Jan 212015
 

TNI Kekurangan 450 Juta Peluru

KEBUTUHAN prajurit TNI terhadap peluru per tahunnya masih defisit sekitar 450 juta butir. Kekurangan itu coba dipasok PT Pindad yang awal tahun ini baru saja disuntik dana Rp700 miliar agar tentara mampu memenuhi standar kemampuan ideal.

Direktur Utama PT Pindad (persero) Silmy Karim mengungkapkan kebutuhan peluru per prajurit per tahun ialah 1.500 butir. Menurutnya, permintaan tahun ini dari pihak Kementerian Pertahanan baru berkisar 100 juta hingga 150 juta butir.

“Hal itu jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan tahunan sekitar 400 ribu prajurit.Kebutuhan peluru di Indonesia untuk menjamin level kemampuan prajurit yang ideal itu ialah 600 juta peluru,” kata Silmy di Kantor Wapres, Jakarta, kemarin.

Kebutuhan ideal prajurit akan peluru itu, jelasnya, didasarkan atas perhitungan kebutuhan latihan menembak. Sebanyak 1.500 peluru per tahun atau 4,1 peluru per hari dibutuhkan untuk menjaga kemampuan menembak prajurit.

“Seharusnya ini ada ruang industri pertahanan, dalam hal ini Pindad yang ditugasi mendukung alutsista (alat utama sistem senjata), khususnya amunisi itu, menyerap atau istilahnya merespons dengan persiapan peningkatan kapasitas,” tutur dia. Bagi Silmy, peningkatan produksi amunisi itu bukan lagi angan-angan. Suntikan penyertaan modal negara (PMN) kepada Pindad sebesar Rp700 miliar untuk 2015 sudah menjadi modal yang cukup. Dana itu, kata dia, salah satunya bakal digunakan untuk peningkatan kapasitas produksi.

Terutama untuk memenuhi kebutuhan Kementerian Pertahanan, TNI, dan Polri.”Selain itu, untuk modernisasi peralatan dan perlengkapan mesin,” imbuhnya.

Menyoal penyediaan alutsista, sambungnya, Pindad sudah bersiap untuk memproduksi dua jenis yang sudah dibebankan kepada pihaknya, yakni tank kelas main battle yang tak terlalu berat sekaligus punya kemampuan water cannon serta roket.

Silmy mengakui pembuatan alutsista tersebut tak semata mengandalkan usaha dalam negeri. Pihaknya sudah menjalin kerja bareng dengan sejumlah negara.

Ia mencontohkan, Pindad bekerja sama dengan Jerman untuk mengembangkan amunisi kaliber besar, dengan Belgia dan Italia untuk memproduksi bagian kubah tank (turret), serta dengan Turki untuk mengembangkan platform tank.

“Kerja sama penting untuk alih teknologi.Hal itu untuk menghemat biaya dan waktu riset,” tukasnya. (mediaindonesia)

Artikel Terkait :

 Posted by at 10:09 am

  51 Responses to “TNI Kekurangan 450 Juta Peluru”

  1. pagiii warjager..

    • Ckckck..kekurangan 450juta peluru sebanding dgn jumlah semua penduduk negara Asean dan australi..dan akan segera diproduksi Pindad..
      Ngeri-ngeri sedaap, rupanya sdh akan disiapkan ratusan juta peluru untuk invasi ke seluruh asean sama australi..

      Joss gandoss dab..

    • Mari kita garis bawahi dengan spidol Snowman warna merah.

      ““Kerja sama penting untuk alih teknologi.Hal itu untuk menghemat biaya dan waktu riset,”

    • Hidup pindad.
      Project makin banyak.
      Hidup pa silmy
      hidup anoa komodo dan tank amx 13 retroit

  2. yes

    • Salam bung pertamax

      Semoga bisa ditingkatkan lagi produktifitas PT pindad, jangan sampai anggaran peluru kita keluar negeri.

  3. Kerjasama medium tank dh nyampe mana nih?

  4. salut sama jkgr, sangat aktif artikelnya

  5. -dihapus-

  6. no telu

  7. no telu asek asek

  8. IDONESIA HARUS PUNYA 1000 PCS,
    BIAR MALINGSIA GA COBA2 AMBIL AMBALAT …..

    HIDUP NKRI..

    • punya apaan tuh om?

