Mar 192017
 

BAE Systems akan memamerkan solusi terbaru di bidang pertahanan dan keamanan di Langkawi International Maritime and Aerospace (LIMA 2017) Malaysia. Salah satu paket unggulan yang ditawarkan perusahaan BAE System adalah pesawat tempur Eurofighter Typhoon yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan Royal Malaysian Air Force’s (RMAF) yang saat ini membutuhkan sebuah pesawat tempur multi-peran.

Malaysia sudah lama meluncurkan program Multi Role Combat Aircraft (MRCA), sebuah program untuk mengakusisi skuadron pesawat tempur modern dengan kemampuan multiperan yang akan menggantikan armada pesawat tempur lama seperti MiG-29N Fulcrum.

Selain menampilkan unit simulator pesawat tempur Typhoon, BAE Systems juga akan memajang Typhoon di luar ruangan.

“Ini merupakan acara penting di kalender global BAE Systems, kami akan terus meningkatkan kehadiran kami di Malaysia dan seluruh Asia. Kami sudah menjadi bagian dari LIMA sejak pertama kali diadakan pada tahun 1991, merupakan cerminan dari sejarah panjang kami dan komitmen untuk Malaysia, “kata John Brosnan, Systems Managing Director BAE untuk Asia Tenggara.

Namun bukannya tanpa pesaing, tim dari Angkatan Udara Perancis pun sudah mendarat di Langkawi bersama dengan pesawat tempur andalannya, Rafale.

Sebagaimana diketahui, pada program MRCA Malaysia, ada dua kandidat kuat yang menarik perhatian Royal Malaysian Air Force’s, yakni Eurofighter Typhoon dan Dassault Rafale. Keduanya dipastikan akan bertarung ketat di pameran LIMA 2017 dengan menawarkan kelebihan dan kemampuannya masing-masing.

Author : Muhidin

Artikel Terkait :

  119 Responses to “Typhoon dan Rafale Akan Bersaing Ketat di Malaysia”

  1. ibarat transfer pemain bola, Rafale adalah marquee player.

    • trus kalo tejas ma jf kaya siapa kanjeng patih ?

      • Tejas dan super tukino akan bersaing ketat di Indonesia..

        • Pesawat super siluman generasi 100x super tukino udah di mandi bunga untuk terus siluman dan bisa bawa icbm lorrhh…. malay kamu ada???…

          1 super tukino = 50 f22

          • Sudah kasi kenduri keh F18 malon yg telah robohkan batang pisang tuh kah kah kah

          • Melon sudah punya nuri bawa brahmos buat hadapi rudal nuklir korea utara…kah kah kah

          • Hush jangan hina si Nuri yg dah Sepuh.. Nanti si Nuri ngambek dan lansung menjatuhkan diri lagi..

      • Tejas seperti pemain yang baru lulus akademi. Dia masih nunggu pinangan klub yang nggak mampu merekrut Rafale (karena dananya cekak).

    • TYPHOON DAN RAFALE MALAYSIA BAKAL DITEPUK SEPERTI NYAMUK SAMA SU 35 TNI..TAPI NTR KALO TNI JADI BELI..SEKARANG MSH MUTER MUTER DI KATA AKAN…AKAN..AKAN…AKAN..AKAN..AKAN..

  2. Gripen gimana ?

  3. Typhoon dan Rafale Akan Bersaing Keras,
    tapi yang terbeli adalah Tejas.

  4. Percuma di tawarkan ke tetangga karena mereka dah bangkrap paling cuma sewa saja.. saya gk mau ikut nyales di sono paling kagak kebeli

    • Mereka udah gerah di jajah inggris, klo kita pengen dijajah belanda lagi kayakny ,biar pas 500 tahun alias 4 keturunan lagibaru nyadarbahwa kedaulatan harga mati ,

    • Najib pasti ketawa terbahak2…… dalam hati Najib bicara “idiot kali ni sales, padahal ane khan ga gablek duit…… masih aja ngeyel nawarin barang mahal !!”……

      kwaaaakk…kwaaaakk…kwaaakk…

  5. Alamat penonton kaciwa karena semua pesawat MRC Indonesia hanya berminat tp tdk membeli, klu meley biar cekak tapi semangat memodernisasi militernya!

