Nov 062014
 
Eurofighter  Typhoon

Eurofighter Typhoon

London – Produsen pesawat tempur asal Inggris, Eurofighter, tengah mengkaji kemungkinan perakitan varian jet Typhoon di Indonesia. Empat negara yang tergabung dalam konsorsium Eurofighter dikabarkan mendukung rencana yang akan dibicarakan dalam pameran Pertahanan Indo Defence 2014.

Kepala Eksekutif Eurofighter Alberto Gutierrez mengatakan konsorsiumnya sudah siap bekerja sama dengan industri penerbangan Indonesia mengenai pengembangan kemampuan Typhoon. Dalam waktu dekat, perusahaan itu akan melakukan pembicaraan terkait dengan hal apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan Thypoon.

Sebelumnya, Alberto mengaku sudah beberapa kali berdialog mengenai rencana ini dengan Kementerian Pertahanan. “Tapi sekarang terlalu dini untuk didetailkan,” kata dia seperti dikutip dari Defencenews, Selasa, 4 November 2014.

Perakitan akhir jet Typhoon oleh industri penerbangan Indonesia merupakan salah satu perjanjian panjang antara kedua belah pihak. Pada Januari 2014, Indonesia mengirimkan surat kepada Eurofighter, Saab Swedia, Boeing F/A-18, Lockheed Martin F16, Dassault Rafale, dan produsen Sukhoi untuk meminta mereka memberikan informasi mengenai produk jet tempur. Hal ini berkaitan dengan rencana Indonesia untuk menganti pesawat tempur F-5 secara bertahap.

Berbekal dana US$ 1 miliar, Indonesia akan mendatangkan 16 pesawat tempur secara bertahap. Karena itu, Indonesia membutuhkan kontraktor pertahanan sebagai mitra perusahaan lokal yang akan turut merakit pesawat-pesawat tersebut. Permintaan ini direspons oleh Eurofighter, namun perusahaan ini menunggu sikap pemerintahan baru.(tempo.co.id)

Artikel Terkait :

  189 Responses to “Typhoon Bakal Dirakit di Indonesia”

  1. pertamax.. lanjutkan

    • Jebakan Batman. Hanya produk Russia yg bisa menjamin keamanan indonesia semisal: PAK FA T-50, SU-35 & SU:34 http://www.dutchaviationsupport.eu/2011/1-%20PenV/maks/SU%2034%20-%20T50%20PAK%20FA%20-%20SU%2035.jpg

      • Mas Supar Tukino…..Kalo aku Denger Beritanya…Su-35 BM tetep dibeli dari Paman Beer , tapi bukan sebagai pengganti F5 Tiger…Su-35 BM Didakan sebagai penambahan Sekuadron baru….Para Petinggi TNI Tetap Komitmen Pengadaan Su – 35 BM Prioritas, karena sebentar lagi pesawat F-35 Stealt Negara Musang akan Berkeliaran mengelilingi NKRI…

        • Pesawat Tempur Eurofighter Typhoon…Aku Setuju…Cepat Bungkus untuk mengisi Kekosongan Meronda Wilayah NKRI yg Sangat Luas….SU-35 BM Tetap Prioritas…Paman Beer akan Mendahulukan SU-35 BM Buat Indonesia…

      • buruan gak pakai lama.

    • Jika deal maka ini adalah keputusan taktis sekaligus strategis.

      Taktis karena memenuhi kebutuhan medium multi-role combat aircraft untuk jangka pendek dimana sekarang peran tersebut sedang kosong.

      Strategis karena:
      1. mengamankan kehandalan dan pasokan alutista karena tidak tergantung dengan salah satu sumber atau blok.

      2. tot. mempercepat learning curve para manufacturing engineer di PT DI sehingga ketika proyek IFX sudah memasuki tahap produksi massal mereka sudah terbiasa merakit pesawat tempur yang tentunya tingkat kerumitan dan kepresisiannya sangat tinggi

      3. menambah portofolio pilot tempur Indonesia dimana nantinya mereka akan mengoperasikan setidaknya empat kategori pespur dari blok/negara berbeda (USA, Rusia, Korea Selatan dan Eropa). karakteristik dan keunggulan dari masing-masing pespur tersebut tentunya merupakan informasi yang sangat berharga bagi pengembangan pespur kita di masa mendatang.

      negara-ngara tertentu mungkin akan bersusah payah untuk bisa mencicipi pespur dari blok/negara yang berseberangan sementara bagi kita mereka justru berbondong-bondong menyodorkan diri. tidak tertutup kemungkinan kita bisa melakukan reverse engineering

    • 4:29 pm
      Dari ArtikeL di atas yang membuat sy bingung dan bertanya tanya yaitu :” pabrik perakitan ” , Maaf bagi sy PERAKITAN daLam dunia kerja saya karna saya berprofesi sebagai SALES MOTOR & MOBIL berarti KOMPONEN yang TER PISAH2 dipasang atau RAKIT kembaLi dengan cara menyatukan bagian-bagian yang TERPISAH tersebut , naaaah beda HaL nya MADE IN MANUFACTURING , Sedangkan Arti dari MADE IN MANUFACTURING :”PEMBUATAN BARANG Atau UNIT dari NOL atau TIDAK berbentuk menjadi suatu. Barang yang UTUH , BERWUJUD atau BERBENTUK yang mempunyai niLai GUNA atau FUNGSI serta hingga mempunyai NILAI atau HARGA JUAL ” Naaah dari KESIMPULAN tersebut di sini Kita hanya sebagai TUKANG JAHIT , karna hanya merakit BEDA HALnya MEMBUAT atau minimaL TURUT Serta mengembang kan ??? Ataukah itu hanya kata2 untuk meredam suhu di Kawasan???

      • bahkan untuk sekedar merakit pun banyak negara yang tidak mau berbagi dengan kita. begitu juga dalam hal maintenance. maka jangan heran jika kemudian ada alutsista kita yang dimaintenance di ukraina. padahal puluhan tahun kita sudah berpengalaman merakit dan merawat helikopter. kenapa? karena mereka tidak mau berbagi blue print maintenance-nya.

        begitu juga pespur yang dikirim dalam kondisi terurai (completely knock down) dirakit sendiri oleh mereka. kenapa tidak dirakit di pt di? 🙂

        production engineering (assembling hanya salah satu bagiannya) juga bukan ilmu sepele. di dalamnya ada ilmu bagaimana menentukan metode perakitan tercepat, bagaimana membuat jig & fixture, bagaimana melakukan adjustment dan kontrol kualitas.

        kandungan komponen dalam negeri tentunya melihat kapasitas industri dalam negeri, dalam hal ini pt di. tokh mereka selama ini sudah terbiasa menerima proyek pembuatan komponen pesawat airbus. poin ini pasti bisa dirundingkan memakai skema offset.

