Jan 202017
 


Setelah menyelesaikan pembangunan kapal perang Ada-Class bergaya korvet di fasilitas nasional, Angkatan Laut Turki kini mengumumkan akan membangun sebuah kapal perang kelima di dalam negeri, seperti diberitakan oleh Daily Sabah.

Kapal baru yang diberi nama “Istanbul” itu akan menjadi frigate pertama buatan dalam negeri Turki. Angkatan Laut telah menyelesaikan desain kapal kelas ini dalam waktu dua tahun berdasarkan desain korvet Ada-Class.

Menteri Pertahanan Turki, Fikri Isik bersama dengan petinggi militer berada di sebuah galangan kapal di Istanbul untuk memperkenalkan frigate “Istanbul”, yang akan menjadi kapal pertama dari jenisnya dimana seluruhnya dibuat di Turki.

Panglima Angkatan Laut Turki, Laksamana Bulent Bostanoglu menekankan bahwa Angkatan Laut harus siap untuk lingkungan keamanan abad ke-21 dan mempertahankan tujuan untuk melindungi negara dan kepentingan nasional dari musul di laut lepas.

Laksamana melanjutkan, “Pada dasarnya, frigate Istanbul merupakan bagian dari mimpi yang tidak pernah berakhir bahwa kita tidak pernah menyerah dan itu adalah mimpi yang akan diwujudkan”.

Frigate I-Class (Istanbul) lebih panjang dari korvet Ada-Class. Meskipun memiliki ukuran yang besar, frigate ini diproyeksikan akan dapat mencapai Somalia atau Yaman dari Istanbul tanpa pengisian bahan bakar.

Frigate ini akan dilengkapi dengan rudal Evolved Seas Sparrow, dan tidak seperti korvet, yang hanya memiliki jangkauan rudal dipandu sejauh 5 km, kapal ini akan dilengkapi kemampuan meluncurkan rudal sejauh 18,5 km.

Fregat nasional pertama, Istanbul-Class akan selesai dalam empat tahun ke depan.

Angkatan laut Turki berencana membangun 4 unit frigate I-Class, yaitu TCG Istanbul (F-515), TCG Izmir (F-516), TCG Izmit (F-517) dan TCG Icel (F-518).

Dalam beberapa tahun terakhir, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan mengatur agar proyek alutsista dapat dibuat lebih “nasional dan domestik”. Angkatan Bersenjata Turki (TSK) sekarang menggunakan helikopter buatan, senapan serbu, rudal, artileri dan kendaraan udara nirawak buatan dalam negeri. Turki juga berencana membangun kapal selam pada dekade yang akan datang.

Harga frigate I-Class ini diperkirakan sekitar USD $ 325 juta.

Spesifikasi Umum:

  • Panjang: 113 m
  • Bobot: 3.000 ton
  • Kecepatan Maks: 29 knot
  • Jangkauan: 6.000 nm (11.112 km)
  • Jumlah Kru: 125

Persenjataan:

  • 2×8 adet RGM-84L Harpoon Blok II and/or ATMACA ASM
  • 16 cell Mk41 VLS
  • 64 RIM-164 ESSM (16 Quad Pack, ESSM Blok 2 planned)
  • Phalanx Mk-15 Blok 1B CIWS
  • Oto Melara 76/62 mm Super Rapid main gun
  • 2x 324mm Mk-32 triple torpedo launcher
  • 2x 25 mm Aselsan STOP
  • 1 S-70B Seahawk helicopter

Sensor:

  • Smart-S Mk-2 3D radar
  • STING EO Mk2
  • TBT-01 Yakamoz SONAR
  • SatCom, GPS, LAN, Link 11/16
  • ALPER LPI Radar, ECPINS-W, ECDIS/WECDIS
  • Yaltes EPKIS
  • E/O Director: Aselflir 300D
  • Genesis ADVENT BMS

Peperangan Elektronik:

  • SIGINT: Aselsan ARES-2N
  • Torpedo decoy
  • Jammer: Sea Sentor SSTD
  • Laser/RF
  • ASW Jammer

Propulsi:

  • 2x MTU 16V595TE90 diesel
  • 1x LM2500 gas turbine (CoDAG)
  • 2x Escher-Wyss CPP

Sistem Energi:

  • 4x generator 588 kW

JakartaGreater

Artikel Terkait :

  36 Responses to “Turki Mulai Pembangunan Frigate Istanbul-Class Pertama”

  1. Tetep pilih Sigma…..

  2. Wieeew banyak amat armament nya

  3. Turbin gas LM2500 legenda hidup. Turbin sejuta kapal.

    Salam

  4. sigma pkr kapan beroperasi

  5. mirip sigma

  6. Sigma yang kemarin aja sistem combat nya belum lengkap…
    Trus kelanjutan dengan destroyer iver huitfeldt dah nggak ada kelanjutannya, 2 tahun di pemerintah ini tidak ada penambahan alutsista semuanya jalan di tempat yang ada eyel-eyelan, lha wong yang buatan dalam negeri masih belom jelas Kelanjutannya
    Dah kesekian kakinya pesawat pada jatuh, kri tenggelam, duwit buat beli Apache diembat oknun Brigjen… membajirnya pendatang haram dari cina..
    Tapi semuanya adem ayem seperti nggak ada apa.. mungkin nunggu digebuk sama Negeri lain baru bingung cari kambing hitam.. oaalllaaahhh… pak.. pak..

