk meningkatkan kemampuan perang bawah laut”

  4. ????????????????

  5. Duo….mat berbuka puasa..

  6. Ndan PS..peta bawah laut emang dah lama ga diupdate ya..ampe mesti beli kapat support topografi dan eseanografi baru nih..

  7. “Sejumlah kapal selam modern akan bergabung dengan TNI AL, termasuk 3 kapal selam Chang Bogo Class……”

    hmm… clue lagi nih wkwkwkwk

  8. 10 besarkah?

  9. “status operasional kapal ini tidak diketahui”??? colek bung @ps

  10. hadiiiir

  11. 10 ga apa2

  12. sekilas seperti yacht

    • kelasnya hanya Offshore Support Vessel (OSVs) 60 meter bung Frans …awalnya saya berpikir apakah kelasnya akan sama seperti KRI sebelumnya, tetapi ketika berkunjung ke web resminya, pihak OCEA ini memang spesialist pembuatan yacht dan fast patrol boats…soal isi jeroannya mungkin menunggu kontributor yang bisa memberikan clue nya 🙂

  13. ijin nyimak….

  14. Ikut nyimak dulurd..
    salam kenal

  15. emm misteri ks emang gak ada matinya, hehehehe, nyimak trus..

  16. Yupz, makin mantap deh pondasi kokoh yg dipersembahkan pemerintahan SBY buat negri tercinta ini, terima kasih bapak tinggi besar.. 🙂

    • dari posturnya bapak kita ini memang ga salah
      tinggi besar = cocok disebut petinggi atau juga pembesar

      kalo 2 capres saat ini masing-masing hanya dapat separo postur pak beye :mrgreen:

      peace…. v ^_^

  17. Bung ps bisa dibabar dikit kaitan topografi dasar laut dengan strategi perang ks ?

    • untuk strategi perang KS sebetulnya ndak hanya topografi dasar laut aja akan tetapi kontur laut yang noiseles secara alami juga bisa mempengaruhi efektifitas dari sonar, dan dilautan kita itu banyak lho… hehehe…. :mrgreen:

      • Bung PS, kenapa harus dua (maap bukan kampanye)… 🙂

        Pemetaan dasar laut kan meskipun harus diupdate, tapi dengan 1 kapal bisa menyisir seluruh area meskipun waktunya agak lama. Apakah ada something yang mau diplanning dengan jumlah kapal ini? setau ane, kita udah punya 1 kapal hydrographic-oceanographic…

        • dengan luas laut kita yang segede gaban begini baru punya 3 kapal Hydro Ocean, kurang lho Bung… :mrgreen:

      • Benar juga bung PS…tinggal masuk ke layer yg berbeda sebuah KS bs menghilang dr sonar 😀

        Salinitas jg bs mengganggu sonar…

  18. Armada bawah laut Indonesia saat ini termasuk dua kapal selam Cakra Type 209/1300-class yang aktif tahun 1981. Status operasional kapal ini, tidak diketahui. Sejumlah kapal selam modern akan bergabung dengan TNI AL, termasuk 3 kapal selam Chang Bogo Class yang bergabung tahun 2018, sehingga TNI AL membutuhkan data topografi bawah laut Indonesia, yang lebih detil. menurut pemahamanku ks indonesia lebih dari 5 diluar dari KS changbogo………..pemikiran pendatang baru….colek bung @diego

    • Dari clue kmaren2 kbarnya udah 2 digit bung tuama 22..bener gak nya…namanya jga brang goib…kudu pake batin..hehehe

    • Kalau soal ntu, sudah dibabar Bung PS dengan terang benderang. Baca Artikel ‘Secuil Kisah Awak Hiu Kencana ‘ 😀

      • Sampe ada yang ngumpet di palung segala ya bung diego ? hehehe

      • bung PS kemarin hanya ngomong soal home base di Armatim lho bung AFN, soal yang lain itu ghoib 🙂 xixixi salam

        • Wkwkwkwk saya hanya ngutip kisah dari beberapa artikel jkgr ttg ngumpet itu bung DewaKembar hehehe…

          Barang Ghoib , butuh terawangan tingkat tinggi wkwkwkwk

          • Mumpung lagi bulan Ramadhan nih, biasanya yang puasanya kuat, mata batinnya juga kuat, coba deh diterawang 🙂

        • Lupa nih, salam juga bung DewaKembar moga sehat walafiat 🙂

  19. “Kolonel Budi Purwanto, selaku kepala kantor oceanographic dan hydrographic TNI AL mengatakan, kapal tersebut akan dilengkapi sensor yang mampu memetakan wilayah laut hingga kedalaman 6000 meter. Menurutnya, kapal ini juga akan dilengkapi kemampuan anti-kapal selam, meski tidak ada informasi detil tentang itu.”