    • merakitpun harus dikritisi bung,,,jika untuk parsial2 besar / blok kecil ilmunya,,,tetapi jika merakitnya dalam bentuk uraian2 kecil ilmunya banyak, sehingga kita jadi mempunyai pengetahuan yang mendetail dan inilah yang diharapkan, sambil menganalisa setiap komponen tentunya,,,mudah2an PT DI mampu membuat dan mendesain sendiri tentunya,,,,amiiiin

    • kalau lihat youtub tipun vs su35
      tipon:
      +bisa menembak rudal ke belakang dengan hanya pilot menoleh ke belakang.
      – dibantu awacs untuk musuh diluar jangkauan radar
      Su 35
      + bisa mendeteksi musuh di jangkauan 400km
      + menggunakan rudal jarak jauh untuk menjatuhkan
      + mendeteksi pesawat siluman
      – bisa kedetek oleh awacs

  2. woww..tawaran yg menggiurkan

  3. Mantaap wae wisss,,,

  4. 1st

    • Duh telat…… Wah enak nih kita bisa belajar banyak dari rakit typhon berhubung badan typhon paling tidak stabil ( = lincah sekali) bagus buat kfx ifx nih sekalian belajar materialnya composit nya juga sip deh typhon

  5. yakiin mau dirakit dimarii..???
    weeehweeh…

  6. semoga berhasil……

  7. mantap tuh

  8. pertamax

    sambil makan siang
    SR lagi….

  9. Mudah2an bener nih,bertambah lagi ilmunya….semakin dekat dg kemandirian alutsista kita….tp jangan lupa SU 35 nya…

    • Assallamuallaikum bung mirza. Kayaknya no more for sukhoi deh…
      Padahal s 35 adalah jalan lurus menuju pak fa.
      Hadewh.. Keder pisan..

      • lihat info indo defence….typhoon dan rafale sampai bawa simulator sedangkan sukhoi cuma bawa miniatur hayo yang yakin di beli mana

        .hehe pendapat orang tani

        • mungkin karena sukhoinya dah banyak disimpen TNI om………
          makanya gak perlu lagi bawa simulator dll., lha wong dah tau sama tau.

        • Lha knp bawa simulator? Klo unit nya udh ada di mari.. simulator sukhoinya lho…. heheh klo unit su35 nya sih…. hehhehehehehehehehe cukup yg berhak aja yg tahu

        • Ingat tahun 2005 dulu, kemenhan sempat mengumumkan kalau kita mau beli kapal selam Kilo class dgn memakai fasilitas kredit ekspor Pemerintah Rusia. seketika gemparlah kawasan ini !! Akibatnya kemenhan tdk pernah lagi ngomong soal ini. Sampai kemudian muncul pernyataan RESMI dari kemenhan bahwa dana kredit ekspor dari Rusia tsb tidak cukup utk beli kapal selam kilo class. Jadi Indonesia “batal” beli kapal selam tsb. Akhirnya negara-negara tetangga jadi TENANG KEMBALI………padahal…………………….

      • Walaikumsalam bung Guru sd,tp dari tulisan yg tersirat di atas $1M,dapat 16,pespur mana yg paling mendekati…???ma’af kalo salah,mohon pencerahan nya…

  10. Pertamax kah…klo ane sih tetap su 35.si masha ??N????? the bear.pesawat tempur multi peran,pengeimbang strategi kawasan yg didiminasi si asu!

  11. Biasa saja.. tetap Super Flanker

  12. Ooooo ujung-ujungnya Indonesia cuma tempat untuk merakit too. samakah pengertiannya dengan asembling?

  13. anti embargo barat

  14. anti embargo barat. sekali rusia tetap rusia blok timur lebih baik

  15. Rayuan gombal…!!!
    Tak sebanding dgn ancaman EMBARGO!!!

  16. cieee cieee udah deal nih ye,lah wong udah lunas kok :mrgreen: tinggal pengiriman 😆

    • Bung artinya supaya rusia segera mengirim su-35 tni…sebelum kedahuluan tipun datang….mudah2an su – 35 yg lg di rakit untuk keperluan au rusia diantaranya untuk tni au..2015 dah nyampe tuh su

  17. Kalau hanya berita saja, rasanya dibuat makin kabur. Apa ini juga merupakan strategi utk pengalihan berita pembentukan skuadron baru di timur? Nunggu pencerahaan sesepuh,sambil jualan ayam di pasar.

  18. SU 35 Harga Mati

  19. klo rusia memberi tawaran yg sama dgn Ef typhoon…bkn tdk mungkin rusia yg dipilih pemerintah,tp kapan?
    Sementara indonesia sepertinya tdk mau mengulur waktu utk memodernisasi alutsistanya,dan barat lbh cepat merespons apa yg menjadi keinginan indonesia..

  20. Mungkin perlu diperjelas ngerakit full body sampe daleman sistem misal elektronik, avionik, radar, sistem prsenjataan atau cm ngerakit rakit kehulu tp gk pernah berenang renang ke tepian.

  21. typhon goes to Indonesia and Rafale goes to Malaysia

  22. karna saya kalo komen pasti gk mutu,
    n gak bisa ikut diskusi yg nambah wawasan…
    maka itu saya SR aja…

  23. Aku manut uae, Wlpun lbih condong SU35,
    tapi intinya demi NKRI yang lbih baik lg…..

  24. Kalau merakit ilmu ToT nya dimana? Hanya memasang material dan spare parts yg datang terpisah. Kecuali diajarin cara buatnya baru okeh…. Btw KT-1 Wongbee juga dirakit di Indo, apa lantas kita udah ngerti cara buatnya? hehehe

    • Kalau hanya sekedar merakit memang ilmu ToT nya gk ada. Tapi kalau Indonesia dilibatkan dalam pengembangan, ya sangat jelas banyak ilmu yang bisa diserap. Apalagi jika komponen nya bisa ada yg dibuat di Indonesia.

    • Pada lupa ya.. dulu kita jg cuma pertamanya jg cuma merakit si wilga… tp lihat perkembangannya kemudian.. n 250 bisa kita buat

  25. agak kecewa jg sih knp indonesia milih produk barat, kynya gak belajar dr kesalahan deh

  26. ambil az tpi jangan lupa su35 d bumgkus,kalauu d embargo kita msh kuat dan gk bisa d lecehkan negara manapun

  27. nurut aja sama maunya kemenhan…

  28. Sebelumnya saya khawatir dan kurang setuju jika Indonesia membeli jet tempur ini. Namun jika tawaran ini benar, menurut saya ini benar-benar tawaran menarik jika Indonesia dilibatkan dalam pengembangan jet tempur ini.

    • Asalkan tidak hanya “gombalan” semata untuk tujuan membatalkan pembelian jet dari rusia

    • kaya-y emang ada skenario supaya kita ga jadi beli su-35, maka dikasihlah embel2 ToT, Perakitan di indonesia, rencana mau bantuin bikin KFX /IFX dll, sy sih setuju aja tapi sukhoi family order jalan terus

  29. Jangan mau dengerin tawaran itu karena mereka bisa aja embargo dulu. Sakitnya tuh di sini..

  30. Alih2 memalingkn indonesia membeli su-35

  31. bau2 nya sih ini yg di pilih tni au , kecewa bgt klau bukan su 35 , ada yg lebih hebat dan lebih sangar , malah beli yg kaya tukul gini ada kumis nya , typhoon arwana !

