Feb 032017
 


ANKARA – Menurut situs berita Turki, Daily Sabah, Turki terus melakukan negosiasi dengan Rusia mengenai pembelian sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf Rusia, sumber-sumber di pemerintah Turki telah mengkonfirmasi hal ini. (Army Recognition, 02/02/2017)

Pada bulan November 2016, diumumkan bahwa Turki menunjukkan minat untuk mengakuisisi sistem rudal pertahanan udara S-400 buatan Rusia. Setelah tahun lalu membatalkan tender senilai USD 3,4 milyar untuk pembelian sistem pertahanan rudal jarak jauh China. Turki sedang melakukan negosiasi dengan banyak negara untuk memperoleh sistem pertahanan udara baru.

Turki saat ini juga sedang mengembangkan sistem pertahanan udara buatan dalam negeri, tetapi bisa memakan waktu yang lama. Untuk alasan ini, Turki sedang mempertimbangkan pengadaan alternatif.

Sejak bertahun-tahun lalu, Turki telah menghabiskan anggaran sebesar USD 3,4 – 4 milyar untuk sistem rudal pertahanan udara baru sebagai bagian dari program T-LORAMIDS.

Kompetisi T-LORAMIDS diluncurkan pada tanggal 1 Maret 2007, bawah Sekretariat Industri Pertahanan (SSM) Turki telam mengeluarkan Permintaan Informasi (RFIs) pertama. Pada saat itu mensyaratkan 4 sistem, tetapi di bawah Permintaan Proposal (RFP) terbaru yang diterbitkan oleh SSM pada bulan April 2009 jumlah sistem yang akan dibeli meningkat menjadi 12.

Dalam kompetisi selama 4 tahun yang melibatkan 4 penawar, pada saat itu tawaran Almaz-Antey S-300 dari Rusia menjadi yang pertama tereliminasi dari kompetisi saat Turki membuat pilihan mengejutkan dengan memilih tawaran FD-2000 China yang mengalahkan tawaran SAMP/T ASTER 30 dari konsorsium Franco-Eurosam Italia dan Patriot PAC-2 dari Lockheed Martin-Raytheon.

Sistem pertahanan udara S-400 Triumf SA-21 adalah sistem rudal permukaan-ke-udara jarak jauh yang diproduksi oleh Almaz-Antey. Sistem S-400 Triumf dimaksudkan untuk menghadapi ECM, pesawat pengintaian, pesawat strategis dan taktis, rudal balistik taktis dan teater, rudal balistik jarak menengah dan aset serangan udara saat ini dan masa depan lainnya dengan jangkauan maksimum 400 km, dan ketinggian hingga 30 km.

JakartaGreater

Bagikan Artikel:

  7 Responses to “Turki Lanjutkan Negosiasi Pembelian S-400 dengan Rusia”

  1. Bikin sakit hati membaca berita diatas… Sementara disini ntah kapan-kapan dan ntah apa-apa yang dibeli…

  2. Kemarenan ntu pesawat turki mati kutu .
    Di lock terus di wilayah udara sendiri ….istilahnya turki dah merasakan gimana rapatnya sistem hanud es patratus…

  3. Patriotnya kasiin aja buat iran

  4. Om rusky sebaiknya jgn jual deh S400 kpd turkiyem,ntar pesawatnya om rusky di bidik pake S400 lho

  5. Dengar negara2 lain beli ini itu, buat ini itu kok bikin iri dihati. NKRI kok meneng2 wae, beli SU-35 yg dikit aja alot, belum lg Hanudnya. RHan jg belum ada kabar terbaru perkembangannya.

  6. kapan ada berita INDONESIA Lanjutkan Negosiasi Pembelian S-400 dengan Rusia ?

  7. Mungkin Turky sadar potensi AS sebagai sekutu Nato nya dapat jadi Musuh potensial,sebab pertentangan AS-Turky mulai dari Masalah Gulen ,Hingga kerja sama AS dengan Milisi Kurdi FYD yang dituduh berkaloborasi dengan PKK Turky yang mana masuk daftar Teroris bagi Turky.
    Rusia mungkin musuh lama tetapi Teman potensial sebab kerjasama ini saling melengkapi,Rusia dapat memperluas jaringan Pipa gas nya lewat Turky,sementara Turky bisa memperoleh peralatan tempur Canggih dari Rusia.
    Karna Rentanya Hubungan Turky dengan sekutu lamanya,Baik dengan Nato Maupun uni Eropa.

 Leave a Reply