      • Perhatian pemerintah untuk semua industri strategis dalam negeri sangat di perlukan demi kemandirian bangsa, maju terus pindad dan jayalah INDONESIA.

    • Maksudnya Indonesia harus punya 1000 Pcs Rudal TOPOL M ya bung Etekewer. kalau punya Topol bukan malaysia aja yang takut bung. ASU pun gemetar kalau perang sama kita, apa lagi yang operasikannya tentara Bonek semua…Modyaaar tenan

  9. Cukup menggemnerikan. Perlu peningkatan sdm, resit dan kerjasama. Saya berharap pindad fokus produksi senjata berat. Dan memulai buat Unit atau buat anak perusahaan yang membuat existing production karena perkembangan senjata sangat cepat. Sekarang sudah mengarah ke teknologi kader, peluru pintar dsbnya

  10. Cukup menggemnerikan. Perlu peningkatan sdm, resit dan kerjasama. Saya berharap pindad fokus produksi senjata berat. Dan memulai buat Unit atau buat anak perusahaan yang membuat existing production karena perkembangan senjata sangat cepat. Sekarang sudah mengarah ke teknologi laser , peluru pintar dsbnya, . Kita harus berpikir 40 – 100 tahun ke depan. Kalau gak kita tertinggal terus.

  11. kekurangan peluru aja bisa juara nembak 🙂
    gmna klo pelru da terjamin 😀
    sip 🙂
    jayalah negaraku 🙂

    • Mencintai negara itu wajib, tp mengagungkan suatu kekurangan negara hanya akan membawa negara ini menuju ke jurang kehancuran. Masih banyak yg harus di benahi di tubuh tni agar menjadi pasukan yg bnr2 di segani di dunia. Jangan puas hanya dg menjadi juara menembak.

  12. Perlu dibangun industri penunjangnya. Jangan sampai plat tembaganya import terus (sejak jaman orba sampai sekarang, masa platnya import terus) padahal kita punya tambang tembaga terbesar didunia.
    Dengan demikian Industri militer kita harus mampu membuat alutsista dari hulu ke hilir. (mandiri step by step sampai 100%). Jangan jalan ditempat. ngarep.com

  13. beberapa waktu yang lalu, BBM kurang, suku cadang alutsista kurang, lha sekarang peluru kurang, begonya yang diributkan pemerintahan sekarang adalah kekuasaan dalam segala bidang, ingin nya yang berkuasa orang2 dari partai PxxP melulu, ……… serakah !!!

    • Apa yg udah anda lakukan untuk negara ini selain menghujat??? Apa kontribusi anda untuk bangsa ini???? Tunjukkan pd seluruh rakyat indonesia kalau anda memang hebat! Sy tunggu kontribusi anda tuk indonesia bung!

  14. Bisa ga, ga usah dipublish, kurang bbm,pesawat,kapal & peluru. Bikin kaga sreg ane..berita ko jelek trs serba kurang trs, kaya negara miskin aje..SDM & SDA melimpah pade kemane.?? Dari jaman dulu ngurusin beginian aje ga bisa..” NGAPAIN BIKIN KLO BISA BELI- NGAPAIN DIGAMPANGIN KLO BISA DIBIKIN SUSAH..”

    …NKRI HARGA MATI…

    • sabar bung Ismed Beckham… lebih baik kita tahu dimana kekurangan kita agar bisa dievaluasi dan diperbaiki… ketimbang adem ayem ternyata banyak kurangnya… tinggal kemauan dari para petinggi kita, mau nggak mereka memperbaiki keadaan… dan kemauan kita untuk terus memberikan kontribusi positif pada bidang kerja kita masing masing.

      • Setuju bung afiq, kita hrs berkontribusi baik untuk bangsa ini sesuai bidang kita masing-masing, semoga kekurangan2 di kita segera di atasi dg tepat dan terarah, tentu tidak bs serta merta semua bisa di atasi dlm wktu sebentar mengingat kompleksnya permasalahan yg di hadapi bangsa ini. Dan pemerintah tidak bisa secara parsial dlm menangani permasalahan bangsa ini termasuk kekurangan 2 di tubuh TNI. Tp sy yakin bahwa presiden jokowi adalah org baik dan akan melakukan yg terbaik untuk bangsa indonesia tercinta ini.mari kita kawal pemerintahan ini dg kritik yg membangun. Salam knl bung.

