Dec 312016
 


ANKARA – Sebuah perusahaan multinasional baru yang terdiri dari Turki, Jerman dan Malaysia sedang dalam pembicaraan dengan Qatar untuk menghasilkan 1.000 kendaraan lapis baja.

Pada bulan Agustus, produsen BMC Turki, Rheinmetall Jerman dan Etika Strategi Malaysia bergabung untuk meluncurkan anak perusahaan Turki. RBSS, perusahaan patungan baru, akan menawarkan solusi lapis baja kepada militer Turki dan militer lainnya. Kata perusahaan joint venture akan fokus pada kendaraan lapis baja beroda dan berantai.

Pejabat perusahaan mengatakan bahwa RBSS baru-baru ini melakukan negosiasi kontrak dengan pemerintah Qatar untuk penjualan hingga 1.000 kendaraan lapis baja dalam berbagai jenis dan konfigurasi. Mereka tidak mengungkapkan lini produk dalam pembahasan. Qatar memiliki saham 50 persen di BMC Turki.

Sementara ini BMC telah mendapat kontrak dari pemerintah Turki untuk pengadaan 35 unit kendaraan lapis baja Amazon. Pelanggan internasional potensial lainnya adalah Pakistan dan Turkmenistan, kata pejabat perusahaan. Mereka memasang harga senilai US $ 480 juta untuk 35 unit Amazon.

BMC pertama kali meluncurkan Amazon pada Pameran Doha International Maritime Defence 2016 di Qatar. Kendaraan tersebut, menurut pejabat perusahaan, sangat ideal untuk digunakan oleh polisi maupun militer dalam operasi perkotaan. Amazon bisa menampung hingga tujuh personel. Muncul dengan tambahan lapis baja dan pilihan RWS.

BMC juga memiliki kontrak pengadaan 329 unit Kirpis untuk militer Turki pada tahun 2017. Kirpi adalah kendaraan anti ranjau, anti penyergapan yang dikembangkan dan diproduksi oleh BMC. Kendaraan ini memiliki fitur mesin 375 PS; drive konfigurasi 4-roda; transmisi otomatis; kapasitas angkut hingga 15 personel bersenjata lengkap; perlindungan terhadap ancaman ranjau, balistik dan improvisasi; senjata turret manual atau RCWS; dan sistem pemadam api otomatis..

BMC sedang dalam pembicaraan dengan Turkmenistan untuk penjualan 10 unit Kirpi versi ambulans. Sebagai tambahan hampir mendekati 300 unit Kirpi pesanan dari pemerintah asing.

“Target kami berikutnya termasuk Timur Tengah, Asia Tengah, Afrika Selatan dan Eropa,” kata seorang eksekutif senior perusahaan.

Secara lokal, BMC dan mitra-mitranya juga mengamati skontrak bernilai miliaran dolar dari pemerintah Turki untuk produksi massal 1.000 unit tank tempur utama generasi baru. Altay akan menjadi tank tempur buatan Turki yang pertama.

Prototipe Altay ini dibangun oleh Otokar, produsen kendaraan lapis baja saingan BMC. Pada bulan Januari 2016, Otokar memberikan penawaran terbaik untuk produksi massal, tapi pemerintah meminta Otokar untuk mengirimkan penawaran “akhir” itu diserahkan pada bulan September 2016.

Sekarang otoritas Turki akan memutuskan apakah akan memberi kontrak kepada Otokar sebagai penawaran tunggal atau meluncurkan tender, yang akan mencakup BMC atau RBSS. Kebanyakan birokrasi pertahanan berharap pada kompetisi daripada pembelian pada satu sumber.

Sumber: Defense News

Artikel Terkait :

  8 Responses to “Turki Negosiasi Pengadaan 1.000 Kendaraan Lapis Baja Untuk Qatar”

  1. Ayo pindad jangan mau klah

  2. ngeri bokk

  3. Mungkinkah Pindad mampu bersaing???
    Klo dari segi kualitas mungkin bisa… bahkan mungkin melebihi…
    Dari segi harga… ini yang sulit, karena Pindad/Indonesia belom bisa produksi mesin sendiri, alias masih import 🙁

    Satu hal lagi, ongkos kirimnya tentu menjadikan harga kendaraan buatan Pindad kurang bersaing 🙁 kecuali kerjasama dengan memberikan lisensi ke Qatar 😀

  4. semua perlu,, PROSES,, DANA.. dan ILMU PENGETAHUAN,, ga bisa UJUG–UJUG jadi

  5. 1000 ataly..apa ga..mimpi ..bukkn.y masih ujicoba…jln msih panjang..pindad tetap ok…

  6. Asia tenggara tak ada di daftar

  7. Qatar mo jadi Singapur-nya Timteng nih. 1000 kendaraan lapis baja???….Buset dah. Sekalian buat dipakai pasukan Turki yg baru bikin pangkalan militer di Qatar nih mungkin.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)