  32. Waahh..memprihatinkan…
    siap siap pengembosan militer jilid

  33. hahaha…cuman disuruh merakit ? katanya TOT, mana TOT nya ?

  34. “tapi sekarang terlalu dini untuk didetailkan”.

  35. Klo melihat A1 list nya komandan Narayana,kayaknya yg di ambil bukn cuma typhoontyphoon lo,rafale dn Su 35 juga ikut diambil …cmiiw

    • SU 35… tetap pilihan utama untuk fighter kelas berat bung…. mungkin yang ini dan ddd rafa untuk kelas mediumnya…

  36. Menurut pengamatan saya 😛 pemerintah akan mengakuisisi typhoon ini,karena ada dorongan kuat dari PT DI yang akan melakukan kerja sama TOT,sedangkan untuk SU-35 menurut saya pemerintah juga akan membelinya…kenapa??? karena pemerintah pada tahun 2019 berencana akan menambah skuadron tempur minimal 3 SKS,dengan catatan ekonomi dan kesetabilan negara kita maju,untuk ekonomi minimal antara 6-7%,jadi yg pertama akan digarap adalah Typhoon dan selanjutnya adalh SU-35….begitu menurut hemat saya….:D 😀 ,# enak ya jadi pengamat….terserah ngomong maunya apa….:P hehehehe…

  37. bok ya sabar to mas mas bro ini kita liat perkembanganya dulu, bukanya kita akan menambah skuat lagi,sapa tau su 35 bakal di seret buat jaga langit kita intinya sabar nunggu perkembangan oke oke oke oke

  38. mengharap SUpeno 35……

  39. Sukoi 30 tni au juga dirakit disini, badan da sayapnya terpisah, trus kita juga dtgkan mesin terpisah kmrn he he he

  40. Pesawat Mutannya SU 35s nya mudah2 an aja seperti pembeliaan KS Kilo ga di publish yg di munculkan yg pembeliaan skema ToT..sy pikir bagus ambil Avionik & Mesin Tipun untk pengembangan Pesawat IFX untuk kemandiriian Alutsista kita..

    • pembelian KS kilo sebenarnya di publish sama tempo. tp media lainya tidak jadi kelihatan sepi padahal kita sdh memiliki sejak thn 2011. jumlahnya tdk diketahui…??????!!

  41. awas terjadi kembali kasus embargo ketika kita sedang nikmat” menggunakan produk barat

  42. Jgn sampai kita mau di kadali sama mbok asu and friends lagi, wah gawat nih kalau sampai kita tidak jadi akusisi su 35bm dari uncle putin,bisa bisa f35nya si upil dan si uncle aus mondar mandir di langit kita,sakit sekali rasanya kalau kita nasuk kubangan sampai berkali kali,iiiiingat dong sana embargo yg sudah oernah kita sama sama rasakan,dan sudah jelas tuh typon jauh lebih mahal kenapa medti ntuh yg di beli,terus kalau perang sama sonotan, dah jelas di embargo deh tuh spare part.
    Nkri harga nati.

  43. Padahal uni sovyet (induknya uni sovyet ya rusia) pernah mengembargo kita parah bgt. 90% alutsista kita lumpuh, sebagian besar pensiun muda krn blum lama dibeli. Jadi mending realistis, sblm bisa bikin pesawat, hampir 30thn dihabiskan china utk belajar ngerakit pesawat tempur. Jadi pilihan realistis utk kemandirian ya eurofighter atau gripen. Lagian pespur rusia gak ada yg battle proven kok

    • Setuju sama pendapat om warteg
      kok yakin amat kita nggak bakal di embargo oleh rusia dan eropa. Semua kemungkinan bisa saja terjadi mending kita belajar aja dulu. Asal dari semua tawaran yg ada mana yg memberi kita ilmu dulu dari merakit baru bikin. Minimal dari merakit kita tahu kompenen mana yang bisa dibuat. Orang indonesia kan ahli modifikasi ntar tinggal dimodif jadi typhoon rasa bandung…

    • itu yang jarang diketahui oleh banyak warga di sini.
      kenapa alutsista kita yang konon paling gahar di belahan bumi selatan tiba2 lumpuh?

      perubahan kecondongan ideologi indonesia plus permusuhan kita dengan komunis membuat uni sovyet kala itu tidak mau menjual sparepart alutsista kepada kita
      lalukita lihat sendiri tiba-tiba kekuatan udara dan laut kita bak macan ompong

      mau bebas embargo??
      bangunlah kemandirian
      bangunlah rantai pemasok dari beberapa sumber

      selama kita hanya menjadi konsumen maka ancaman embargo tidak bisa kita nihilkan

      • contoh paling nyata adalah Korea Selatan
        meski di back-up 100% persen oleh Amerika Serikat mereka tidak mau terlena. dan ini bukan omong kosong. ada lebih dari 25.000 tentara AS di Korsel. tetapi mereka tidak ingin nasibnya ditentukan oleh negara lain.

        maka sejak tahun 90-an mereka mulai membangun industri pertahanannya. kini mereka memetik buah dari kerja kerasnya selama ini. kini Korsel menjadi salah satu eksportir alutsista utama di dunia.

        pilihan alutsista apapun harus menyertakan paket tot. itu amanat undang-undang dan jalan kita meraih kemandirian.

        sampai kapan kita menjadi bangsa konsumen??

        • Saya tidak tau apakah motivasi Korsel itu sama dengan motivasi India akibat konflik dengan Pakistan dan sebalik nya atau karna hal lain. Tetapi yang jelas untuk bisa beraliansi dengan USA Korea harus membayar dengan Mahal, salah satu nya dengan melatih wanita2 Korsel sebagai Comfort Women untuk melayani tentara USA agar USA tetap menempatkan pasukan nya di Korsel.

          http://www.reuters.com/article/2014/07/11/us-southkorea-usa-military-idUSKBN0FG0VV20140711

          Walaupun tidak dengan Comfort women Indonesia juga sudah membayar dengan mahal untuk bisa berbisnis dan bersahabat dengan USA (bisnis dan sahabat bukan aliansi). Apa yang didapat? Embargo, thats right…

    • sya prnah jga komentar sprti ini bung.. tp tetap d bully jga.. :mrgreen:
      sklma kita belum mandiri kita bkalan d bayang2in embargo, maupun itu alutsista barat ataupun timur. krna terlalu ngefans dgn blok timur sehingga bnyak yg menutup mata dgn teknolgi barat, sementara blok timur pelit akn ilmu. yg kita cari bkan hnya alutsista mana yg terbaik n terkuat, tp produsen alutsista mana yg ingin membagi teknologi mereka ke kita.
      kmbali jdi SR lg 😀

      • makanya alutsista kita campuran barat dan timur. itu strateginya. ga usah khawatir. jumlahnya fifty2. jadi kita tetap perkasa bila ada yg embargo. apalagi skrg bukan spt dulu ahli2 teknik kita sdh pandai modif. wlo di embargo bisa terbang terus…he..he..

