Mar 142017
 

Markas Besar (Mabes) dari Angkatan Bersenjata UEA telah memberikan Al Jasoor sebuah kontrak untuk menyediakan panser 8×8, dengan nilai sekitar lebih dari US $ 660.000.000.

Panser 8×8 yang dipesan oleh Angkatan Bersenjata UEA adalah varian dari Panser Arma yang dikembangkan oleh Otokar Turki.

Keputusan untuk membeli kendaraan itu dibuat setelah melakukan evaluasi teknis komersial secara menyeluruh oleh Tawazun, kendaraan berhasil menjalani serangkaian pengujian yang luas di segala medan di UAE.

Pengembangan kendaraan tersebut dilakukan oleh Al Jasoor, yang merupakan perusahaan patungan antara Heavy Vehicles Industries (HVI), anak perusahaan oleh Tawazun dan Otokar Land System (OLS) UEA, anak perusahaan yang dimiliki oleh Otokar, Turki.

Di bawah pengaturan khusus, Al Jasoor akan memproduksi panser tersebut di Abu Dhabi, menggunakan fasilitas yang dimiliki oleh Tawazun Industrial Park (TIP).

Atas nama Al Jasoor, Kepala Eksekutif Tawazun, H.E. Saif Mohamed Al Hajeri mengucapkan terima kasih kepada Mabes Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab karena telah memilih panser 8X8.

Dia mengatakan bahwa Tawazun bangga untuk terus berkontribusi dalam memenuhi persyaratan Angkatan Bersenjata UEA, menambahkan bahwa semua mitra akan bekerjasama untuk memastikan pengiriman tepat waktu dari panser tersebut.

Mengenai proyek, Manajer Umum Otokar, Serdar Gorguc mengatakan bahwa “Otokar sangat bangga menjadi mitra dalam program penting ini, dan itu akan menjadi kehormatan bagi Otokar untuk dapat melayani Angkatan Bersenjata UEA serta untuk memenuhi standar yang tinggi”.

Fasilitas manufaktur otomotif paling modern yang ada di Abu Dhabi disiapkan untuk menjadi tuan rumah produksi lokal panser 8×8 di Tawazun Industrial Park.

Panser 8X8 dilengkapi dengan kit amfibi dan mampu menahan ranjau dan ancaman balistik lainnya.

Defense Aerospace

Artikel Terkait :

  16 Responses to “Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab Memesan Panser 8×8”

  1. Keren

  2. Kenapa gak ikut pesan Pandur spt Indonesia.? Pandur is OK

  3. .
    Mantap dha ”
    Keren ,,,,

  4. Panser buatan turki harganya mahal2..tetangga kita aja beli panser mahal2 dari turki cuma buat angkut pisang

  5. Anoa dulu tes.. untuk tambahan

  6. UEA gak pernah “AKAN”…

    langsung pesan…

    mantap…!!!

  7. Indonesia jg AKAN beli Pandur 2…Ngeteng 4 unit..Seperti BTR 4 beli Ngeteng..walau NKRI Raja Ngeteng tp jayalah nkri

    • 4 unit itu untuk di test dulu jika TNI puas mau di tambah jadi 50 unit..jika beli langsung borong kalau TNI gk puas kan kita yg rugi..makannya TNI beli selalu ngeteng contoh sukhoi pertama beli 4 unit setelah itu nambah terus

    • Justru ilmu ngeteng yg menguntungkan. jd teknologinya tetap update. Bayangkan andaikata beli banyak, lalu pada saat datang semua, ada teknologi yg terbarukan. Mau upgrade perlu biaya dan waktu. Sedangkan jika ngeteng, hari ini beli 10 unit, 2 thn kemudian ada model baru beli lagi 10 unit dan begitu seterusnya hingga update terus….ya toh.!

  8. Anoa untuk medan Indonesia sudah mumpuni….R&D PINDAD pasti sudah memperhitungkan, jika kita hitung ongkos material dan penggerak mesin, tentu mahal untuk pilihan 8×8, medan tropis belum tentu juga cocok buat roda 8×8….justru Anoa paling lincah, karena penggerak 6, jadi lincah di berbagai medan lumpur maupun terjal. TNI-AD harus beli Anoa saja…ingat…mencintai produk dalam negeri adalah keharusan….beli ngetengan produk asing cukup 4 saja ora popo, ….coba nanti di adu sama Anoa di medan tempur….tebakan saya…Anoa is the best !

  9. Klu Tata dgn Pindad hasil jadinya diberi nama apa ya? Dgn Pandurkan ada TOTnya jg, jd hasil akhir 8X8 Pindad bs lebih oke!

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)