Aug 242016
 

Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) telah lama berdiskusi dengan Lockheed untuk memasukkan Cooperative Research and Development Agreement (CRADA) bagi FA-50, menurut juru bicara Angkatan Udara Ed Gulick kepada FG. Pesawat FA-50 adalah hasil kerjasama antara Lockheed Martin dan Korea Aerospace Industries, adalah canggih, merupakan versi tempur ringan dari pesawat T-50 Golden Eagle. Pesawat tempur ini dilengkapi dengan 16 data link taktis dan dapat membawa Boeing Joint Direct Attack Munition (JDAM) dan Senjata Terhubung Sensor Textron CBU-97.

Setelah bersaing dengan 10 perusahaan kedirgantaraan di Pangkalan Angkatan Udara Wright-Patterson, Lockheed dan Textron muncul dengan desain yang paling matang untuk CRADA pertama, ujar Camron Gorguinpour, direktur transformasi inovasi Angkatan Udara kepada FG. Textron CRADA telah dieksekusi dan selanjutnya Angkatan Udara Amerika Serikat mengharapkan untuk memulai Lockheed CRADA dalam beberapa bulan mendatang, katanya.

CRADA baru Angkatan Udara memungkinkan layanan untuk menilai kelaikan udara pesawat terbang dan bisa membuka penjualan kepada pelanggan selain militer Amerika Serikat yaitu pelanggan militer asing. Minat industri pada CRADA didorong oleh perusahaan-perusahaan dalam negeri yang ingin memasarkan produknya ke luar negeri, meskipun tidak ada dalam perjanjian yang menghalangi perusahaan untuk mencoba menjual pesawat kepada USAF, ia menambahkan.

US FA-50-01

“Dengan informasi yang kami berikan, mereka dapat kembali dan memodifikasi desain untuk memperhitungkan risiko tertentu yang mungkin kita identifikasi”, kata Gorguinpour. “Tapi juga, pesawat ini akan dijual langsung ke sekutu asing. Sehingga perlunya Angkatan Udara untuk meninjau pesawat dan melakukan pengujian kelaikan udara yang menjabarkan resiko merupakan sesuatu yang akan dihargai pelanggan potensial asing karena mereka ingin melihat bahwa Angkatan Udara telah benar-benar peduli akan hal ini”.

Sementara Textron CRADA menempatkan Scorpion untuk pasar luar negeri, ternyata FA-50 telah banyak dipesan oleh pembeli asing. Republik Korea Selatan memiliki setidaknya satu skuadron operasional FA-50 dan Filipina telah memesan total 12 pesawat, yang pertama dikirim musim gugur lalu. Sementara Indonesia dikabarkan juga tertarik untuk mengakuisisi pesawat tempur ini untuk menggantikan Hawk-109/209 milik TNI AU yang sudah hampir pensiun. Pada tahun 2013, Irak juga memesan 24 pesawat latih T-50IQ, varian dari FA-50 khusus Iraq. Sementara itu, Lockheed Martin masih memiliki potensi pelanggan yang berasal dari Amerika Selatan yang tertarik untuk membeli FA-50.

Sebaliknya, Lockheed CRADA bisa menjadi sebuah iklan murah sebagai pesawat latih T-X untuk Angkatan Udara Amerika Serikat, menurut Richard Aboulafia, wakil presiden analisis Grup Teal.

“Untuk Scorpion, itu lebih rumit karena belum ada persetujuan sipil”, katanya. “Tapi dengan FA-50, ada beberapa operator di berbagai negara yang telah menggunakan variannya. Mungkin kelebihannya ada pada publisitas yang baik dan juga harga yang rendah, untuk T-X”.

US FA-50 flight

Tawaran Lockheed Martin untuk pesawat latih T-X adalah T-50A memiliki airframe yang sama dan bermesin tunggal General Electric F404 sama seperti FA-50. Varian tempur dibedakan oleh Elta Systems EL/M-2032 radar pulsa doppler, yang memungkinkan pesawat ini mampu menggunakan misi udara-ke-udara dan misi udara-ke-darat.

“Saya pikir kemampuan efektivitas tempur FA-50 mungkin lebih bergantung pada penilaian Angkatan Udara Amerika Serikat”, kata Aboulafia. “Tapi di sisi lain, saya kira hal ini [uji kelaikan] tidak ada salahnya.”

Sumber: Flight Global

  23 Responses to “USAF dan Lockheed Martin Memulai Uji Kelaikan Udara FA-50”

  1. Beli gak yah……

  2. Kadang suka aneh baca artikelnya, bahasanya susah di ngertiin…

  3. Saya pikir penilaian efektivitas tempur yang mungkin lebih bergantung pada penilaian Angkatan Udara Amerika Serikat”, kata Aboulafia. “Tapi di sisi lain, saya kira hal ini tidak ada salahnya.”

    tolong dijabarkan maksudnya apa

  4. kita dah deal tinggal nunggu bro.

  5. GILA BARU MEMULAI DI UJI KELAYAKAN UDARA

  6. baha gugle translate ? koq sulit dimengerti

  7. waduh hese maca na uy,acakadut 🙁

  8. Aduh Indonesia dan pilipin nasibnya sama, jadi percobaan

  9. kok ga ada artikel rokok ya

  10. Waduh… ini uji kelaikan di USAF baru akan dilakukan… nah trus yang skrg dipakai untuk produksi menggunakan standar MIL mana ya?

  11. Bingung…

  12. Belum layak sudah di beli tuk pencitraan dan buang duit..

    Bapak besar memang cerdas ,,
    Asal beli tanpa perencanaan dan kajian akhirnya nyawa yg jd taruhan

  13. Setiap Angkatan Udara menguji dulu pesawat yang dibelinya.

    Setiap Angkatan Laut menguji dulu kapal yang dibelinya.

    Setiap Angkatan Darat menguji dulu panser/rantis/tank yang dibelinya.

    Angkatan Udara Amerika juga membeli versi latih pesawat FA-50 ini. Maka mereka menguji dulu pesawat ini sebelum mereka pakai.

    Bukankah kalian jika mau beli mobil atau motor juga menguji dulu mobil / motor yang kalian beli ? Namanya test drive.

    Jadi jangan cuma mencela saja. Jelas ?

    • saya gk mencela loh, cuma tekejut. itu marketing aja supaya pamor FA50 naik krn uji kelayakan oleh usaf dan lockhead martin. ini pertanyaannya bung tukang itungkan setiap membeli kan harus di uji coba, nah trus kenapa lockheed jg ikut memulai uji kelayakan udara?????

 Leave a Reply