    Kalau dibaca kalimat diatas kayanya kapal ini juga punya kemampuan Anti Kapal Selam yang mumpuni, cuman dirahasiakan. Setuju nggak teman-teman?

    • Pendeteksian ya.. bisa jadi
      Penindakan terhadap kapal selam nya ga bisa

      • kalo keadaan perang bisa dipasang perangkat torpedo AKS bung, persis versi FPB 57 AKS kita :mrgreen:

        • Gmana deteksinya ya bung PS? Kalo buat anti kapal FPB57 tinggal Pake radar…kalo buru KS harus nebeng kapal yg punya sonar kecuali gotong sonar sendiri…kan keberatan kalau kapal seperti FPB57 gotong sonar..

        • bung kalo gak salah di web dishdros juga udah ada berita resminya di artikel ultah dishidros beberapa waktu yang lalu, kalo salah mohon pencerahan bung

  20. salam kenal..dilanjut

  21. tidak ada salahnya kalo persenjataannya lebih ditingkatkan tidak hanya senapan mesin tapi kalo bisa juga memakai rudal tidak ada ruginya untuk membeli sesuatu yang bisa memberikan fasilitas “ekstra”

    • emang rudalnya mau ditaruh mana, lagian juga nih kapal berfungsi sebagai surveillance topografi bawah laut, kalo dipasang rudal namanya bukan lagi kapal surveillance tapi sudah menjadi korvet kalo tidak mau disebut kcr

      • memang kebiasaan kapal pemetaan dijaga juga sih sama abangnya korvet atau kcr siapa tau aja ada si adik sudah punya kemampuan “bela diri” sendiri jadi seandainya abangnya lagi berantem tidak hanya minta perlindungan tapi bisa membantu abangnya yang lagi dikeroyok he he…peace

  22. Fungsi dari kapal ini msih banyak yg gk di publikasikan. Ada beberapa funlngsi dan tujuan strategis untk pngadaan kapal ini.

    Maaf, cuma pemikiran penjual jalangkote..

  23. Gue yakin ini kapal Judi! Ada Casino nya

  24. 6000????
    apakah anti kasel juga?

    bung diego request artikel
    m.jurnalmaritim.com/detail/index/1455

    “Singapura Bakal Surut Bila
    Indonesia Bangun Pelabuhan-
    pelabuhan Besar”

    maaf cucu lancang

    • Cara membunuh pelan pelan bung @ Cucu, ” Lebih baik kau bunuh aku dengan rudalmu, asal jangan kau bunuh aku dengan cintamu ” hehehhe, dihancurkan pulaunya masih bisa bangkit, kalau dibunuh ekonominya bakal anval seumur hidupnya …

  25. Wow, Perancis meneh, ada yg lain ga nih??

  26. Indonesia lagi mesra ma prancis….

  27. Ini mah kapal pesiar

  28. jd bakal rame nih mainan bung PS, ditambah fungsi kpl yg diRHSin
    hem gurih2 yoi

  29. <:D
    ?) siap !!!
    _||_ Komandan !!!

  30. Pha qt lg berpaling ke prancis ea,jngn2 ntr tw2 mistral aj udh ad di mari lg

  31. PENGUMUMAN : …
    Dilarang Colek-colek Bung PS …
    Nanti lecet … Ga bisa babarin KS lagi …

    Komen diatas ga jauh dari colek-colek bung PS … Monggo bung PS cepet keluar sebelum lecet …

    Wwkwkwkwk … Kabuuuurrr

  32. pake ni kapal, jadi bisa tahu kemana bung PS jaga jadinya bisa minta artikel secuil awak hiu kencana tahap berikutnya. hehehe

  33. Mantap

  34. Spy ship….

    • Sepertinya begitu bung.. Ada missing link ( pake bhsa nya Bung@Diego 🙂 ) dr berita diatas..

