Feb 132017
 

Konsorsium Roket Nasional yang di inisiasi oleh Balitbang Kementrian Pertahanan dan Pusat Teknologi Roket Lapan serta pelaksana kegiatan adalah PT Dahana, memiliki salah satu program utama di tahun 2016 yakni uji terbang roket 3 digit RHan-450 dan telah dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2016.

Uji coba tersebut bertempat di stasiun peluncuran roket Balai Uji Teknologi Antariksa dan Atmosfer di Pameumpeuk, Kabupaten Garut Propinsi Jawa Barat.

Uji terbang kali ini merupakan uji fungsi/dinamis roket permukaan-ke-permukaan RHAN-450 yang memiliki jangkauan diatas 100 km. Sebagai Ketua pelaksana kegiatan Kabid Matra Darat Balitbang KemenHan Kol Cpl. Abdullah Sani.

Acara tersebut dihadiri antara lain oleh Sestama Lapan Drs I L Aridiyo MSi, Deputi Teknologi Roket Lapan DR. Rika Andiarti dan Kapustekroket Lapan Drs Sutrisno MT, Kapus Alpalhan Balitbang KemenHan Laksma Budiharja Raden, Dirtekbang PT Dahana Hari Hariswan, utusan Presiden RI, serta para pensiunan peneliti Lapan yang telah banyak memberikan kontribusi mengenai peroketan di Indonesia.

Roket 3 digit RHan-450 yang sebelumnya bernama RX-450 memiliki konfigurasi: diameter 450 mm, panjang total 7.100 mm, berat 1.800 kg, dengan potensial payload 300 kg. Payload menggunakan dua system yaitu telemetri GPS dan Radar serta dilengkapi sensor accelerometer, Gyro yang dapat merekam perilaku roket dan dilengkapi sistem untuk mengirimkan data ke stasiun darat.

Uji terbang roket dilakukan pada sudut elevasi 700 dan azimuth 1930 serta required safety area bearing 1480 s/d 2380 dengan radius 140 km. Pada pukul 08.30 WIB, roket RHan-450 meluncur dengan mulus menembus awan dipantai Pameumpeuk.

pustekroket.lapan.go.id

Bagikan Artikel:

  47 Responses to “Uji Fungsi / Dinamis Roket RHAN 450”

  1. nah, ini yang termasuk gahar bang @marpuah.

    • Sudah dilengkapi telemetri GPS dan radar tuh :D mantap!!!
      Hmmm… apakah sudah menggunakan sistem GPS anti jamming buatan Israel?! Hihihihi

    • @ bang Lingkar : apakah ada kemungkinan hasil ToT Rudal C705 yang didapat dari tiongkok dicangkokkan kesini? memang saya juga sempat sebuah artikel yang mengatakan bahwa R-Han ini sudah dibekali dengan guide/pemandu alias sudah menjadi Rudal. Mohon info

    • Berita diatas dianggap gahar? Saya tambahin jika seperti itu:
      Prototipe RX-550 berbahan bakar hydroxyl toluen poly butadiene (HPTB), daya jangkau maksimum 533km, ketinggian terbang mencapai 150 km, Kecepatan maksimum Mach 7.6 dan payload maksimum 300kg. RX-550 itu design lapan ini mengalahkan prototipe RX-450 diatas.

      Faktanya ini tetap roket prototipe dan tanpa pemandu. Jika cuman roket pelurunya Astros kita/Malaysia atau Himarsnya singapore juga bisa. Makanya ada kerjasama rudal C-705 walau jarak-nya hanay 100-an km tapi kita butuh tehnologinya u/ roket rhan kita

      • bang @marpuah, mengenai soal pemandu buat roket nasional kita, sudah saya utarakan pada komentar saya di atas saat menjawab komentar bung Lingkar. Kegaharan sebuah alutsista sejatinya bukan persoalan jangkauan/kecepatan dsb, melainkan penguasaan terhadap teknologi tersebut. Dan untuk sistem pembimbing, itu yang sedang kita kejar, salah satunya melalui ToT Rudal C705 sembari menyempurnakan roket itu sendiri

      • sebagai informasi bung @marpuah, seluruh roket yang dikembangkan konsorsium roket nasional menggunakan propelan Hydroxyl-terminated polybutadiene (HTPB), mulai dari RX-75 s.d RX-980. Dari segi ukuran, RX-550 jelas lebih besar dari RX-450 atau yang sekarang sudah menjadi RHan-450, dengan demikian jangkauan jelas lebih jauh bung :D dan bobot RX-550 hampir 2x dari RHan-450

    • Bang @Lingkar, mudah-mudahan bung bisa langsung dicangkokkan meskipun saya sedikit sangsi soal reliabilitas/kehandalan sistem pembimbing C705. Masih ingat betul bagaimana rudal ini meleset dan sempat “bengong” saat ditembakkan.

      Mudah-mudahan para ahli kita bisa memecahkan masalah ini. Amiin

      • Betul bung @Garu Langit, sebuah teknologi yang “disepelekan” akan memiliki efek berbeda tergantung siapa yang meraciknya bung, dan saya yakin para insinyur Indonesia memiliki kapasitas yang cukup baik dalam masalah ini. Semoga bisa lebih baik dari racikan vendor :D amiin

    • Sayangnya belum ada pemandu satelitnya…
      biar anti jammer wkwkw

  2. Pertamaxxx

  3. Itu pasti salah 18.000Kg, tapi gak tahulah wong aku juga gak ngerti roket.

  4. Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menguasai antariksa dan teknologi penerbangan,semoga bidang antariksa dan teknologi penerbangan nkri bisa lbih maju lgi

  5. Kedepan dicangkok turbofun tuk nambah jarak jelajah

  6. Lebih cepat lebih mantap…sempurnakan agar jangkauan lebih jauh ..langsung pasang hulu ledak Nuklir. jgn takut digertak siapapun…jalan terus….

  7. kira2 roket dengan rudal lebih gahar yang mana ya :D
    monggo info nya mas

  8. Kan pernah diberitakan kerjasama dgn Ukraina dikembangkan saja teknologi blok timurnya agar Rudal kita bs lbh gahar!

  9. produksi aja 1000 biji

    tetangga sebelah udah kejang kejang.

  10. Kalau Ada berita roket indonesia jadi gmana gitu hehe… Maju tak gentar untuk LAPAN.

  11. tidak lama lg beritanya psti akan hilang, lalu muncul lg dengan berita uji coba, demikian seterusnya sampai tiba akhirnya lalu muncul berita, pengembangan roket r-han 450 resmi dihentikan dgn alasan bla…bla…bla dst

  12. Kalo namanya jadi R-han..Berarti sudah berhasil ya.. uji roketnya…Maaf ini kecepatannya berapa ya..

  13. kalo soal spek teknis nya kita gak mungkin bisa tahu detailnya, kita musti perhatikan kehadiran para pejabat dg posisi strategis dlm bidang develop roket … kelihatannya ini momen sangat penting dlm kelanjutan program roket Indonesia ( semoga sdh jadi misille or rudal ) dan ada saksi buat laporan ke Presiden.

 Leave a Reply