Jul 132016
 

Nunukan – Ketua Adat yang juga mantan Kepala Desa Sumantipal, Juni, mempersilakan Malaysia membangun di kawasan yang masih berstatus outstanding boundary problem (OBP)atau tahap perundingan antara Indonesia – Malaysia di Sungai Sumantipal-Sinapad, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, 17 Juni 2016.

“Kami mempersilakan Wakil Ketua Menteri Sabah Bidang Infrastruktur Datuk Yang Berhormat Bobbei A Suan untuk merencanakan pembangunan di Sumantipal. Apalagi yang mengusulkan pembangunan ini merupakan warga kami dari Desa Sumantipal yang berada di Sabah,” ujarnya.

Saat berkunjung ke Labang dan kawasan OBP di Sungai Sumantipal-Sinapad, 12 Juni 2016, Bobbei yang merupakan putra asli Murut, Sabah, Malaysia, memastikan Malaysia akan menggelontorkan anggaran pembangunan hingga RM 300 juta atau sekitar Rp 990 miliar dengan kurs RM1 senilai Rp 3.300 untuk membangun wilayah Sabah mulai dari Pegalungan hingga Bantul, bahkan akan menyentuh wilayah sengketa Sumantipal-Sinapad yang juga diklaim Republik Indonesia.

“Kami juga bersyukur ditanggapi masalah perbatasan. Tentunya itu urusan masing-masing negara. Bagi kami, yang kami tahu adalah wilayah kami belum menjadi milik sah salah satu negara,” kata Juni.

Dia mengatakan, Malaysia maupun Republik Indonesia sama-sama mengklaim kawasan yang mereka duduki saat ini. Sehingga pihaknya tidak menyoal negara manapun yang mau membangun di kawasan itu.

“Jadi siapa yang membangun sungguh-sungguh, dia punya wilayah. Jangan janji-janji tinggal janji,” ujarnya.

Warga setempat juga heran, karena pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara malah tidak pernah terpikir untuk mengunjungi kawasan sengketa dimaksud.

Namun ditengah keresahan warga menunggu pemimpinnnya hadir di perbatasan, Bobbei A Suan yang namanya berasal dari wilayah di Kabupaten Nunukan justru mengunjungi mereka.

Wakil Ketua Menteri Sabah, Datuk Bobbei A Suan, menyalami warga saat berkunjung di kawasan OBP Sungai Sumantipal, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan

Wakil Ketua Menteri Sabah, Datuk Bobbei A Suan, menyalami warga saat berkunjung di kawasan OBP Sungai Sumantipal, Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan

Rombongan Bobbei saat itu menemui warga Sumantipal dengan menumpang perahu melalui jalur sungai. Hanya butuh waktu 15 menit perjalanan dari Kampung Bantul di Negara Bagian Sabah, Malaysia.

“Bagi kami tidak masalah. Kami dikunjungi syukur, tidak juga terima kasih. Kami dengar Pak Gubernur terbang ke sana-kemari tetapi tak nongol di perbatasan. Padahal katanya di sini mau menjadi milik Indonesia,” kata Juni.

Dia berharap, suatu saat kelak Bupati Nunukan, Hajjah Asmin Laura mau berkunjung ke perbatasan.

“Karena sebelum menjadi bupati, beliau pernah ke Labang ini untuk ikut meresmikan Tugu Garuda,” ujarnya.

Sumber : Kaltim.tribunnews.com , 17 Juni 2016.

Artikel Terkait :

  102 Responses to “Warga Perbatasan Tidak Persoalkan Malaysia Membangun di Wilayah Sengketa”

  1. lo macam2 gue sikat

    • D sini lah pentingnya hubungan saling mmbutuhkn antara pemerintah dn rakyat…

      Harus saling melengkapi…tdk bs sepihak2…

      • BEGINI DEK ,,,

        AWAS ADA BERUK MUNYUK ,,

        DEK DIEGO HAPUS SELANGOR FC KARNA TELAH MENGGANGGU NASIONALISME KITA.