      Nunggu pencerahan dr yg pnya role aj deh.. 🙂

      Yg jd p’tnyaan, kapal ini gk ada beritanya tau2 dah dibangun aj di Prancis. Mmg prnh ada realease resmi mau nambah kapal jenis ini tp dr realeasenya gk ada info bkal bangun dmna, saya kira mlh dibangun di PAL ato galangan dlm Negeri. 🙂

  35. Brtmbh lg dc..Alutsistax mkin stroong aje..

  36. ni kapal bisa deteksi harta karun ga ya ?

  37. Ijin nyimak berita MANTAP NIH!…

  38. lanjutken

  39. sip

  40. ini bukannya kapal RnD y?

  41. Kalo gak salah inilah nntinya yg akan menjadi pendeteksi Herder2 tetangga..,

  42. Kata madame connie RI perlu tambah kapal perang (KRI) 755, kapal induk 4, kapal selam 22…. amiin ya madame semoga harapannya terwujud

    • Setuju dgn pendapat madame tentang jangan berpatokan pd peresentasi besaran anggaran, tetapi harus didasari pd kebutuhan riil dan besar nya ancaman yg berkembang.

  43. bisa,, mungkin ini mirip kapal topografinya PETRONAS(malaysia),, memetakan dasar laut plus mencari sumber minyak dasar laut,,,

    siap salah,,, 🙂

  44. Diliat dari bentuknya futuristik..klo ane nyimak setiap pembelian alutsista pasti INDONESIA minta sesuatu yg lebih dari yg terlihat & terekspose media..sama seperti f 16 tau-tau di upgrade ke block 52 az..padahal kabarnye block 32..dan pastinye sama seperti sukhoi juga begitu..mangkanye jgn ngeremehin Maenanye TNI..walaupun terlihat biasa padahal tuh barang dalemannye LUAR BIASA..!!! Jayalah TNI..!!!

    ….NKRI HARGA MATI…

  45. Selamat malam WArjager. Ijin koment disini ..
    Kapal bantu Hidro Oseanografi sudah lama direncanakan dan dimatangkan pembeliannya sejak 2011.

    Saat ini TNI AL hanya mempunyai 1 kapal survey hydro-oseanografi buatan tahun 1960-an eks. kapal Inggris HMS Hydra (Hecla class). Kapal tersebut adalah KRI Dewa Kembar-932 yang hingga kini masih melakukan kegiatan survei dan pemetaan atas dan bawah permukaan laut.
    Namun dari segi peralatan yang dimiliki kapal ini masih kurang memadai untuk mengetahui secara rinci kondisi, situasi dan apa yang terjadi di wilayah perairan nasional.(jadul)

    Saat mencari adam air ditahun 2007 saja kita menggunakan KRI NALA yang mempunyai sonar yang mumpuni dan dibantu dengan alat Towed Pinger Locator (TPL) milik Amerika Serikat yang ditempatkan di US Naval Ship Mary Sears, sebuah kapal milik perusa-haan perminyakan Inggris, MN Endeavour,
    Keuntungan mereka saat itu jadi tahu TOPOGRAFI lautan makasar dan kerugian bagi kita,,

    Kapal survey terbaru diatas nantinya bisa melaksanakan survei dan pemetaan yang berkualitas sesuai standar nasional dan internasional”
    Tetapi diluar ekspetasi saya .. kapalnya kok kecil yaa,, mestinya ambil di kelas 100 meter supaya bisa beroperasi dilautan dalam di Indonesia Timur,
    Kalau kelas 60 meter kasihan awaknya dalam menghadapi mabuk gelombang laut,, sehingga mengurangi daya tahan awak dan daya jelajah kapal,,

    Mungkin yang penting ada dulu kale yaa,, makanya disebutnya kapal bantu HO,
    hehehehe semoga MEF 2 beli yang lebih gedean

    • Malam bung satrio…. izinkan bertanya, bila yg 60 meter bisa pemetaan bawah laut hingga kurang lebih kedalaman 6000 meter kalau yg ukurannya 100 meter bs pemetaan hingga kedalaman berapa bung?