  44. Sakitnya tuh disini !!

  45. Sependapat bung Brici, Feeling saya tp kq mengerucut ke EF Typhoon y? semoga salah.. tp apapun pilihanya semoga membantu perkembangan industri kedirgantaraan Nasional.

  46. Berdasarkan clues dari para sesepuh dan berdasarkan informasi yang sudah ada, bisa disimpulkan sebagai berikut:

    – EF Typhoon 36 12-D2014 (ex Luftwaffe), 10-D2015 (brand new), 14-D2016
    pending British approval for technology transfer scheme on certain parts, financing scheme, and acquisition of MBDA Meteor missiles.

    – JAS-39 Gripen NG 44 44-O, 14-D2014 (leased scheme), 8-D2014 (first batch delivery) 18-D2015, 18-D2016 possible scenario of integrating leased units from Swedish Air Force as part of acquisition scheme, thus increasing actual figure to 58 units

    – Su-35SI Super Flanker 64 16-D2014, 24-D2015, 24-D2016
    including upgrade package on EW, radar, and integration systems into current Indonesian Air Defense Ground Environment frameworks

    – Su-34 Fullback 48 8-D2014, 12-D2015, 14-D2016, 14-D2017
    batch 1+2 derived from VVS-RF units. including upgrade package on EW, radar, ASW sensors, and long range “tactical missiles

    – PT. DI diikutsertakan dalam program pembuatan SU-35 di antaranya adalah sebagai prodsen sayap SU-35 versi export (IMHO)

    – Untuk Euro Typhoon, Indonesia mendapat alih teknologi untuk avionic dan frame… (lupa)

  47. “Perakitan akhir jet Typhoon oleh industri
    penerbangan Indonesia merupakan salah
    satu perjanjian panjang antara kedua
    belah pihak.”.
    smg bkn hny proses perakitan akhir yg didpt dr pembelian ini.. & smg alasan pt.di mendorong pemerintah mengakuisisi typhon bkn cz alsan diatas.. tetapi lebih dri itu.

    salam warjager semuanya….. mhon pencerahaan nya dri para sesepuh.

  48. kalo di rakit doang sama saja gini, saya beli komputer, saya bli pretelan, kmudian saya rakit sendiri,
    jadi deh komputernya, tapi bisa sakit komputer , bukan berarti bs buat komputr, jngnkan buat komputer , buat mouse nya j say agak bisa.

    • tahu sebabnya kenapa anda tidak bisa membuat mouse?

      1. anda tidak menguasai perangkat lunak CAD (Catia, Pro/Engineer, Unigraphics, dlsb) dan tidak memiliki lisensinya
      2. anda tidak menguasai ilmu material. anda tidak tahu apa perbedaan, PE, PS, HIPS, ABS, POM
      3. anda tidak memiliki mesin CNC dan tidak menguasai programmingnya
      4. anda tidak menguasai teknologi pembuatan injection molding mold. minimal anda memiliki 3D printer
      5. anda tidak menguasai ilmu metrologi
      6. anda tidak memiliki mesin injection molding

      apakah anda tahu perangkat lunak dan perangkat keras apa saja yang dimiliki PT Dirgantara Indonesia??
      apakah anda tahu mereka sudah menguasai dan memiliki perangkat lunak dan perangkat keras yang diperlukan untuk membuat pesawat atau belum???

      • Mereka sudah punya semuanya Bung! Saya tahu itu. he..he.. Artinya PT. DI tidak begitu bodohnya hanya menjadi tukang assembly. Mereka punya software dan hardware untuk produksi pesawat. Tinggal pengetahuannya yang sedang diasah di Korea.

        Saya yakin kita dapat “sesuatu” dari Typhoon, Rafale, Sukhoi atau apapun pesawat yang kita beli. Dan kelak, semuanya menyatu dalam tubuh IFX!!

      • 😀 …eh bikin tanda jempol gimana ya… ?? 😀

        • Wah, kalau yg seperti dibilang bapak besar jadi tenang deh nih kepala, jadi adem rasanya, soalnya walaupun tot jalan tapi udara kita juga harus tetap aman dari ancaman ancaman penyusup, dari negri musang dan si upil yg bentar lagi punya f35, makanya gua kuatir banget seandainya kita tidak jadi ambil jetnya mr.putin.
          Tq big father.

      • bantingannya mengerikan bung xtrada :mrgreen:

      • setuju…. heran juga saya dengan lainnya sptnya komen ga pake mikir. sok tau

  49. Pespur Typhoon diambil pengembangan K-FX / I-FX jadi lebih cerah, sukhoi diambil TNI makin garang. Tapinya… buat pengembangan yang tadi gimana? Pilhan yang sama-sama bagus dan sama-sama berat. Semoga pemerintah bisa mengambil keputusan dengan bijak.

  50. kayaknya pihak EF ngebet amat ya pengen ngegolin dagangannya dimarih…
    alamat bagus nih kalo orang BU Dijual Cepat gini…
    teken aja gila2an di soal perjanjiannya, semua pasal kudu yg nguntungin RI.
    termasuk TOT sedetil2nya dibahas.

    kapan lagi nih dapet orang butuh dari blok barat, biasanya belagunya setengah mati ama kita.
    manpaatin abissss ni kesempatan, kumendaaannn!!

  51. Semoga tidak hanya dpt ‘upah’ dari merakitnya saja, moga sehat slalu.

  52. Kalo ada totnya ya ambil, tapi kalo cuman rakit doang ngapain? Mending su 35 , salam warjag semua warjag n selamat sore

    • selamat sore bung, setuju…..yg penting Typhoon hanya utk pelapis, harus ada pespur utama yg punya efek getar, ya Sukhoi Su-35 itu….analis militer barat sdh mengtakan Su-35 itu pespur generasi 5, tetapi pihak Rusia tetap merendah mengatakan Su-35 itu hanya generasi 4++…..artinya “efek getar”nya udah kelihatan di situ, itu kan pintu masuk kita memperoleh PAK FA T-50, besok Presiden Jokowi ketemu dgn Presiden Vladimir Putin di sela2 konferensi APEC di beijing, semoga ada berita baik dari sana…

  53. kemaren saya udah tulis di sini, barat bisa melakukan apa saja termasuk 1001 cara TIPU MUSLIHATnya utk mengelabui Indonesia, konsorsium eropa ini (Inggris, jerman, Spanyol & Italia) ngotot bgt menawarkan Typhoon di Indonesia krn di pasar eropa sendiri seret, AU Inggris menemukan cacat prdoduksi pada loabng baut belakang pesawat pada jet tempur Typhoon yg mereka miliki, sehingga utk sementara waktu AU Ingrris melarang terbang itu pesawat, Jerman juga ikut, membatalkan pesanan 6 unit krn ditemukan kecacatan produksi tsb…INDONESIA JANGAN LAGI KENA DIAKALIN, DIKADALIN, DIBODOH2-IN barat….Typhoon tdk punya “efek getar” negara tetangga, Aussie udah pesan F-35 A, malah 1 unit sdh dierahkan dari Lochead Martin ke RAAF awal bulan lalu, Singapura juga sdh pesan, masa kita mau bersaing pake Typhoon ?…”RONTOK SEBELUM BERTEMPUR, KRN DISERGAP JAUH SEBELUM KITA MENYADARINYA”…..pikir !..pikir !…

    • mudah2an Pak Jokowi mendengar ya bung…pdhl saya sdh siap BBM naik gk apa2 asal negara kita jauh lebih maju di tangan Bapak JKW-JK.