    • Pasti ko ini beruk malon ya ??….. hiiiiiiiiiiii……. 😆

      • Tak harus jd malon untuk berpendapat bung! Ini seperti menepuk air didulang terpercik muka sendiri! Malaysia walaupun cekak kita bilang tapi tetap ada semangat demi kekuatan militernya. Kan sama aja seperti kita dana sedikit tetapi banyak wacana.

      • Kali ini ane setuju sama Malon eh Jadel. Malin walo cekak tapi masih bisa beli minimal Gowind 6 biji sama A400 dapet lah. Indonesia ?? Makan tuh AKAN… AKAN beli Beriev, AKAN beli Iver, AKAN Beli Kilo dan Amur, AKAN beli A400, AKAN beli Su 35, Bahkan AKAN beli TEJAS… KEHKEHKEHKEHKEH… LOL. Katanya Kaya, Katanya utangnya ada,.. katanya dana Tax Amnesty ada…. Makan tuh AKAN ampe muntah… KAHKAHKAHKAHKAHKAH….

      • Mungkin dia itu “Teloris” ndan, makanya lebih bangga sama malon dia nyah … hhhh

      • Warga malon asli atau jadi2an ??….. xixi…

        Sinis dan skeptis karena korban media, kasian….. 😆

        • bila hati telah buta, anak bangsa sendiri pun tak dikenal… kalau jadel kau panggil beruk, maka kau dengan beruk tak ada beza… tak perlu jadi malon untuk bersikap kritis terhadap kemajuan anak bangsa sendiri… jadel hanya meluahkan buah fikirannya… kalau sukar diterima, tak perlu ambil peduli dan tak perlu dituduh beruk malon….

    • Apaan ni bro? ” biar cekak tapi semangat memodernisasi militernya ”

      Klo cekak ya ga bisa beli apa2…. itu waktunya nabung dulu biar kaya lagi baru beli peralatan tempur lagi…

      • Indonesia cuma 8 buah su35 aja ngak mampu tapi malay mendinglah kelamaan karena mereka maunya beli 18 buah typhoon/rafale (1 skuandron).. Indonesia??? … belinya 8 buah aja tapi mau tot lebihan…

    • Bung Jadel dan Bung Kokatu,

      Mari kita lihat kronologis MRCA ini parallel dengan Indonesia, perhatikan dan teliti.

      Tahun 2011
      Malaysia : program MRCA dimulai untuk mengganti Mig29 tahun 2020
      Indonesia : IFX di tanda-tangani dengan porsi Indonesia adalah USD 2 milyar
      Tahun 2014
      Malaysia : MRCA masih mencari-cari pesawat
      Indonesia : F16 retrofit disetujui diakuisisi
      Tahun 2015
      Malaysia : MRCA masih mencari-cari pesawat (opsi sewa Gripen)
      Indonesia : SU35 mulai dijajagi dengan perbandingan Gripen, Typhon dan Rafale
      Tahun 2016
      Malaysia : MRCA masih mencari-cari pesawat (opsi Sulfur)
      Indonesia : F16 retrofit masuk dan SEHARUSnya SU35 sudah kontrak, hanya karena mengikuti UU untuk TELOLET maka belum bisa di ttd kontrak,
      Tahun 2017
      Malaysia : MRCA masih juga mencari-cari karena sampai saat ini juga belum ada satupun terjadi pembicaraan yang serius.
      Indonesia : SU35 diperkirakan final negosiasi TELOTET nya
      Tahun 2018
      Malaysia : kemungkinan MRCA akan terkendala kembali karena PEMILU 2018. Pembelian MRCA di saat yang tidak tepat akan menggangu elektabilitas UMNO.
      Issue MRCA saat ini terkontaminasi dengan ketidak percayaan rakyat karena kasus 1MDB dan Scorpene yang saat ini akan diusut oleh otoritas hukum di USA dan Perancis.
      Tahun 2019
      Malaysia : MRCA ga tau dech
      Indonesia : Prototype IFX diharapkan lahir dan SU35 akan dikirimkan batch 1
      Tahun 2023 :
      Malaysia : MRCA … apa itu MRCA ?
      Indonesia : IFX akan diproduksi setelah 4 tahun masa evaluasi dan sertifikasi

      Untuk masalah Gowind silakan buat sendiri kronologis nya.
      Malaysia : 6 Gowind , 2 unit dikirim 2018
      Indonesia : 3 Sigma, 3 Cbg, Puluhan KCR 60 dan 40 sampai tahun 2018

      Mau saya tulis sampai tahun 2023 ????