      • Peralatannya yang diangkut oelh kapal diatas suadah bagus sih bisa memetakan sampai 6000 meter dibawah permukaan laut,
        Maksut saya bila kapalnya dikelas 100 meter keatas maka ketahanan awaknya lebih terjamin karena kapal lebih kuat dari hantaman gelombang laut,,sehingga mempengaruhi daya tahan awak kapal,, yang kedua bisa membawa perbekalan yang lebih sehingga daya jelajah kapal dan endurancenya bisa lama dan Jauh,,

        Dan yang terakhir bila nanti ada Upgrade peralatan yang lebih besar dengan daya jangkauan yang lebih luas maka ruang kapal masih bisa menampung peralatan baru yang lebih besar,,
        Kalau kapal diatas kan sudah diatur specknya untuk muat peralatan itu saja,, kalau mau Upgrade mungkin harus ganti kapalnya
        Imho

        • Ok berarti dimensi tdk mempengaruhi fungsi dr kapal dalam pemetaan, hanya bila dimensinya kecil bisa mempengaruhi kondisi pada saat menjalankan misi…. trims bung satrio

          • kalau melihat doktrin sekarang yang dianut yang masig defensif ,memang kapal diatas yang kelasnya Offshore Support Vessel cukup lah untuk menutupi kekurangan TNI AL sekarang ini,,
            Tetapi dengan luas laut yang besar yang harus di survey maka kebutuhan kapal topografi dan oseanografi minimal Indonesia mempunyai 5 unit kapal ,,

            Sedangkan dengan perkembangan Doktrin yang Defensif aktif menuju Pree emptive maka Kapal Oseanografi harus kapal yang berkelas “Ocean Going”
            Karena Korvet kita dan Fregat baru kita sudah naik kelas ke “Ocean Going” menuju Green water navy

            Semoga tiga kapal tambahan kelasnya sudah “Ocean Going”
            Imho

        • berharap pengganti KRI 932 lebih besar dan baik lagi…kangen juga dengan kapal ini 🙂

        • platform kcr 60 gak bisa bung dimodif gto…maksude jeroanya, kan sama2 60 mter,..kalo bsa kan rada hemat,

  46. Pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, berpendapat, perlu ada koreksi mendalam tentang pendekatan penyusunan Minimum Essential Force (MEF).Selama ini, ia menilai, pelaksanaan MEF hanya terfokus pada pendekatan anggaran yang tersedia, tidak didasarkan pada ancaman yang berkembang. Jika ini terus dilakukan, MEF tidak akan tercapai.“Jika pengukuran MEF itu berdasarkan ancaman, artinya angkanya harus berubah tiap tahun. Ancaman kita 10 tahun lalu, ancaman kita 5 tahun lalu, dengan ancaman kita hari ini, kan sudah berubah,” ucap Connie.Ia menjelaskan, dinamika ancaman kawasan saat ini sudah cukup kompleks. Oleh karenanya, penegasan terhadap paradigma outward lookingTNI yang sudah dicetuskan sejak reformasi 1998, perlu segera diwujudkan, tidak sekadar wacana di atas kertas.“Seperti ada ancaman ketika Tiongkok menetapkan kebijakan green water policy. Green water policy Tiongkok akan masuk sampai pada Selat Malaka. Dan blue water Tiongkok akan masuk sampai Samudera Hindia. Kalau kita mengukur MEF dari ancaman tersebut, seharusnya sudah berubah hitungan MEF dari Kemhan hari ini,” katanya.Untuk matra laut, Connie berpandangan, Indonesia setidaknya memerlukan 755 kapal perang KRI, 4 buah kapal induk, dan 22 kapal selam. Kebutuhan ini untuk melindungi kepentingan Indonesia, minimum hingga 60 tahun mendatang.“Visi MEF saya bagaimana melindungi kepentingan Indonesia minimum 60 tahun mendatang. Visi MEF hari ini itu per 10 tahun, susah. Itu cara perhitungannya berbeda,” cetus Connie.Dia melihat kemunduran cara berpikir dalam paradigma pembangunan pertahanan Indonesia sekarang.Salah satunya, masih dominannya orientasi pertahanan darat. Seharusnya, jika sejalan dengan doktrin outward looking military, arah penguatannya ada pada matra laut dan udara.“Paradigma pertahanan kita juga terlalu berorientasi kepada daratan. Cara kita menetapkan ancaman kita juga dari darat. Kenapa kita tidak seperti zaman nenek moyang kita dahulu, seperti kerajaan Ternate dan Tidore misalnya? Mereka melihat ancaman itu dari laut. Makanya kenapa dulu kekuatan maritim kita bisa sampai ke Madagaskar. MEF kita zaman sekarang kalah dengan MEF kita zaman Tidore. Cara berpikir kita sekarang benar-benar mundur,” pungkasnya.ung Nara tolong tanggapannya..