  54. Kalau hanya sekedar merakit, smua orang pasti bisa walaupun mereka gk tamat SD, sama aja kita tu jadi babu nyuruh pasang ini pasang itu, kecuali ada TOT utk suku cadang, merakit dan sekaligus memproduksi, walaupun hanya memproduksi body nya… seandainya jadi…waaah bisa ketawa tu para krunya, habis dia kagak bekerja justru kita yang bekerja merakit doank…..weleh…weleh…weleh…. drumahku banyak tu mainan pesawat yg udh kurakit…..hahahahahah

  55. Ayo lakukan vote, tunjukin ke menhan….klau smua rakyat indonesia ingin indonesia mempunyai SU35 sebagai penyeimbang kawasan, sdngkan negara2 tetangga yg sbntar lgi memiliki pespur yang lebih canggih. Maaf…..Ide blusukan…….hahahahaha

  56. SALES TIPUN MEMBABI BUTA…..WKWKWK

  57. su 35 yng pling dinanti….

  58. klo saya sih kecewa jika TNI bener-bener ambil ini pesawat….
    pesawat ini banyak masalah…konon katanya inggris dan jerman cukup keberatan mendanai armada typhoonnya sehingga cuman beberapa saja yang benar2 fit untuk melaksanakan tugasnya..lalu jumlah sortie penerbangan juga sangat minim dari jumlah sortie idealnya saking mahalnya maintenance…
    lihat aja pesawat yang terlibat di misi syiria & irak akhir ini berapa jumlah sortie yang sudah ditempuh oleh typhoon….saya kok ngga yakin bisa nyamain sortienya F18 hornet & F15SE
    well…saya kira deal ini terjadi karena pengembang ef typhoon butuh cashflow ditengah terpuruknya ekonomi eropa…jadi di obral ^_^

  59. @ Sangkur Itu SU 35

    • SU 35 yang mana bung indra?? itu pesawat bomber tupolev yang dijadikan monumen di sana…tuh sebelah2nya mig yang udah pensiun…

  60. Dari ArtikeL di atas yang membuat sy bingung dan bertanya tanya yaitu :” pabrik perakitan ” , Maaf bagi sy PERAKITAN daLam dunia kerja saya karna saya berprofesi sebagai SALES MOTOR & MOBIL berarti KOMPONEN yang TER PISAH2 dipasang atau RAKIT kembaLi dengan cara menyatukan bagian-bagian yang TERPISAH tersebut , naaaah beda HaL nya MADE IN MANUFACTURING , Sedangkan Arti dari MADE IN MANUFACTURING :”PEMBUATAN BARANG Atau UNIT dari NOL atau TIDAK berbentuk menjadi suatu. Barang yang UTUH , BERWUJUD atau BERBENTUK yang mempunyai niLai GUNA atau FUNGSI serta hingga mempunyai NILAI atau HARGA JUAL ” Naaah dari KESIMPULAN tersebut di sini Kita hanya sebagai TUKANG JAHIT , karna hanya merakit BEDA HALnya MEMBUAT atau minimaL TURUT Serta mengembang kan ??? Ataukah itu hanya kata2 untuk meredam suhu di Kawasan???

  61. HACTI- HACTI……ADA REMPEYEK CAMPUR UDANG……….!!!

    SEBISA MUNGKIN HINDARI KERJASAMA DENGAN I NEGARA – YG PERNAH MENG EMBARGO INDONESIA…!!!.
    ITU HANYA AKAL LICIK MEREKA UNTUK MEMBONSAI INDONESIA LAGEEEE….!!

    KENAPA SIH……GA PILIH RUSIA…RUSIA…DAN RUSIA……!!!

  62. Tiga besar calon pengganti F-5E/F Tiger II diungkap

    Jakarta (ANTARA News) – Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, mengungkap lagi tiga besar calon pesawat tempur TNI AU yang diproyeksikan menggantikan jajaran Northrop F-5E/F Tiger II, yakni Sukhoi Su-35 Flanker, JAS-39 Gripen, dan F-16 Block 52+ Fighting Falcon.

    “Belum diputuskan… Gripen memang juga kami pertimbangkan selain Su-35 dan F-16 itu. Faktor politik juga jadi pertimbangan,” katanya di sela kehadirannya di gerai besar perusahaan pertahanan Amerika Serikat, di Indo Defence 2014, Jakarta, Kamis siang.

    Dia baru mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AU Halim Perdanakusuma, setelah menghadiri Pertemuan Internasional Para Panglima Angkatan Bersenjata Internasional, di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

    Di antara ketiga calon pesawat tempur terbaru TNI AU itu, dua di antaranya hadir di Indo Defence 2014, yaitu Sukhoi Su-35 Flanker di gerai besar Rusia dan JAS-39 Gripen di gerai besar Swedia, di bawah bendera perusahaan pabrikannya, SAAB.

    JAS-39 Gripen bahkan menghadirkan instrumen demonstatornya, yang mirip dengan simulator namun tidak bisa memberi sensasi sejati saat pilot menerbangkan pesawat terbang itu.

    Satu partisipan yang mencoba menarik perhatian pengunjung dan peletak kebijakan pertahanan nasional, yang hadir pada Indo Defence 2014 itu, adalah Eurofighter Typhoon. Typhoon dipakai tujuh negara, yaitu empat negara konsorsium pembuat (Inggris, Italia, Jerman, dan Spanyol), plus Oman, Arab Saudi, dan Austria).

    Serupa dengan JAS-39 Gripen, Eurofighter juga memberi kesempatan kepada publik pengunjung untuk mencoba instrumen demonstratornya di gerai mereka.

    F-5E/F Tiger II merupakan pesawat terbang generasi dasawarsa ’80-an (generasi 3), yang telah memperkuat Skuadron Udara 14 TNI AU selama lebih dari 30 tahun. Sejumlah upaya untuk meningkatkan performansinya sebetulnya telah dilakukan TNI AU, di antaranya menerapkan Program MACAN pada awal 2000-an, hasil kerja sama dengan SABCA Belgia.