        ATAU MUNCUL BOWO BOWO YANG AKAN MEMBELA NKRI DEK ,,,

        • Betul si bowo komen yang jelas jelas menghina negara indo di biarin

          Giliran waktu itu komen bowo yang biasa saja di hapus

          Aneh admin forum kecil ini maunya apa

          #serbu

      • Biarin aja prof metro Admin kadang merasa kekanakan jadi kelakuannya begitu biasa prof Admin Diego itu *****

    • Curahan hati masyarakat perbatasan atas lambatnya kinerja pemda n pemerintah,.
      Dalam undang2 kawasan abu2 atau yg masih di sengketakan tidak boleh ada pembangunan dari pihak manapun entah itu malaysia ataupun indonesia.
      Pemerintah nampaknya tidak pernah berkaca dari lepasnya sipadan n ligitan
      Negri ini terlalu polos dan lambat dalam menyelesaikan daerah sengketa/zona abu abu jika persoalan di bawa ke ranah arbitrase sudah di pastikan MUTLAK indonesia akan kalah.
      Malaysia menang atas sipadan ligitan karena sudah membuat akses n infrastruktur di kedua pulau tsb,.apakah akan terjadi HAL yg sama.

      • Kapan negri ini punya pemimpin yg sadar akan beranda depan rumahnya,
        Setelah bung karno tidak ada lagi yg menatap beranda depan rumah
        Dua jendral yg pernah memimpin pun seakan melupakan ilmu perang nya tentang pentingnya perbatasan.
        Presiden yg kali ini memimpin seakan mendapat tamparan keras akan kasus ini krn visi beliau yg ingin memajukan perbatasan…
        Come on..
        Wake-up…
        *INDONESIA NEGARA BESAR DAN BERDAULAT*
        Jangan sampai untuk kesekian kalinya dipermalukan negri tetangga yg culas,angkuh,dan sok islami.

        • Betulll….

          • Klo seandainya semua alutsista kita baru dan buatan rusia, maka malaysia ga berani nginjak2 kita. Berbeda klo alutsista kita bekas ata baru tapi dari asu dan teman2nya septerti korsel dan yg lainnya, maka yg terjadi sampai lebaran monyet belum selesaipun malaysia akan tetap injak2 kita.

        • Kalo bupati ma gubernurnya aja cuek dan sibuk ngurusin kantong, masa semua harus diurus pemerintah pusat, lha berapa ribu desa di perbatasan yang harus dipikirin…

          • ……..emang banyak pejabat pade mate bute ttg NKRI yg berdaulat. Tp klu ngeliat duit gepokan baru sadar matanye terbuka lebar alias terbelalak….

  2. NDASMU kuwi cuk

  3. July 13, 2016 at 11:27 am
    Malaysia membangun land power yg hebat. Mereka telah membeli lisensi PARS 8X8(GEMPITA). Panser amfibi yg sudah matang dng proteksi yg hampir setara TERREX2…. Sedangkan indo masih berkutat di Anoa yg hanya 6X6 dan belum matang amfibi nya… Tapi setidaknya PINDAD sudah mempersiapkan medium tank, ..yg signifikan mendukung land power Indo.

  4. Jangan sampai tugu garuda dirobohkan..

  5. July 13, 2016 at 11:34 am
    Dan awalnya… Malaysia melakukan aneksasi secara halus. .

  6. Dan awalnya… Malaysia melakukan aneksasi secara halus. .

  7. Hayo….gubernurnya mana?nengok perbatasan ato nengok tambang batubara???? Hehehehe

    • Itulah busuknya politikus, dulu membujuk rakyat demo bikin propinsi kaltara pisah dari kaltim, lihat hasilnya, silakan rakyat yang sudah terbujuk berpikir ulang, pemekaran bukan meningkatkan pembangunan malah sama aja dengan yang lama…

      Harusnya demo pemekaran teteup dilanjutkan tapi gak usah sampe bentuk propinsi baru, dengan demo aja pasti pemprov kaltim mau membangun kaltara yang penting tidak pisah…

      • Betul sekali, pemekaran hanya meredam sementara dari gejolak yang ada dengan menimbun gejolak baru yang setiap saat bisa muncul ke permukaan, mestinya pola pikir (pemekaran) semacam itu jangan dituruti. Optimalisasi kinerja kementrian dalam negeri dan pemberdayaan aparatur pemerintahan mulai tingkat propinsi hingga desa seharusnya lebih diutamakan, sehingga pembangunan bisa merata.

        Pengawasan terhadap jalannya proses tersebut bisa melalui pengumpulan informasi dari masyarakat secara langsung dengan membuka jalur pengaduan khusus (bisa melalui telepon, sms, email dan lainnya) ke mendagri dan atau ke RI-1 langsung. Sehingga bisa dilakukan koreksi secepatnya bila terjadi penyimpangan.