  47. Kapal jenis ini sangat membantu SATKASEL bung PS,
    Kapal ini akan membantu memetakan dalam pemanfaatan aspek Fisika dan Kimia wahana Laut untuk keperluan manuver dalam batelpsace peperangan bawah laut yang rumit,,

    Aspek hidro oseanografi. bisa mensuplay ketersediaan peta khusus untuk kapal selam, yang bermanfaat guna mengoptimalkan manuver kapal selam bung PS dalam menghadapi kapal selam lawan maupun navigasi.
    Data hidro oseanografi lainnya yang wajib tersedia antara lain topografi bawah laut, temperatur, salinitas, tekanan.juga termasuk biologi laut yang bermanfaat bagi peperangan anti kapal selam.

    Efektifitas senjata torpedo maupun peralatan deteksi bawah air seperti sonar,akan ditentukan pula oleh penguasaan bung PS (SATKASEL) terhadap data-data hidro oseanografi

    Makanya karena strategisnya data data oseanografi dan topografi laut,, kapal milik oseanografi milik US yaitu USNS Impecabble (T-AGOS 23) mondar mandir di LCS dengan dikawal oleh kapal perangnya..
    sehingga china protes karena tau kepentingan apa yang ingin didapatkan kapal tersebut.
    USNS Impeccable-class ocean surveillance ship tersebut ber bobot 5,368 ton ,,panjangnya memang cuma 85,78 m tetapi lebarnya 29,16 m

    Bandingkan dengan Tonase Kapal kita yang cuma 500 ton,,
    Makanya saya berharap penambahan kapal jenis ini di MEF ke dua nanti memilih yang berjenis “ocean going”,, bukannya kita masih butuh 3 unit lagi hehehehehe

    akhirnya argentina Gollll

    • bung sat sekali kali tulung di babar, apa itu green and blue water navy, secara keselutuhan tingkatan water navy kita dimana….

      request yah sekalian kolaborasi gitu ama bung ps dan sesepuh yg lainnya, dari pada lama nunggu bung nara jabarin, kan mending dikasih bocoran gede

      xixixixix

    • Bung satria,,, apa ada kaitannya ya hilangnya mh370 yang mayoritas warga china dengan pemetaan bawah laut ini, solanya mamarika dan ausit ga ada lelahnya ngobok2 laut sekitarnya… bisa aja dalihnya nyari korban trus mereka ngelakuin kegiatan lain 😀

    • izin nambahin ya Bung Satrio… soale saya baru liat komentnya Bung hehehe… :mrgreen:

      Bentuk geografis Indonesia yang berupa gugusan pulau memberikan karakter/sifat tertentu pada masalah hidro oceanografi yang ada. Dengan banyaknya selat dan laut antara, akan memberikan pengaruh terhadap aliran arus yang secara langsung dapat mempengaruhi parameter-parameter karakteristik air laut seperti salinitas, arus permukaan, arus pasang surut dan arus pantai, kerapatan/densitas, transparansi dan warna air laut, suhu air laut, kedalaman laut (Bathymetry) dan karakteristik dasar laut, disamping itu juga akan memberikan pengaruh terhadap kondisi meteorologinya. Karakteristik ruang/dimensi udara di wilayah Indonesia sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim laut sebagai akibat luas lautan yang lebih besar dibandingkan daratan yang tersusun dalam bentuk pulau-pulau. Demikian pula dengan karakteristik geografis kepulauan memberikan pengaruh pada parameter meteorologi seperti angin permukaan, angin lokal/pantai, pembentukan awan dan suhu udara yang memberikan pengaruh pada visibilitas, cuaca dan sea state.