    Di ASEAN, tercatat Angkatan Udara Kerajaan Thailand yang juga mengoperasikan F-5E/F Tiger II. Namun mereka akhirnya juga beralih kepada JAS-39 Gripen dari SAAB, yang menawarkan program tranfer teknologi penuh, dan pembuatan bagian-bagian pesawat terbang itu kepada Thailand.

    JAS-39 Gripen dioperasikan di tujuh negara juga, yaitu Swedia, Brazil, Republik Czech, Hungaria, Afrika Selatan, dan Inggris, yang nota bene juga mengoperasikan Eurofighter Typhoon.

    Sedangkan Sukhoi Su-27/30 Flanker, Malaysia juga mengoperasikan pesawat tempur ini sebagaimana juga dengan MiG-29 Fulcrum, buatan Rusia.

    Indonesia menjadi negara pertama ASEAN yang mengoperasikan Sukhoi Su-27/30MKI, yang memerlukan biaya sekitar Rp400 juta perjam terbang per unit pesawat tempur itu.

    Sistem persenjataan pokok mereka juga telah lengkap sejak beberapa tahun lalu, di antaranya peluru kendali udara-ke-udara (jarak dekat) Vympel R-73 Archer dan Vympel R-27 Alamo untuk jarak menengah-jauh.

    sumber http://www.antaranews.com/berita/462796/tiga-besar-calon-pengganti-f-5ef-tiger-ii-diungkap

  63. POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!
    POKOKNYA YG NOMOR 1 MESTI.. SUKHOI 35……………………..!!!!!!!!!!

    APA MASIH KURAAAAAAAAAAAAAAAANNNNGGG………!!!!

  64. Dmitriy Litovkin, RBTH
    5 November 2014
    Opsi pembelian pesawat tersebut telah dibicarakan dalam pertemuan perwakilan Kementerian Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro dengan Kepala Staf dan Komando Angkatan Udara Rusia pada pertengahan Januari lalu.

    Kendaraan Perang Indonesia, Rasa Rusia
    Yusgiantoro menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai pembelian Su-35 masih belum ditetapkan. Komando Angkatan Udara Indonesia juga tengah mempertimbangkan alternatif lain untuk menggantikan pesawat F-5 yang dinilai sudah menua. Selain Su-35, AU RI juga sedang mempelajari pesawat tempur JAS 39 Gripen buatan Swedia, pesawat F-16 Fighting Falcon Block 60, F-15 Silent Eagle dan F/A-18 Super Hornet asal AS, serta pesawat Rafale asal Prancis. Namun, Su-35 merupakan pilihan utama dari daftar kandidat tersebut.
    Generasi Kelima
    Semua pesawat tempur yang ikut serta dalam tender adalah pesawat paling modern dalam aviasi militer dunia. Jika pesawat tempur Amerika, Prancis, Swedia merupakan perwakilan generasi “4+”, Su-35 bisa disebut sebagai pesawat tempur generasi “5-“. Artinya, Su-35 memenuhi kriteria dan spesifikasi pesawat tempur generasi baru secara maksimal, seperti halnya pesawat tempur F-22 Raptor dan F-35. Su-35 tersebut kerap disandingkan sebagai pesaing utama pesawat tempur AS Raptor.
    Biro Konstruksi Sukhoi dengan rendah hati mengategorikan pesawat Su-35 ini sebagai generasi “4++”, yakni pesawat yang lebih unggul dari generasi ke empat, namun belum menjadi generasi kelima. Padahal, banyak pesaing dunia yang menyebut Su-35 sebagai pesawat masa depan.
    Lebih Unggul
    Tak mudah bagi orang awam untuk membedakan pesawat Su-35 dari Su-27, ataupun Su-30MK. Namun sesungguhnya, terdapat perbedaan signifikan antara tiap pesawat tersebut. Skema aerodinamika fuselage (badan pesawat) Su-35 merupakan konfigurasi paling muktahir dibanding para pendahulunya. Su-35 juga memiliki bentuk yang lebih ramping (konfigurasi Kanard) dibanding Su-27, serta tidak memiliki kemudi horizontal bagian hidung pesawat seperti Su-30. Kemudi horizontal yang dibuat pada pesawat Su-30MKI oleh India dapat meningkatkan kemampuan manuver pesawat. Dengan dilengkapi mesin pesawat jet yang memiliki thrust vector control, pesawat Su-30 merupakan pesawat tempur terbaik di dunia.

    TEKNOLOGI AVIASI RUSIA
    Manuver udara Cobra Pugachev adalah gerakan pada saat pesawat menambah ketinggian dan pada momen tertentu pesawat tersebut berhenti dan menggantung di udara dengan bertumpu pada ekor (seperti bentuk kepala ular kobra), lalu hidung pesawat mulai menurun seperti halnya daun jatuh, sambil berputar kembali ke posisi semula. Manuver ini tidak dapat dilakukan oleh satupun pesawat tempur lain di dunia. Sukhoi juga mampu melakukan akselerasi dan berhenti seketika sambil mengangkat seluruh permukaan badan pesawat menghadap belakang. Dari posisi tersebut, pesawat Sukhoi dapat melanjutkan penerbangan mereka dengan kecepatan minimum. Bila hal itu dilakukan oleh pesawat tempur lain, kemungkinan mereka akan jatuh.
    Kemampuan taktis tersebut digunakan oleh pilot-pilot asal India saat melakukan latihan bersama dengan AU AS serta negara-negara lain. Di salah satu latihan tersebut, pilot India dapat mengalahkan pilot AS  yang mengendarai F-15C/D Eagle. Setelah pelaksanaan latihan bersama itu, Jendral AS Hal Homburg yang merupakan Kepala Komando Pertahanan Udara Angkatan Udara AS, dipaksa untuk mengakui bahwa hasil latihan tersebut menjadi kejutan besar bagi para pilot Amerika. “Kami ternyata bukan yang paling unggul di seluruh dunia. Pesawat tempur Su-30 MKI lebih baik dibanding F-15C. Angkatan udara negara yang memiliki pesawat tersebut tentu lebih kuat dan dapat menjadi ancaman bagi keadidayaan Amerika di udara pada masa yang akan datang,” ujar Homburg.
    Saat ini Indonesia memiliki 16 pesawat tempur Su-27SK/SKM dan Su-30 MK/MK2. Hingga 2024, akan ada delapan skuadron yang berisi 16 unit pesawat tipe “Su” per skuadronnya. Kemungkinan skuadron tersebut akan diisi oleh pesawat unggulan saat ini yakni Su-35.
    Kemampuan super manuver Su-35 didapat dari mesin pesawat 117S. Mesin tersebut dikembangkan dari p