    • Bung John kurang baca ya kok bilang tidak ada penambahan alutsista ?

      Sebenarnya pada 2 tahun ini sudah banyak yg dibeli sekaligus sudah jadi.

      Dan ada lebih banyak yg akan dibeli pada 3 tahun yg akan datang.

      Silakan baca banyak2 ya.

  7. Tetep pilih SIGMA atau DSNS Family, RI perlu tambah lagi 4 PKR 105 dan akusisi serrta manufactur didalam negeri 2 Unit dulu Fregat DSNS Family De Zeven Provinciën class Frigates pasti bisa meski dana cekak,,di otak atik kan gatuk (ketemu) atur atur laa budget yg ada yg penting NIAT

    • PKR tetap akan dibuat mencapai 26 unit, namun bertahap, tidak sekaligus.

      PKR sigma adalah light fregat, sedikit lebih tinggi daripada korvet tetapi tidak 100% fregat.

      Parchim akan dinaikkan dikit jadi light fregat namun akan termasuk komponen cadangan.

      Target sampai 2034 itu ada :

      64 light fregat (termasuk PKR dan Parchim, Nahkoda Ragam Class, Diponegoro Class, dll).

      32 fregat di mana termasuk Van Speijk class (akan jadi komponen cadangan) dan lainnya.

      20 Destroyer

      4-6 Cruiser.

      • bangun bang FeHaDe
        dah siang

      • hebat bener mata merem, nyawa masih belum konek sama tubuh tetep bisa ngitung

      • Parchim 16 – 1 = 15
        NR class = 3
        Diponegoro class = 4
        PKR 10514 = 26

        15 + 3 + 4 + 26 = 48

        Tuh sudah 48 unit.

        Tinggal 16 unit lagi korvet / light fregat lainnya. Bisa jadi diambil dari versi Swedia dan atau Denmark.

        • Tukang Ngitung, PhD tolong dijelaskan upgrade Parchim Class (PC) jadi Light Fregat itu seperti apa?

          Menurut saya PC itu tergolong light corvette baik dari aspek senjata maupun sisi dimensinya.

          Salam

          • Jangan bayangkan Parchim akan jadi seperti Buyan Class Corvette.

            Selama ini Parchim class hanya diperuntukan untuk peperangan anti kapal selam (roket RBU6000) dan kurang perlindungan udara.

            Salah satu upgrade perlindungan udara adalah dengan dipasangnya CIWS norinco 730.

            http://jakartagreater.com/kri-silas-papare-386-akan-dipasangi-ciws-tipe-730-dari-norinco/

            Upgrade ini menuju ke arah light fregate.

            Nanti di RI seluruh korvet tidak lagi disebut korvet namun akan disebut light fregat.

            Salam.

          • Upgrade hanya penambahan CIWS saja dikatakan sudah “arah menuju light fregat” – maaf itu saya tidak sependapat. Itu belum cukup untuk boleh dikatakan Light Fregat biarpun dia punya misi ASW.

            Tapi bung TNP sdh membatasi bahwa jangan bayangkan Parchim seperti Buyan Class. OK. Padahal Buyan Class (ada yg panjang 75m) sendiri yg tergolong cuma corvette itu senjatanya lebih layak kalau kita katakan seperti Light Fregat dan dimensinya sedikit lebih besar dari Parchim (panjang 72.5m) tapi masih lebih kecil dari Diponegoro Class (91m) yg kita golongkan sbg corvette.

            Kalau ada kebijakan di TNI AL bahwa nantinya seluruh kapal corvette akan digolongkan Light Fregat itu pasti punya alasan sendiri. Mungkin bung TNP sdh dapat bocoran bahwa kebijakan itu berdasarkan penambahan senjata CIWS atau ada hal lain? Atau hanya untuk memudahkan / menyederhanakan saja.

            Salam

          • Yupp,, Mau ditambahin gendongannya kaya gmna juga tetep aja PC masuknya korvet class..

          • Saya pakai reply yg ini saja. Kalau bung TNP katakan bahwa Parchim Class (PC) mau diequipmen berbagai macam senjata spy spt Light Fregat maka pertanyaannya :

            1. Apakah dimensi (main deck) PC masih punya space untuk bisa menampung senjata yg begitu banyak dengan tetap mempertahankan misinya untuk ASW?

            2. Dengan tambahan berbagai macam senjata (bertahap) pada main deck bukankah itu sangat riskan bagi CoG (Central of Graviti) kapal? Semakin tinggi titik CoG maka kapal makin mudah terguling.