      Dengan mengacu pada kondisi dan konstelasi geografis serta pengaruh hidro oseanografi tersebut, maka Indonesia dapat memanfaatkannya dalam sistem pertahanan negara. Bentuk fisik Indonesia sebagai negara kepulauan akan memberikan keuntungan baik yang bersifat strategis, operasional maupun taktis bagi kita. Pemanfaatan konstelasi dan karakteristik negara kepulauan inilah yang diwujudkan dalam bentuk konsep peperangan laut kepulauan alias (Archipelagic Warfare) hehehe…
      :mrgreen:

      • Archipelagic Warfare..ya ndan..kayanya cuman kita nih yg ngembangin pertempuran model gini..klo gerilya bawah laut ada gak ndan hehehe :mrgreen:

        • nah “Naval Guerilla” itu termasuk juga Archipelagic Warfare kok dimana operasi KS yang bisa “Hit and Run” sebagai salah satu pokok serangan Bung hehehe…. :mrgreen:

          • Ooh..jadi satu toh ndan PS..kirain misah2..wah mantap nih..element ks paling duluan jd bemper :mrgreen:

  48. kapal yang di bangun di Galangan kapal Paulino Freire di Vigo, Spanyo kapan jadi ya… nunggu nech info ya… sesepuh warjag

  49. nih kapal canggih di buritannya pake crane … kayanya dia ppunya kapal selem mini yg pake remote … punya lengan mekanis & bisa ambil kapal kayu jaman dulu … kaleee

  50. Syukur alhamdulillah masih bisa beli…yg penting jangan melibatkan calo (ular)…ngomong2 para calo alutsista ini msh punya peluang untuk bermain di proyek pengadaan alutsista gak ya? Soale kalo melibatkan calo biase urusane mbulet dan banyak merugikan negara…mohon pencerahan bung @ jalo dan para sesepuh yang laen

  51. kita kan pernah kecolongan topografi bawah laut kita sudah disurvei sama mamarika waktu pencarian blackbox adam air. 2 tahun lho kapal oceanografi mamarika mondar mandir di perairan mamuju plus sekitarnya.

  52. PS = Power Steering? gegege…

  53. Bersyukur akan dpt 2 kapal oceanography yg canggiih..ini tanda bhw Panglima Tertinggi + Kemenhan+AL bener2 berpikir comphrehnship/meyeluruh,,akan menyediakan peta&kontur bawah laut seiring makin banyaknya Kapal Selam kita..peta ini sangat diperlukan dan sangat rahasia, berguna untuk bermanuver menyerang maupun menghindar/menghilang,,termasuk meprediksi larinya kapal musuh

  54. Slm NKRI
    Mmg sdh lama peta laut kt baik prmukaan maupun bawah laut kt tdk di upgrade. Kehadiran 2 kapal hidro oseanografi tentu mnjawab permasalahan itu. Ngga lucu jg klu TNI kt sbg penjaga kedaulatan laut nggak faham wilayah. Walau cuma dibekali senjata 20 dan 30 mm tak masalah sbg self defense, krn mmg fungsi utamany adl pemetaan wilayah laut khususny utk bidang pertahanan. Jd jgn pandang sebelah mata kapal hidro oseanografi hanya krn senjata ringan yg diusungny.
    Wilayah laut kt sangat luas, hampir 6 jt km2, mnjdkn kt sbg negara maritim trbesar didunia dg sgl potensi kekayaan didalamny. Dg diapit 2 samudera besar dan mmiliki 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI), mnjdkn posisi Indonesia sangat strategis. Oleh krn itu penting untuk pemetaan wilayah laut kt sbg database pertahanan. Pemetaan laut secara digital atau layer berfungsi sbg informasi yg diperlukan dlm manajemen pertahanan laut. Tentunya Kapal perang dan Kapal Selam kt akan semakin gahar.
    Colek Bung DD soal harta karun, kapal ini jg mampu untuk misi itu. Bahkn ngomong2 soal harta karun lautan Indonesia, trmasuk salah satu trbesar di dunia. Mnurut info yg beredar lbh dari 3000 kapal tenggelam di lautan Indonesia, dan baru 10an lbh harta karun dari kapal tenggelam yang berhasil diangkat secara legal. Hmm, tertarik para warjager mndirikan PT pemburu harta karun?
    Jd masih sangat berlimpah bukan potensi kekayaan laut Indonesia. Dan tak kalah harta karun yg berharga di lautan adl minyak bumi dan perikanan, yg hrs senantiasa kt jaga dari para pencuri yg tak brtanggung jawab.

  55. Wow…dgn kata laen,kontur bawah laut kita adalah benteng alami yang mumpuni buat ks kita ya…asal musuh buta medan,kita bsa dgn mudah menang

  56. mungkinkah KRI Nakula dan KRI Sadewa mendampingi KRI Dewakembar

  57. Ayoo terus berkembang negara ku

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)