  6. Ayo indonesia kapan kontrak SU-35 ditandatangani jangan cuma AKAN..Masa Indonesia kalah sama negara dah Bangkrap…

  7. Cukup dihadapi super tukino dan t 50 Indonesia

  8. Para salesman sudah kapok nawarin ke Indonesia..Karena cuman di PHP In saja..Indonesia cuman dikaji..Berminat..Akan..Akan..Akan..Batal..wkwkw

    • Emang kalo ditawarin, musti kudu beli ya bang ??….. 😆

    • Mereka ngak perlu pasar ke Indonesia karena para salesman tau Indonesia cuma kaji wacana dan terus akan, akan dan akan alias ngak punya uang… mereka tau Indonesia amat suka barang hibah besi buruk.. ngak perlu aneh dehh…

      • Cem melon keh pakcik suka heli rongsokan dari negara kecik brunei tuh,sekarangpun melon nak tunggu hibah jet pejuang bekas dari raja arab kah kah kah

  9. Eurofighter Typhoon F1 Technical Specifications

    Service Year: 2003
    Type: 4th Generation Multirole Fighter
    National Origin: Germany
    Manufacturer(s): BAe Systems – UK / EADS – Germany / EADS CASA – Spain / Alenia – Italy
    Production Total: 599

    Structural (Crew Space, Dimensions and Weights)

    Operating Crew: 1
    Length: 52.36 feet (15.96 meters)
    Width: 35.93 feet (10.95 meters)
    Height: 17.32 feet (5.28 meters)
    Weight (Empty): 24,251 lb (11,000 kg)
    Weight (MTOW): 51,809 lb (23,500 kg)

    Installed Power and Standard Day Performance

    Engine(s): 2 x Eurojet EJ200 afterburning turbofans developing 20,250 lb of thrust each.
    Maximum Speed: 1,550 mph (2,495 kph; 1,347 knots)
    Maximum Range: 1,802 miles (2,900 km)
    Service Ceiling: 64,993 feet (19,810 meters; 12.31 miles)
    Rate-of-Climb: 62,000 feet-per-minute (18,898 m/min)

    Armament / Mission Payload

    STANDARD:1 x 27mm Mauser BK-27 internal cannon
    OPTIONAL:Mission specific armament across thirteen external hardpoints includes (up to 16,500 lb):
    AIM-9 Sidewinder short-range air-to-air missiles
    ASRAAM short-range air-to-air missiles
    BAe/Saab S225X missiles
    IRIS-T short-range air-to-air missiles
    AIM-120 AMRAAM medium-range air-to-air missiles
    MDBA Meteor medium-range air-to-air missiles
    “Storm Shadow” stand-off missilesTaurus KEPD350 Stand-off missiles
    GBU-10 laser-guided bombs
    GBU-12 laser-guided bombs
    BAe/MATRA “Brimstone” anti-armor weapon
    AGM-88 HARM anti-radiation missiles
    AGM “Armiger” anto-radiation missiles
    ALARM anti-radiation missiles
    AGM-84 Harpoon anti-ship missiles
    Pengiun anti-ship missiles
    Paveway II laser-guided bombs
    Paveway III laser-guided bombs
    Joint Direct Attack Munitions (JDAM)
    Conventional Drop Ordnance
    Drop Tanks (Fuel)

    Global Operators / Customers

    Austria; Germany; Italy; Kuwait; Oman; Saudi Arabia; Spain; United Kingdom

    Model Variants (Including Prototypes)

    Typhoon F1 – Single seat variant; initial air-to-air capability followed by complete air-to-surface capability; three production runs comprised of individual delivery Blocks.
    Typhoon T1 – Dual-seat trainer variant; non-combat derivative.
    Tranche 1 – Initial batch involving deliveries to Austria, Germany, Italy, Spain and Briatin; 148 total aircraft.
    Tranche 2 – Second batch involving deliveries to Germany, Italy, Saudi Arabia, Spain and Britain; 251 total aircraft.
    Tranche 3/3A – Third batch involving deliveries to Germany, Italy, Kuwait, Oman, Saudi Arabia, Spain and Britain; 172 total aircraft.