        Yang pasti jangan melalui partai/DPRD, karena jalur partai umumnya hanya mengutamakan kepentingan kelompok/partainya saja. Karena Bupati dan Gubernur yang dipilih melalui jalur politik umumnya tidak beres, melakukan pembangunan hanya di wilayah basis kekuatan mereka saja, sementara masyarakat dari luar partainya lebih banyak diabaikan.

        Menurut saya hal itu yang terjadi sekarang di wilayah perbatasan kita. Para kepala daerah mengabaikan wilayah yang bukan menjadi basis pemilih mereka.

        Seandainya posisi kepala daerah mulai dari kecamatan hingga propinsi merupakan jabatan karier (PNS), saya rasa akan lebih baik lagi. Lebih mudah melakukan kontrol atas kinerja mereka. Sistem yang sekarang sangat buruk karena merupakan jabatan politik.

      • pemekaran hanya mewadahi keinginan orang2 tertentu yg ingin jd penguasa
        setelah jadi penguasa pura2 tidak tahu tentang daerahnya
        sepertinya pemimpin yg bukan putra daerah malah bisa lbh memikirkan daerah yg dia pimpin, tidak mengkotak2an warganya
        terkadang dari situ saya malu dengan pejabat di kaltim dan kaltara
        lupakan otonomi khusus kaltim klo blm bisa memaksimalkan dana yang ada

  8. Jangan berharap banyak dengan pemerintah RI, para pejabatnya sudah banyak yang terlena dengan uang korupsi. Mereka akan memperhatikan kalo sudah disorot oleh media supaya nama mereka terekspos,,,

  9. Kalo gubernurnya saja sdh tdk pernah nengok daerahnya, gmn mau memajukan daerahnya. Ditengok jika mau pilkada saja. Kok sptnya susah banget membuat program pembangunan infrastruktur perbatasan, padahal dana dari pusat selalu siap.

    Ada satu trik pemerintahan Malaysia utk merekrut warga perbatasan, dng memberikan bantuan infrastruktur, bahan sandang pangan maupun memberikan KTP Malaysia. Hal ini biasa terjadi saat2 menjelang pemilihan raya di Malaysia. Untuk menjaring sebanyak mungkin suara didaerah perbatasan. Jd gak bs jg kita menyalahkan warga perbatasan yg tdk loyal dng NKRI, sementara utk kebutuhan hidup sehari-hari banyak didpt di negeri tetangga, demikian jg dng pendidikan. Bahkan yg lebih sepele lg menyangkut kesehatan dan kelahiran anakpun dilakukan di negeri tetangga, karena sarana kesehatan spt Puskesmas sangat jauh jaraknya dr tempat tinggal mereka. Oleh sebab itu banyak anak2 perbatasan yg akte kelahirannya dikeluarkan oleh pemerintah Malaysia, walaupun tetap berstatus WNI. Ironi sekali kehidupan perbatasan.
    Semoga keluhan mereka didengar oleh Gubernur dan Bupati serta Pejabat2 daerah setempat.

    • Benar bung Ruskye, menurut saya sistem politik yang sekarang kita anut lebih buruk dari sistem orla maupun orba. Terlalu banyak posisi pemerintahan disusun melalui jalur politik, bukan jalur karier sehingga susah di kontrol.

      Kalau jalur karier memiliki “Key Performance Indicator” (KPI), yaitu penilaian kinerja yang bersangkutan sehingga bisa meningkatkan professionalisme, sedangkan jalur partai mengutamakan “pendukung/pemilih”, sehingga menjadi absurd, bukan rahasia lagi bahwa banyak orang partai berasal dari pimpinan organisasi dan umumnya preman. Dan mereka lebih mengutamakan kelompok daripada negara secara keseluruhan.

  10. TAMPARAN KERAS BUAT SEGENAP PEMANGKU KEBIJAKAN..BERAPA KALI ANDA DI TAMPAR DENGAN MASALAH YANG SAMA..BELUM CUKUPKAH SIPADAN,LIGITAN,AMBALAT MENAMPAR MUKA2 ANDA..APA HARUS MASALAH DI ANGKAT KEPERMUKAAN BARU SADAR DAN SIBUK MENANGANINYA..BASI DAN LEMAH..saya kadang kecewa dengan lambannya pemerintah,sampai2 yg punya otoritas wilayah(kepala suku) mengucapkan “AMANA YANG BENAR2 MEMBANGUN BUKA SEKEDAR JANJI SAJA”..