    • i mesin pesawat 117S. Mesin tersebut dikembangkan dari pendahulunya, yakni mesin tipe AL-31F yang dipasang pada pesawat Su-27. Namun mesin 117S memiliki kekuatan dorong yang lebih besar, yakni 14,5 ton, sementara pendahulunya hanya memiliki kekuatan dorong 12,5 ton. Mesin ini juga memiliki keunggulan berupa sumber energi yang lebih besar dan penurunan pemakaian bahan bakar. Hal tersebut membuat mesin ini tidak hanya mampu memberikan kecepatan yang tinggi dan super manuver, tetapi juga kemampuan untuk membawa persenjataan lebih banyak. Mesin tersebut akan dipasang pada pesawat tempur seri pertama T-50 nantinya.
      Pilot uji coba Biro Konstruksi Sukhoi Sergey Bogdan mengatakan, pada saat penerbangan pertama Su-35, mereka ditemani oleh pesawat Su-30MK. Ini membuat mereka dapat membandingkan kemampuan mesin masing-masing pesawat. Pada saat penerbangan tersebut, Su-35 melakukan percepatan maksimum dalam moda tanpa pembakaran lanjut, sedangkan Su-30MK harus mengejarnya dengan menggunakan moda pembakaran lanjut karena beberapa kali tertinggal dari Su-35. “Ini merupakan keunggulan tersendiri bagi Su-35 yang dapat memberi keuntungan dan kemampuan lebih besar saat melakukan pertempuran di udara,” tutur Bogdan.
      Artikel Terkati
      Rusia Pasok Sepuluh Pesawat SSJ-100 untuk Indonesia
      Indonesia Akan Buka Pusat Perawatan Helikopter Rusia
      Rusia Kirim Truk dan Helikopter ke Indonesia
      Likhachev: Proyek Rusia Tingkatkan Potensi Indonesia
      Dibanding Su-27, kabin pesawat Su-35 tidak memiliki komponen analog dengan jarum penunjuk. Penunjuk analog tersebut digantikan oleh kristal cair berwarna. Petunjuk itu sama seperti televisi dalam mode Picture in Picture, yakni terdapat layar-layar yang menunjukkan semua informasi yang dibutuhkan oleh para pilot. Semua komponen hidrodinamika pengendali mesin penghasil tenaga digantikan dengan komponen elektronik. Para perancang pesawat mengatakan bahwa hal tersebut tidak hanya menghemat tempat dan beban pesawat, tetapi juga dapat membuat mesin pesawat tersebut bisa dikendalikan menggunakan kontrol jarak jauh. Itu berarti peran pilot sudah tidak dominan, karena komputer akan menentukan dengan kecepatan berapa dan moda mesin seperti apa yang akan digunakan untuk mengejar sasaran, serta pada momen apa saja pilot diizinkan menggunakan senjata.
      Adapun mode penerbangan kompleks, seperti penerbangan di ketinggian yang sangat minim dengan relief permukaan yang berbukit, dapat dilakukan oleh pesawat Su-35. Selain itu, sistem komputer juga menjaga agar pilot menggunakan senjata tanpa membahayakan pesawat itu sendiri atau agar pesawat tidak lepas kendali. Su-35 juga dilengkapi dengan sistem radar Active Electronically Scanned Array muktahir milik T-50. Sistem radar serupa hanya dimiliki oleh pesawat F-22, dan kemungkinan juga akan dimiliki oleh Rafale. Berkat sistem radar tersebut, Su-35 dapat melihat semua hal yang ada di udara dan di darat dalam radius beberapa ratus kilometer. Su-35 dapat mengikat 30 sasaran sambil mengarahkan senjatanya pada sepuluh sasaran tersebut.
      Komoditas Ekspor

      Bangun Rel Kereta, Rusia Bantu Industri Batu Bara Kalimantan
      Para pakar ahli yakin bahwa F-22 maupun T-50 tak akan menjadi komoditas ekspor. Harga satu unit Raptor mencapai 133,1 juta dolar AS, dan T-50 juga bukanlah pesawat murah. Adapun Su-35 yang merupakan generasi setelah “4+” ini dibanderol 30-38 juta dolar AS, yang menjadikan pesawat tersebut sebagai primadona ekspor berlabel “generasi 5-“. Ini bukan hanya sebuah langkah pemasaran yang cantik, namun Su-35 memang dibuat untuk melampaui pesawat tempur generasi “4+” asal Eropa seperti Rafale dan Eurofighter 2000, serta pesawat tempur yang sudah dimodernisasi buatan Amerika yakni F-15, F-16, dan F-18. Selain itu, pesawat Su-35 juga mampu menandingi pesawat generasi kelima, seperti F-35 dan F-22A. Hal tersebut diakui oleh para pakar dunia Barat, berdasarkan data-data pemodelan komputer. Kemungkinan fakta inilah yang menarik perhatian badan militer Indonesia.

  65. WADUH……… BAGI 2 DONG.

  66. Nek ngomong mbok ojo asal njeplak….

  67. hati2 ke jebak ama muka bule entar kalau kita beli pesawat tempur dari blok barat, biza2 kita nda biza pake tuh pesawat. LEBIH BAIK BELI DARI RUSIA
    Apa lagi Pak Jokowi mau beli SU-35, Biar NKRI STRONG

  68. kalo perakitan aja mah RUGI jangan mau klo cuma ngrakit klo joint produksi baru ada untungnya

    mudah mudahan SU-35BM jadi prioritas oz ausie udah punya si petir F35

  69. Kalo barang rongsokan kenapa aushit sedemikian galaunya bung@frans sampai beli f35 banyak gara2 tetangganya pake sukhoi

  70. bung frans dendam dengan Sukhoi ya ?
    atau iri ? hihihihi

  71. https://www.google.co.id/maps/@31.1036094,121.0152516,371m/data=!3m1!1e3?aircraff carrier china,mungkin copyan,tahun 2008 masih disitu
    https://www.youtube.com/watch?v=RmFISV6zjcU
    lucu pembuatannya di danau kecil

  72. Hati,,hati,,blok barat tentu akan berusaha dg berbagai cara, mengakali, menipu, merayu atsu cara apapun agar Indonesia batal beli SU 35 BM, kasus hibah F 16 blok 25 bekas US NAT. Guard adalah contoh, RI batal beli 6unit F 16 blok 52 atsu 6 unit SU 30mkk, duitnya terkuras ke uncle sam, s’Pore, ausir, maloon jd adem ayem,,jika kl ini gagal maning gak jd beli Su 35bm,,bener kebangeten

  73. Dana hanya $ 1 milyar bt 16 pesawat tapi para produsen berlomba-lomba menjadi pemenang tender seakan akan kita beli banyak apakah semenariknya inikah NKRI dimata negara lain…akan kah sukhoi kalah lagi seperti di India…ato kah Sukhoi menang kali ini..apakah para elite diatas tahan akan tekanan maupun rayuan pihak barat utk tidak mengambil alutsista produk Rusia..ato pihak barat masih bingung bt cara menekan pemerintahan yg baru krn belum memengang kartu ASnya…ato malah kita tiba2 kita ambil 2 jenis pesawat tempur baru langsung yg malah akan membuat gempar kawasan…kita tunggu saja dalam bulan2 kedepan yg pasti para awak TNI-AU siap apapun Pesawatnya nanti

  74. kalo gak salah tni sudah beauty contest untuk semua jenis pesawat tinggal faktor politik yang diperitimbangkan..
    Faktor politik yang bikin mumet kepala karena tidak apa adanya dan harus jangka panjang

    semoga pilihannya tepat

  75. bung frans cepet obatnya diminum.

