Feb 132017
 

ANKARA – Sekretariat Industri Pertahanan (SSM) Turki telah menghadiahkan kontrak untuk mengembangkan mesin turboshaft kepada TUSAS Engine Industries (TEI) yang akan digunakan pada helikopter utilitas T-625 buatan Turkish Aerospace Industries (TAI), sebagaimana dilansir dari situs berita Turki, Hurriyet.

Dalam foto diatas, Menteri Pertahanan Turki Firki Isik dan pimpinan pejabat sedang mengamati sebuah mock-up mesin turboshaft.

Acara penandatanganan turboshaft dihadiri oleh kepala SSM Dr. Ismail Demir, General Manager TEI Dr. Mahmut F. Aksit dan pejabat lainnya.

TEI telah merancang dan mengembangkan turbin gas serta mesin turboshaft 1.400 shp selama lebih dari delapan tahun. Selain helikopter TAI T-625, mesin turboshaft itu juga akan digunakan pada helikopter serang TAI T-129 ATAK dan pesawat latih turboprop TAI Hurkus serta pesawat tempur ringan.

Turki telah mempelajari pengembangan mesin turboshaft dalam beberapa tahun ini, TEI sendiri telah menetapkan roadmap selama 20 tahun pengembangan mesin turboshaft dan turbofan dalam negeri. Khusus mesin turbofan buatan TEI ini akan ditandemkan bersama jet tempur generasi kelima TF-X.

Dengan output sebesar 1.400 shp, mesin turboshaft buatan TEI seharusnya memiliki power rating yang sama dengan mesin T-129 ATAK saat ini, yaitu mesin turboshaft LHTEC (Light Helicopter Turbine Engine Company) T800, yang dikembangkan Rolls-Royce dan Honeywell. Untuk tahap awal, helikopter TAI T-625 juga akan didukung oleh mesin T800.

Teknologi penting buatan dalam negeri akan melayani aspek inti dari strategi jangka panjang Turki menjadi eksportir terkemuka dibidang pertahanan dan kedirgantaraan.

Saat ini, Turki masih tergantung pada mesin turboshaft buatan asing, seperti General Electric T700, yang membutuhkan lisensi dan persetujuan senat AS untuk ekspor. Permintaan lisensi untuk pelanggan tertentu, seperti Pakistan, pernah menjadi isu yang cukup memprihatinkan.

Tersedianya mesin turboshaft yang dikembangkan oleh TEI ini nantinya akan dapat mengatasi masalah jangka panjang atas ketergantungan mesin buatan negara lain.

Pengembangan mesin turboshaft memang mahal, akan tetapi TAI dan TEI akan memberikan manfaat yang besar pada pasar domestik, yang akan memastikan tersedianya pesanan dan skala awal pada distribusi biaya pengembangan.

Namun, industri dalam negeri Turki akan mendapatkan keuntungan atas kendali yang sebenarnya pada produk-produk dalam negeri, yang nantinya akan dapat membuka pasar yang lebih luas. Juga dapat memasarkan mesin produksi dalam negerinya untuk produsen helikopter lain yang ada di luar negeri.

Turki akan menggunakan desain mesin turboshaft ini untuk jangka panjang, di mana ia akan terus memproduksi dan mengembangkan platform tersebut untuk aplikasi yang berbeda.

Peminat manga, anime, gadget, sains & teknologi, sosial-politik dan militer
Link medsos ada dibawah
– Facebook
– Google Plus
– Twitter

Artikel Terkait :

  17 Responses to “Turki Kembangkan Mesin Turboshaft Dalam Negeri”

  1. Pertalite 😀

  2. Turkey dari beli lisensi dulu,terus dipelajari lalu dikembangkan menjadi varian baru …mantap nih turkiyem

  3. Dengan perkembangan teknologi 3D Printing, menurut saya akan membantu anak bangsa untuk lebih kreatif berinovasi, lihat saja AS kembangkan prototipe pesawat tiltrotor menggunakan teknologi tersebut.

    Sama seperti perusahaan India yang mengembangkan mesin jet untuk Drone menggunakan teknologi 3D printing juga.

  4. Ya ..cerdas dan super sekali..

  5. otaknya jenius, ga kaya kita cuma bisa nonton sinetron pesawat yg tertukar 😀

  6. Mungkin kah IFX mnggunakn mesin ini..

    • TF X mungkin ya

    • Rencana saat ini pastinya pakai mesin GE-F414 :D, apalagi mesin buatan turki masih belum jadi, masih dlm tahap pengembangan koq…

      Klo pemerintah ada niat dan mau kerjasama dengan Turki, mungkin saja kita bisa belajar banyak hal, tp masalahnya apakah pemerintah mau keluar modal banyak? Atau mungkin pemerintah berfikir seperti pada program IF-X, dengan modal 1/5 bisa dapatkan ilmu yang banyak, klo memang seperti itu… yah, sepertinya Turki bakal cengar-cengir aja pada Indonesia, sambil geleng-geleng… hahahaha

  7. Indonesia harus mencontoh Turki, India dan China untuk mengembangkan mesin dalam negri.

  8. Komitmen turki akan industri pertahanannya sudah disiapkan jauh-jauh hari.melalui persiapan yang panjang.

  9. adakan lomba bikin mesin RC plane Saja dulu dgn syarat 100% buatan sendiri , fokus pada kekuatan daya dorong, irit BBM, & kebandelan mesin. itu aja dulu

  10. kalo indonesia niat bikin ya sbnarnya bisa. bnyak cara. man jadda wa jadda. anggaran bisa dicari. pendapatan ribuan trilyun masa gak mampu menyisakan 100 trilyun buat riset/investasi teknologi. toh bahan baku tambang lengkap kalo niat dikelola sendiri gak usah beli. mslahnya niat saja tidak diperbolehkan. jadi prototipe pun pasti digagalkan geng mafia berdasi, dg alasan kurang batle proven atau tidak lolos uji emisi, padahal yg diuji mobil listrik. negara kita ini lucu. ilmuwan nuklir dibiarkan nganggur, kerja jd pelawak. ,.you know who.. padahal kita butuh PLTN banyak. hasil industri, apalagi dibidang teknologi adlh pabrik penghasil uang/devisa negara maju. hanya berjalan jika ada energi penggerak/listrik. right?? saat ni kalo tambang habis mau jual apa buat hidupin PLN?? ngutang lg?? mikerr!!!”

  11. Indonesia harus ganti pemimpin yang punya visi jelas dulu baru bisa jadi negara maju kalau gak ya gini2 aja rebutan tulang kekuasaan terus, contoh simpel MEF ganti pemimpin langsung nyungsep udah mo 2019 gak ada pergerakan berarti

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)