  11. Jawabnya hanya dan hanya satu kalimat :Pecat gubernur dan bupatinya ! Ganti ya punya jiwa nasionalis dan berorientasi pada kesejahteraan rakyatnya.

    • Dengan sistem politik sekarang, idak segampang itu memecat gubernur, Presiden dipilih langsung, Gubernur dan Bupati juga dipilih langsung oleh masyarakat.

  12. “Kita bikin rame….” *

    *syarat & ketentuan berlaku

  13. Ada penerintah Pusat melalui mendagri .. untuk mengangkat kepala desa dari Tni ..khususnya di daerah daerah perbatasan. ini untuk menjaga lobi malaysia pada daerah perbatasan. .untuk membujuk masyarakat setempat condong pada Malaysia.

  14. Ko tdk nasionalis bener para pejabat daerah Kalimantan Utara dan mungkin lagi asyik kumpulkan harta untuk pribadi sampai sampai wilayah sengketa dibangun Malon ntar sama dengan kasus Sipadan dan Ligitan !

  15. SING PENTING MASYARAKAT SETEMPAT HIDUPNYA TERJAMIN DAN KESEHATANYA TERJAMIN… GAK NGURUS WILAYAH.E SOPO… ALLAH AJA YAH GAK BAKAL TERIMA KALAU HAMBANYA DI ZDOLIMI KAYAK GITU… RESEPECT BUAT MALAYSIA…

  16. SING PENTING MASYARAKAT SETEMPAT HIDUPNYA TERJAMIN DAN KESEHATANYA TERJAMIN… GAK NGURUS WILAYAH.E SOPO… ALLAH AJA YAH GAK BAKAL TERIMA KALAU HAMBANYA DI ZDOLIMI KAYAK GITU… RESPECT BUAT MALAYSIA…

    • Setuju bung. Tugas pemerintah ya memakmurkan rakyat…. Saya sebagai ilmuwan juga dah sering ditawari di Malaysia dengan gaji yang lebih baik.

    • Benar Cak Togel, Malaysia diuntungkan dengan sistem kerajaannya, sehingga kebijakan dan hierarki kepemimpinannya jelas. Sistem di Indonesia saat ini buruk, Bupati memiliki 2 pimpinan, pertama adalah Gubernur dan yang kedua adalah ketua partai. Begitu pula Gubernur, atasannya adalah Presiden melalui mendagri, juga mesti tunduk dengan kebijakan partainya.

  17. Kalo negara lain klaim wilayah perbatasan dgn membangunnya kalo kita cukup dgn bikin tugu garuda yg ada tulisan harga matinya…

  18. Daerah abu2..harus.y tdk ..ada aktifitas..kesalahan fatal…tp.tdk bisa d salahkn warga perbatasan..tp demi marwah kita pertahankn..

  19. muak dengar berita gini, pejabat pada dioyan duit warganya tidk di urusi,dahhh mending merdeka aja semua pulau pulau di indonesia, biar indonesia hanya jakarta aja !!!!! cokkk!!!!

  20. Kasus yg sama sebelom sipadan ligitan dianeksasi malaysia..

  21. CUBA SELIDIK PINTAR YOUR COMENT??BERAPA KALI PEJABAT INDONSIA BERKELILNG KAT PERBATASAN??IS YOUR ANSWER
    ..NOTHING MRK DAH MALAS..JAUH SUNYI

    • ITU MASA LALU SELANGOR,?,

      LAIN DULU LAIN SEKARANG LAH…

      DAN LAIN JUGA HARI ESOK…

      • Penjajahan era modern tanpa militer tapi seperti berita diatas..

        Kunjungi balik wilayah malaysia diperbatasan,lalu cuci otak penduduknya seperti yg malaysia lakukan kependuduk wilayah indonesia..

        *counter attack

    • @selangor fc
      Anda benar, para pejabat di negara kami banyak yang seperti itu, tetapi bukan hal terpuji juga yang pejabat negara kalian lakukan.