            3. Apakah kekuatan struktur main deck dll dari kapal PC sejak awal pembangunan sdh dipersiapkan untuk memfasilitasi tambahan berbagai macam senjata? Seperti kalau kita mau menambah lantai rumah di masa depan apakah fondasi sedari awal sudah diperkuat?

            Mohon maaf kalau banyak tanya, cuma butuh pencerahan.

            Saya concern dengan PC karena ini kapal sdh uzur. Tentu metalnya sdh mulai fatique. Disamping ukurannya memang hanya untuk light corvette.

            Salam

          • Tadi sudah saya katakan bahwa PC akan jadi cadangan sama seperti VSC jadi hanya keluar saat diperlukan saja. Jadi meminimalisir metal fatique.

            Bagian belakang PC khan ada meriam double barrel, bisa diganti dengan MLRS atau SAM seperti NASAMS ukurannya lebar dan panjang bagian belakang cukup untuk menampung peluncur NASAMS ini.

            Bagian depan rbu6000 bisa diganti NASAMS juga.

            sementara untuk ASW bisa pakai torpedo saja, sebab PC memang sudah dilengkapi torpedo.

            Jadi tidak menambah senjata namun menggantinya dengan yg lebih canggih.

          • Jadi menurut bung TNP untuk memfasilitasi tambahan senjata di atas kapal PC maka kemampuan ASW nya dikurangi. Padahal oleh pabrikan tugas utama dari kapal-2 PC ini untuk misi ASW.

            Mungkin secara teknis hal itu bisa saja dilakukan tapi menurut saya itu agak memaksakan. Terlalu penuh dek kapal PC nantinya. Dan harus dihitung cermat kesetimbangan kapalnya spy kapal tetap stabil termasuk saat berlayar di cuaca buruk.

            Idealnya hal itu minimal dilakukan pada corvette Fatahillah class saja yang diupgrade untuk arah ke Light Frigat. Mengapa?

            Dengan dimensi 84 meter (lebih besar 11.5 meter dibanding PC) Fatahillah Class terasa lebih akomodatif dibanding kapal PC.

            Salam

          • Sekarang saya mau tanya ke bung Doharto,

            PKR sigma sekarang kemampuannya apa ?

            Bukankah kemampuannya :

            AAW pakai vls dan CIWS.

            ASW pakai torpedo

            ASuW pakai SSM.

            jika PC ASWnya diganti dari RBU 6000 dan torpedo ke torpedo saja namun yang lebih canggih bisa bukan ?

            Sekarang tinggal dinaikkan saja kemampuan AAW dan ASuW nya.

            lagipula sekali lagi, PC nanti hanya bertugas sebagai cadangan saja.

            Selain itu kemampuan ASW yang tadinya hanya dibebankan kepada PC nanti akan dibagi ke PKR, heli ASW, KCT, real fregate dan juga kapal selam yg ditambah jumlahnya, jadi nantinya tidak melulu tugas PC saja.

            PKR sendiri pada tahun 2034 akan ada 26 unit, heli ASW minimal 32 unit, ks 30 unit resmi, sudah ringan tugas PC itu sehingga kemampuan asw nya bisa dikurangi.

          • Baiklah bung TNP mudah-2an nanti negara kita Indonesia tercinta ini akan memiliki dana untuk meng-upgrade 15 unit kapal Parchim Class untuk naik kelas ke Light Fregat yang memiliki daya pukul mumpuni. Karena jumlah dana yang dibutuhkan itu tentunya tidak sedikit dan 15 unit kapal tsb nantinya hanya untuk armada cadangan saja.

            Salam

  8. FRIGATE MURNI BUKAN LIGHT FRIGATE.

  9. Wadoww,frigate istanbul mahal banget,iver huitfeldt dgn bobot 6000 ton harganya US$ 325 juta

  10. Iver saya harap

  11. Indonesia kapan ya bisa bikin Destro? Ajak joint produksi aja galangan2 kapal negara2 maju teknologinya agar cepat terjadinya penyerapan ilmu bagi ahli2 negara kita! (Harapan rakyat jelata)

    • Andre@ sudah bung,PT PAL dgn Damen Belanda,sebentar lg kerjasama pembuatan iver dgn denmark akan berlanjut,jadi nantinya indonesia akan mampu membuat frigate asli buatan indonesia dgn design perpaduan SIGMA PKR dan design iver huitfeldt

      • Itukan masih kelas Fregat belum real Destroyer bung, gak kebayang bangganya bila Indonesia punya Destro dan Penjelajah! Ma’af bila salah karena orang awam.

        • Destroyer masih belum diutamakan bung, saat ini Lebih baik menambah kapal2 fregate, korvet dan kasel, dan masih banyak juga kapal2 kita yg sdh sangat tua dan perlu diganti

  12. Wah, masih dibawah A400M Atlas nih harganya :D, dana USD 2 M bisa buat beli 6 frigate 😀

  13. Siap siap beli yg bikin ogah ogahan..gimana dong.?

  14. yg kita butuh saat ini adalah corvete, frigate, dan ASW,,
    destro dan cruiser belum butuh karena doktrin TNI AL adalah bertahan.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)