      • Iya bung afiq..insya allah ane tetep berkontribusi pada bangsa ini karena kecintaanlah kpd negara indonesia .ane empet banget dg para pejabat yg ga mikirin rakyat & kemajuan bangsa ini, masa pemerintah harus didemo dulu baru mau ngerubahnye..ane cuman berharap punya pemimpin yg punya visi & misi untuk kesejahteraan serta kemajuan bangsa tanpa harus takut dg tekanan partai maupun bangsa laen..indonesia harus kuat berdiri diatas kaki sendiri..salam bung afiq & sufi..

  15. Makanya dana haji, daging sapi dll jngn dikorupsi. Drpd buat buat mojok ke pulau bulan madu mendingan duitnya buat di sumbangkan ke PT Pindad atau lebih bijaknya buat ganti untung warga porong, sidoarjo.

  16. kekurangan tersebut jangan dilihat dari berita secara kasar. bisa jadi dulu 1 orang prajurit diberi jatah latihan per tahun 120 butir. dan sekarang ditingkatkan menjadi 360 butir pertahun. jika total prajurit misalkan 1juta otomatis perlu penambahan kapasitas produksi sebesar 240 juta. belum lagi ditambah cadangan amunisi misalkan dari sebelumnya 100 juta menjadi 310 juta. mungkin tahun selanjutnya hanya tambal sulam produksi sebesar pemakaian rutin buat latihan. sedangkan sisa kapasitas produksi bisa di ekspor ke negara lain.

    • pemikiran yang masuk akal bung alugoro… mungkin keadaan ini disebabkan jumlah intensistas latihan kita yang terus menerus dengan hasil yang bisa kita lihat pada keberhasilan TNI kita dalam kejuaraan menembak he.he.he., mungkin juga ada penambahan jumlah pasukan kita ( mungkin tidak terpublis he.he.he. ), mungkin juga dikarenakan adanya pergeseran pasukan ke daerah perbatasan perbatasan yang secara otomatis menambah jumlah kebutuhan logistiknya termasuk amunisi..
      mudah mudahan demikian. soalnya kalo g salah pindad juga masih mengekspor amunisi untuk pasukan Nato.

  17. Ya Allah,,, bangkitkanlah nusantara ini… kasihan sekali TNI ku

    • Ga salah bung??? Dulu pasukan khusus padang pasir mati-matian menyebrangi samudra, mendaki gunung, lewati lembah dan sungai mengalir indah ke laut. Hanya untuk merebut dan menguasai kejayaan nusantara di era majapahit di jaman gajah mada. Kok malah minta di bangkitkan kembali kejayaan nusantara. Mana mungkin mau! Ini bagaikan mengharap bulan purnama di siang bolong.

      —–
      jangan suka ganti nick name, nanti kena banned. Peringatan !!!
      Admin
      —–

  18. Begitulah kawan, kalau ada gula semut datang, beda pemimpin beda cara merancang. Semua menyalahkan yang terdahulu. Ribut melulu. AYU Warjager kita kawal pemimpin kita, jangan salah lagi

  19. kalo msh kurang dan sulit penuhi syarat minimum …… maka buatkan dunk simulator nembak lengkap pake efek getar & sound & monitor gede …
    ane jamin bakalan betah tuh … bisa jg dipake latihan anak” prajurit
    mo sehari nembak sejuta kali jg gak masalah

  20. Membangun bangsa dan negara perlu anggaran besar lebih baik setahap demi setahap tapi semua kebagian, dukungan dari seluruh rakyat perlu bayar pajak tanpa disuruh sesuai perundangan yang berlaku, kalau dananya sudah berlimpah, tidak akan kekurangan amunisi lagi bahkan untuk buat dan beli yang gaharpun tidak masalah

    Sudahkah semua warjager ber NPWP dan bayar pajak? semoga.

    Salam NKRI

  21. Manajemen alutsista harus detil,trutama amunisi atau peluru tiap prajurit yg d bawa brapa,yg d pakai brapa,jd jelas
    Tdk brmaksud curiga pada prajurit TNI,soalnya banyak peluru yg d pakai OPM, dulu GAM dan teriris poso ada peluru standar TNI.dari mana mreka peroleh…??
    Intelijen harus lebih tajam lg..