    • Ceiling Typhoon tembis 64.993ft (19.810meter).
      Sedangkan Su35 hanya 59.055ft (18.000meter). Kalah telak dari segi service ceiling nih su35 😆

    • Cuma kalah dari ketinggian terbang aja …sukhoi kalau di paksakan bisa sampai 20Km tapi sangat bebahaya bagi Peswat…. sukhoi masih menang di radar persenjataan.radar.manuver…

      Crew: 1
      Length: 21.9 m (72.9 ft)
      Wingspan: 15.3 m (50.2 ft, with wingtip pods)
      Height: 5.90 m (19.4 ft)
      Wing area: 62.0 m² (667 ft²)
      Empty weight: 18,400 kg (40,570 lb)
      Loaded weight: 25,300 kg (56,660 lb) at 50% internal fuel
      Max. takeoff weight: 34,500 kg (76,060 lb)
      Fuel capacity: 11,500 kg (25,400 lb) internally
      Powerplant: 2 × Saturn 117S (AL-41F1S) afterburning turbofan with 3D thrust vectoring nozzle
      Dry thrust: 8,800 kgf (86.3 kN, 19,400 lbf) each
      Thrust with afterburner: 14,500 kgf (142 kN, 31,900 lbf) each
      Performance

      Maximum speed:
      At altitude: Mach 2.25 (2,780 km/h, 1,726 mph)
      At sea level: Mach 1.15 (1,400 km/h, 870 mph)
      Range:
      At altitude: 3,600 km (1,940 nmi)
      At sea level: 1,580 km (850 nmi)
      Ferry range: 4,500 km (2,430 nmi) with 2 external fuel tanks
      Service ceiling: 18,000 m (59,100 ft)
      Rate of climb: >280 m/s (>55,000 ft/min)
      Wing loading: 408 kg/m² (500.8 kg/m² with full internal fuel) (84.9 lb/ft² 50% fuel)
      Thrust/weight: 1.13 at 50% fuel (0.92 with full internal fuel)
      Maximum g-load: +9 g
      Armament

      Guns: 1× 30 mm GSh-301 internal cannon with 150 rounds
      Hardpoints: 12 hardpoints, consisting of 2 wingtip rails, and 10 wing and fuselage stations with a capacity of 8,000 kg (17,630 lb) of ordnance and provisions to carry combinations of:
      Rockets:
      S-25L laser-guided rocket
      S-25 unguided rocket
      B-8 unguided S-8 rocket pods
      B-13 unguided S-13 rocket pods
      Missiles:
      Vympel R-73E/M, and R-74M
      Vympel R-27R/ER/T/ET
      Vympel R-77 – the proposed R-77M, R-77T, K-77M
      Vympel R-37M[168]
      Kh-29T/L
      Kh-31P/A
      Kh-59ME
      Bombs:
      KAB-500L laser-guided bomb
      KAB-1500L laser-guided bomb
      FAB-250 250-kilogram (550 lb) unguided bombs
      FAB-500 500-kilogram (1,100 lb) unguided bombs
      Other:
      buddy refueling pod
      Avionics

      Irbis-E passive phased array radar
      OLS-35 infra-red search and track system
      L265 Khibiny-M electronic warfare pod

  10. Memangnya malon punya duit utk beli pesawat?

  11. kalau gak punya wang kenapa 3 juta tki menjadi babu di malaysia om..wkwkwkwk

  12. senjata malon cuman 3jt tki kalo kalah debat. drdlu cuman itu di ulang ulang kea robot maenan ngomongnya. sangat jauh levelnya di bawah kita cuih.

  13. kalo lht pilihan Malaysia antara Typhoon or Rafael….

    ber’arti Indonesia Kita sdh pasti pilih SU-35…
    Yg jd pertanyaan” :
    SU-35 itu kpn bisa sampai mendapat di’Bumi Pertiwi Kita…????

  14. Bung Admin…….. kaos buat saya manna ??…… 😆

  15. Indon beli tejas ja. Beli su35 tak da uang kah kah kah

    • Malon aja yg beli …malon kan dah bangkrut gara2 di korup sama najib….beberapa bulan lagi kontrak sukhoi mau di tandatangani…kalau gk percaya tanya sama bos saya pak Aleksander Mikheev CEO Rosoboron

    • Indonesia tidak beli tejas bro tapi beli pesawat tempur yang super siluman generasi 10 yang bisa lari kemana – mana iaitu pesawat F-10 Super Taksi… kah kah kah ?

