Oct 092015
 
TransJakarta Terbakar-di Halte Al Azhar Jakarta. Tindakan : bus merk Yutong diganti Zhongtong

TransJakarta Terbakar-di Halte Al Azhar Jakarta.

Mendengar kata transportasi, munkin yang muncul dalam pikiran kita adalah kemacetan, kecelakan dan kemajuan suatu kota. Jika transportasi suatu kota itu baik maka kemungkinan kota itu bisa dikatakan kota maju.

Namun sebaliknya jika transportasi suatu kota itu buruk indikator kota tersebut belum maju. Pembangunan infrastruktur trasportasi pun akan berdampak pada kondisi ekonomi, sosial dan budaya atau juga bisa memperkukuh kesatuan dalam negeri. Untuk itu pembangunan sistem transportasi masal dan jalan lebih dioptimalkan lagi untuk tercapainya kebutuhan masyarakat yang efektif sebagaimana yang diharapkannya.

Peraturan transportasi yang termuat dalam Pasal 5 UU No 1 Tahun 2004 yang menjabarkan bahwa “jalan sebagai bagian prasarana transportasi yang mempunyai peran penting dalam bidang ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan, serta dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”. “Pentingnya transportasi untuk kemajuan ekonomi, sosial budaya, pertahanan adalah sesuai dengan UUD 1945,  yang menyatakan bahwa transportasi sebagai urat nadi kehidupan ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan politik untuk memantapkan perwujudan wawasan nusantara dan memperkuat hubungan antar bagsa sesuai tujuan bersama”.

Hal ini menunjukkan bahwa pembagunan infrastruktur transportasi sangatlah penting. Menginggat berbagai persoalan di kota yang perlu untuk dipecahkan, seperti kebanjiran, kemacetan dan kriminalisasi di transportasi. Dua problem itu selalu menghantuin ibu kota juga, lebih mengerikan lagi persoalan itu sulit untuk memecahkannya. Faktor yang menghambat pembagunan infrastruktur jalan pun juga harus segera tertuntaskan.

Oleh karena itu perlu langkah serius dari pemerintah baik pusat maupun daerah dalam mensinergiskan perbaikan transportasi. supaya tidak adanya tumpang tindih dari pemerintah pusat maupun daerah dalam mengelola transportasi. dengan menciptakan transportasi yang nyaman bagi masyarakat, supaya bisa melancarkan roda perekonomian masyarakat yang bergantung pada baik atau tidaknya transportasi tersebut.

Ditulis oleh zainul arifin (Ilmu Politik UIN Jakarta)

posted by: ms

  23 Responses to “Transportasi Indikator Kota Maju”

  1. pertomakksss

    • hehehehe sensasinya oye bung

      emang sih agak ribet di jkt, saya di malang, jarak 25km hanya ditempuh 20meniut kondisi ngebut hehehe, itu juga udah mulai penuh sesak kota ini -,-

      batasi aja kendaraan bermotor atau di mahalin pajaknya yg lebih dari punya 2 motor

      • solusi kereta entah monorel, MRT, yg penting kereta yg ada rel nya. gk kena macet lampu merah. tidak ada pertigaan apalagi perempatan tempat ngetem angkot dan taksi. selagi sistem setoran jgn harap macet teratasi

        • Kita yg berkembang pesat jalan TOL. kita tau tol tetep aja macet malah beberapa taun kemudian jadi biang kemacetan juga. Coba bikin kendaraan publik KERETA dijamin walau mahal kemacetan jadi solusi jitu. Setiap pintu persimpangan dibikin underpus ato bypass. klu busway kendala kena lampu merah dan papasan dengan kendaraan lain

    • Negara maju transportasinya maju. negara tidak maju transportasinya ambura? Pejabatnya doyan korupsi berarti sukanya mencuri ngalor ngi? Kalau sudah begitu berarti otaknya gondal gan? Harus dimasukkan ke penjara terus di gun? Kalau masih tidak kapok maka harus di jen?

    • Buat dik zainul arifin belajar lagi yang giat ya… Parameternya apakah hanya mengelola infrastruktur saja? contoh apakah jakarta secara infrastruktur belum memadai? Tentu saja sebagai ibukota negara jakarta sudah memenuhi infrastrukturnya, tapi jika sudah memenuhi infra nya kenapa masih macet? Nah itulah yang adik bahas, entah itu pengelolaan pertumbuhan volume kendaraan kah, etika berkendara kah, atau mungkin penertiban bahu jalan? Begitu loh dik.

  2. Sing namane musibah

  3. mrt…

  4. waduhh…

  5. itulah peroyek yg ujung2 di korup, ahkirnya apa yang datang bus busuk yg rongsokan,,,,,,

  6. pindahin ibukotanya ke kota yg tata ruang & tata kotanya baik

  7. pindahin ibukotanya ke kota yg tata ruang & tata kotanya baik, utk daerah2 yg jlnya blm terkena kemacetan sdh hrs memasukan tata kelola transportasi pada tata ruang & kotanya,

  8. kalo bikin artikel seperti ini om jg bisa dek…lebih baik di jabarkan secara detail:
    – perbandingan kemajuan antar kota nasional atau pun asean
    – penyerapan anggaran / pembelajaan propinsi
    -dana CSR
    -polemik kemacetan
    -sudut pandang kebijakan pemerintah pusat dan pemda
    silakan di analisis dan disajikan kembali

    artikel diatas gk memuaskan om…itu isi cuma garis besarnya saja……maaf kalo om jujur

  9. Hmmm..tampaknya lg ada bbrp jemaah mahassiswaiyah bin kampusiyah lg dpt tugas upload artikel dr ibu dosen yg cantik..

    Oke deeh..slmt berupload ria..

    Klo boleh saya berpendapat.. judul artikel terlalu lugu..
    Isi artikel jg kurang mendalam tanpa greget..

    Mungkin bu dosen akan kasih nilai c+ atau maksimal B..

  10. TRANSPORTASI = ANGKUTAN / PENGANGKUTAN
    (tergantung kalimat yang digunakan)

    INDIKASI = TANDA-TANDA
    INDIKATOR = PENANDA

    TRANSPORTASI – INDIKATOR KOTA MAJU = PENGANGKUTAN – PENANDA KOTA MAJU

    SEKTOR TRANSPORTASI = BIDANG PENGANGKUTAN
    TRANSPORTASI UMUM = ANGKUTAN UMUM

    (BERSAMBUNG) tubi tukinyut

  11. Bayangkan kalau kereta cepat yang terbakar???????

 Leave a Reply