  22. Tank main battle. Mungkinkah itu tank yg pernah ditampilkan oleh jkgr beberpa wkt yg lalu, yg dari Cikarang itu?
    Klu ya, sungguh membanggakan, krn itu hasil inovasi anak negeri. Apalagi klu nantinya bs jadi tank siluman.
    Bagi kami alutsista hasil inovasi anak negeri lbh membanggakan, wlu speknya sedikit dibawah, apalagi klu sdh sama. Sbb dgn membuat sendiri, nanti kt bisa tingkatkan kemamuannya.

  23. Maaf oot, untuk semua warjager tolong hilangkan istilah OPM dlm menamakan ekstrimis papua agar kelompok itu kehilangan legitimasi di mata internasional, krn dg menghilangkan kata “papua merdeka” dlm menamakan kelompok teroris papua yg sering membunuh tni dan polri berarti kita telah ikut mempertahankan keutuhan nkri. Kata “papua merdeka” sangat penting buat kelompok teroris papua tsb untuk membuat propaganda di luar negeri demi tercapainya tujuan mereka. Jd dg menyebut mereka teroris atau ekstrimis mereka akn kehilangan legitimasi di mata internasional, ini penting untuk keutuhan NKRI. Salam…

  24. Belum tentu setiap prajurit menggunakan peluru setiap harinya. Itu adalah itungan kalo 400.000 prajurit dr sabang sampai merauke benar2 ngeluarin peluru 4 butir sehari. Saya kira tidak seperti itu, apalagi sampai saat ini peluru karet masih aktif digunakan. Kecuali di daerah rawan konflik separatis macam papua

    • perhitungn yang masuk akal juga bung.. oya dulu ada artikel yang sangat lama bahwa Pindad juga mengekspor amunisi untuk pasukan Nato, apakah sampai saat ini kegiatan ekspor ini masih apa tidak bung?? mungkin bung PK bisa membantu.. trims

    • pasukan khusus kita sakti bung…ga usah peluru pencak silat aja musuh jiper…buktinya negara nato belanda,portugis,asu,inggris…kabur dari niat menjajah kita..oke yaw…

  25. jadi sebenarnya yg kurang itu apa, jumlah produksinya pindad kurang atau permintaannya dephannya yg kurang?
    MBT pake water canon? baru denger nih..inovasi baru?

  26. Sekarang Yamg perlu dipikirkan si freeport, nambang terus, angkut terus menerus tanah tumpah darah kita dari papua, divedin gak mau kasih, smelter gak mau bikin. Ini kelihatan sekali kita lemah, tentara kita gak berani. Hayu, patroli terus dan awasi freeport. Jelas jelas maling, mgambil harta karun kita. Jaga di laut dan di darat hai denjaka, kopassos dan raiders. Jangan mau disuap

  27. menurut pengalaman , setiap produk atau teknologi pasti ada life cyclenya, jadi pindad harus pintar membuat future plan mesin mesin yg akan dibeli, karena utk mesin mesin produksi senjata biasanya lead time nya panjang, jgn sampai mesin mesin yg dibeli jadi sia sia
    salam nkri

  28. MBT kok pake water canon…?buat madamin api dihutan kali ya…?

  29. Paste dari milis sebelah :

    Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu mengeluhkan dana pembelian Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) yang sampai saat ini masih belum turun dari pemerintah pusat. Menurut Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat tersebut, sampai saat ini pembelian Alutsista hanya menjadi wacana dan belum terealisasikan. “Duitnya belum turun, baru ada rencana-rencana, baru kertas-kertas saja, jadi belum (dibeli),” tutur Ryamizard di Gedung KPK Jakarta, Kamis (22/1). Padahal menurut Ryamizard, pembelian Alutsista sangat penting untuk menghadapi setiap ancaman dari negara asing yang mencoba memasuki wilayah perbatasan Indonesia. “Jadi jelas, alutsista itu diadakan dan digunakan untuk menghadapi ancaman, itu ancaman, jadi tidak sembarang beli-beli-beli,” tukasnya. Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win

    Kasian amat Pak Menhan boro2 naik anggaran turun aja lama, sabar ya Pak Ryamirzad Para Ndoro lg sibuk ngamanin POS POS penting di lingkaran nya

  30. -banned-

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)