      • Pake scorpene laksana frigate,ngapung terus kah kah kah

      • Percaya kalau tni lari pake taxi nih baca dulu biar pandai ..special untuk awak…benarkah TNI naik taksi????….ini lah jawabannya : saat kejadian media syiah lebanon as safir dan al manar hanya meliput saat 2 prajurit TNI keluar dari front pertempuran. Kedua media syiah ini memberitakan tampa melihat kejadian yang lengkap. Begini cerita yang sebenarnya. Ketika pasukan israel ingin tebang pohon dekat perbatasan milisi lebanon melarang tidak setuju maka terjadi percekcokan di antara kedua pihak dan tembakan dimulai oleh hizbulloh. Kedua prajurit TNI berusaha sekuat tenaga melerai dan terjebak ditengah pertempuran. Karena situasi diluar kendali UNIFIL maka 2 prajurit melapor kemarkas induk mereka diperintahkan mundur.saat mundur inilah media syiah tersebut meliput dan menyebar berita propaganda. Kedua prajurit TNI dehidrasi karena mereka mencapai markas induk yang jauh berjalan kaki tiada kendaraan militer sebab kontingen spanyol yang dekat sudah ditarik terlebih dahulu saat itulah ada rakyat lebanon bernama ismael ariel yang menawarkan tumpangan mobil/kereta karena mengenal kedua personel TNI saat di pos jaga. Ismael aril pun telah membantah pernyataan media as safir bahwa mobil tersebut miliknya bukan taksi. Karena ada berita yang memojokkan PBB. Maka komandan UNIFIL mayor jenderal Pelleg Rini memberi pernyataan pers begini beliau cakap: ” kami dalam situasi sulit prajurit kami tidak boleh sembarang menembak karena tugas kami sebagai PEACEKEEPING. Jika kami membantu pihak lebanon maka israel menganggap kami membantu musuh demikian pun sebaliknya sungguh ini situasi diluar kendali kami.”hasil investigasi UNIFIL menyatakan bahwa prajurit TNI telah melakukan tugas dengan benar dan sesuai prosedur. Atas jasa prajurit TNI yang telah mempertaruhkan nyawa PBB memberikan medali penghargaan. So buat Lay’s dan malaysia yang lain masihkah mau termakan berita fitnah dari media syiah lebanon. Sila awak2 pikir sendiri ???…. TAK SEPERTI TENTERA MALON TAKUT SAME NELAYAN CINA DAH GITU KABUR PAKE KAPAL NELAYAN KAHKAHKAH

        ?

    • Min,tolong yg sebut indon2 dibanned

      • SETUJU!!!
        Begitu juga yg menulis Malon, Cina, Arab, Yahudi dll. Diskusi rasis dan tanpa ilmu seperti itu hanyalah SAMPAH dan membawa kesesatan dan keburukan untuk yang membacanya..

        • Bung Marpuah.. Warjagers cuma mau melampiaskan kekesalan karena si jiran suka maling embat wilayah indonesia dan suka klaim budaya indonesia..

          • Jika ada sampah kemudian di tanggapi maka tidak ada perbedaan antara yang sampah dan yang bukan..

  16. Buang2 duit nawarin ke malon, paling tdk dibeli Krn tidak punya duit utk bayar, Sabah dan Sarawak aja sdh males gabung dgn malon kok 😀

  17. tidak ada yang terang benderang di militer
    strategi rencana modernisasi dilawan dengan strategi akan
    silahkan dihitung skornya sampai detik ini
    culik bung TN

  18. Propoganda Malaysia…Padahal GK beda jauh seperti Indonesia..Hanya berminat dan akan…

  19. karena kita menolak, mngkn bayangannya sales tipun dan gripn, kalo produknya dijual murah ke malon yg notabene sering kisruh ma kita lantas kita akan kecewa dan menyesal. mereka gak tahu aja justru itu yg kita inginkan. xixixixi

  20. Siapa yang bilang 5 juta sipit itu jadi bos..malahan di sini ada kok orang china jadi kuli

  21. Typhoon lebih baik,, semoga rafale yg menang di malay…
    kalo punya uang sih xixixixiixi

  22. Malon akan dan akan

  23. ayo pak hishammuddin beli pespur banyak2 kita caplok wilayah indon lagi

  24. Wakakakakakakaka lucu juga nih.
    Su 35 juga belom muncul. F5 udah grounded. Ga ada beda sama malon.

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)