  76. Frans, frans , frans selalu bikin keributan di sini!!

  77. ngat tahun 2005 dulu, kemenhan sempat mengumumkan kalau kita mau beli kapal selam Kilo class dgn memakai fasilitas kredit ekspor Pemerintah Rusia. seketika gemparlah kawasan ini !! Akibatnya kemenhan tdk pernah lagi ngomong soal ini. Sampai kemudian muncul pernyataan RESMI dari kemenhan bahwa dana kredit ekspor dari Rusia tsb tidak cukup utk beli kapal selam kilo class. Jadi Indonesia “batal” beli kapal selam tsb. Akhirnya negara-negara tetangga jadi TENANG KEMBALI………padahal…………………….

  78. Gripen tot 100%,
    EF Typhon rakitnya di Indonesia,
    kelhatan skali klo blok barat takut kita punya lbih banyak sukhoi..
    klo masalah tot, maksimalkan aja krjasama sama korea, kan kita dlm proses belajar membuat, bukan lagi merakit..

  79. Jangan Su-35, tanggung. Mending langsung PAK FA. Non AESA radar harap minggir.

  80. Embargo memang menyakitkan.. kemandirian adalah tujuan mutlak..ayo para pemimpin RI satukan visi anda untuk NKRI yg mandiri, kuat dan maju.. Berpikir dan bertindaklah seperti negara besar! Saatnya Garuda menggepakkan sayapnya dan terbang tinggi menjadi raja di angkasa!!

  81. panglima tni sudah mengatakan minatnya pada su 35. jadi kita dukung keinginan panglima tni
    lihat ini :
    http://www.youtube.com/watch?v=7hjkDlzOddk

  82. Berita yg sahih itu, TNI AU akan akuisisi F-15 SE, atau F-18 SH atau F-16 Blok 60, ini berkat dorongan dr TA dan MSD. Utk Thypoon ini, kecil kemungkinan, tp kalo jd jg, ya lumayan buat ngebersihin anasir2 alutsista Komunis Rusia, walaupun ada komponen NAZI dlm tubuh si Thypoon ini. Menorah.

    • tak tembak bokong mmu …. mak nyuuuusss….

    • anda ini RASIS…ngomong sedikit2 komunis..komunis….China yg komunis lebih makmur dari kita….Rusia bukan komunis, mereka sosialis sama spt Vietnam, India, juga kita Indonesia yg berazas Pancasila berdasarkan gotong royong, kebersamaan, bukan kapitalisme, liberalisme, individualisme

    • namamu pantesnya YonKampret org rasis dan sara

  83. Mending rakit aja Su 35, kemudian rakit lagi PAK FA, terus lanjutkan buat sendiri gen 7.
    Siiip daah.

  84. IMO.. Keknya sekutunya di eropa disuruh amerika tuh buat ngedekati indonesia yg mulai menjauh dri barat, supaya gak ngedekat ma china en rusia.. Maklum 3 kekuatan digabung bikin ngeri..

  85. Ada satu kalimat indah dalam dunia perdagangan/pemasaran yaitu “barang yg baik akan mampu menjual dirinya sendiri”. Nah kl lihat produsen pespur ini qo menurut sy terlalu menggebu2 menawarkan diri dng berbagai iming2 dll. Perasaan pabrikan perpur yg lain (flanker family) qo sprtinya tenang2 sj atau wajar dlm memberikan penawaran. So… secara kualitas dll silakan warjager menilai sndri. Tp kl sy pribadi sih jelas lebih bijaksana kl menhan memilih SU 35. ????

  86. Sekutu amerika di eropa disuruh mamarika buat ngedekatin indonesia,. Khawatir takut gabung ama china en rusia keknya.. bisa dibayangin 3 negara berpenduduk terbanyak gabung plus india.. bikin pengaruhnya didunia bisa jatuh..

  87. Ah itu mah buat ngelindungin anaknya mamih elli, si sonotan dan sonora supaya pespur mereka tetep lebih unggul dari kita, makanya salesnya ngotot banget sampai jualan di pinggir jalan, mungkin untuk membentuk opini publik dan mendapat dukungan masyarakat. Oke lah, kita ambil karena butuh si ToTe dan skema DELTA adalah kompromi yg paling baik. Dan sy yakin TNI sudah dua langkah lebih maju dari kita2 ini 😉

  88. awas jebakan dari baraaat ….. tuh yonhap nongol minta gong….

  89. kita cuma bisa berandai andai toch Kemenhan lah yg menentukan 😛
    jikalau yg terpilih si tipun itu sudah menjadi keputusan terbaik yg penuh pertimbangan
    apalagi PT.DI sangat merekomendasikan pembelian tipun ini…
    jadi ambil Tipun syukur,SU 35 Alhamdulillah,Rafale terima kasih

  90. Eurofighter Typhoon atau SAAB Gripen E siapa yang berani beri ToT lebih besar itulah yang paling pantas untuk Indonesia

  91. Sekarang sukhoinya siap gak? Kita butuhnya sekarang bkn 5 atau 10 tahun lagi…sy jg setuju dgn sukhoi bahkan gak usah yg 35, yg 30 jg boleh…tanpa tot pun sy setuju demi kedaulatan negara…

    Teman teman jg hrs sadar,sales yg full ammo ya typhoon dan gripen…baik dr sisi TOT,commonality dan connecting dgn alutsista AU yg kita miliki,politis dan besaran offset…kalau sdh bahas ini sales rusiastroong pasti mundur teratur…

    Seperti yg pernah saya bilang kita tdk hidup hanya untuk hari ini…kita hrs bs buat sendiri…india yg sdh beli ratusan aja rusia ogah kasih tot sampe banting stir beli rafale…apalagi kita yg bisanya ngeteng…

  92. Strategi yang diharapkan kita untuk memproduksi Pesawat tempur sebenarnya ada di Plan A Proyek KFX/IFX bersama Korsel, sedangkan pengadaan Typhoon sebagai pengganti F-5 berikut bonus ToT adalah sebagai Plan B yg juga nantinya u/ mengcover teknologi yg perlu ditambahkan bila diperlukan pd proyek KFX/IFX tsb! … sedangkan rencana pengadaan SU-35 baru sebuah opsi yg belum diputuskan oleh Menhan guna penyeimbang bagi pespur2 Gen 5 yg akan muncul dikawasan Utara-Selatan NKRI.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)