  22. Sedikit demi sedikit wilayah RI akan berpindah kepemilikan kpd negara lain jika pemerintah lemah dan para oknum kampret tidak berhenti berebut kekuasaan,,sayang sekali kemerdekaan yg direbut dgn tetesan darah dgn warisan segala wilayah yg sangat luas,lepas begitu saja tnpa tetesan darah….rakyat sekarang lebih cerdas,tidak butuh janji muluk tp butuh sesuatu yg nyata bukan omdo

  23. ISH….PAK CIK NOTO ..MAAF KALI INI YOUR COMENT MENUNJUK TINGKAT YOUR IQ IS LOW….PERNAHKAH ANDA KE SANA??BAHKAN ANAK KECIKPON TERTAWA MEMBACA KOMEN ANDA DULU MAUPUN SEKARANG TIPIS BEZA MSH SEPI…DO YOU UNDERSTEND??

  24. mendagri harus tegur tuh gubenur!!! kalo perlu mendagri turun gunung ke perbatasan. trus foto peletakan batu pertama pembuatan pembangunan di perbatasan, setelah tuh balik ke jakarta. jd yg penting uda naruh batu pertama bahwa mau di bangun tp entah kapan di wujudkan nunggu anggaran. umumnya yg terjadi spt itu.

  25. zonk emang mukanya muka bilik bambu

  26. gubenurnya gengsi kalo sudah jd pejabat daerah, klo masih kampanye setor muka di kampung kampung. pelayan publik tp lebih cenderung jd raja kecil

  27. tolong pak gubernur irianto lambrie.agar kiranya lebih diperhatikan lgi permasalahan ini.kami sudah jengah dengan sikap malonista.dahulu waktu masih menjadi bagian provinsi kaltim,ketiga desa tersebut tidak pernah diurus dan diabaikan.tolonglah di buatkan akses jalan agar mempermudah aktivitas ekonomi di ketiga desa tersebut.trims

  28. Pilih yg terbaik buat warga perbatasan..,

  29. Maaf saudara sekalian,kami orang pedalaman kalimantan maupun saudara kami di perbatasan bukan tak cinta NKRI kami setia,siap sakit asal sama sakit kalau kalian senang setidaknya jangan lupa dengan kami.kekayaan pulau kami dikeruk tanpa ada timbal balik.kalau kami nonton tv malaysia DPR nya saling berdebat ingin membangun ini itu, ingin jadi negara maju tahun sekian,tak mau kalah dari negari tetangga sering indonesia sebagai pembandingnya. berhasil atau cuma impian tapi tetap ada usaha tapi kalau nonton tv di negara kita indonesia kami lihat banyak kursi kosong,berita korupsi tak henti henti,janji itu ini seperti cuma bualan.kalian mungkin mudah bilang NKRI harga mati karena mungkin di tempat kalian ada pembangunan dan kalian seperti memang punya pemerintah,beda kami disini pembangunan nyaris bahkan tak ada,makanan dan lainnya di dapat dari negara tetangga kami seperti tak punya pemerintah lebih sakit lagi kami merasa dijajah oleh negara sendiri!kalau di anggap rakyatnya setidaknya perhatikanlah.

    • Saudaraku Anak Kalimantan, kami tidak menyalahkan saudara-saudara yang ada disana, memang beginilah wajah politik di negeri ini, serba carut marut, hanya ingin mengambil keuntungan untuk diri sendiri dan kelompoknya saja, tidak berfikir secara luas tentang kesejahteraan kita rakyat biasa yang tinggal ditempat terpencil, mereka hanya mengejar kekuasaan saja. Saat telah duduk dan memiliki kekuasaan, mereka lupa pada kita semua.

      Jikapun akhirnya kalian lebih memilih untuk berpisah dari NKRI, biar ini jadi pelajaran utk para pemegang kekuasaan dan pemerintahan bahwa harus dibayar dengan harga yang mahal atas perbuatan mereka, bukan tidak mungkin, 10, 20, 50 atau 100 tahun kedepan NKRI hanya tinggal kenangan karena banyak wilayah lain yang lebih memilih bergabung dengan negara lain ataupun memilih untuk berdiri sendiri.

      Semoga saja para pemimpin negara kita bisa lebih bijaksana dalam menyikapi semua ini.

  30. Maaf saudara sekalian,kami orang pedalaman kalimantan maupun saudara kami di perbatasan bukan tak cinta NKRI kami setia,siap sakit asal sama sakit kalau kalian senang setidaknya jangan lupa dengan kami.kekayaan pulau kami dikeruk tanpa ada timbal balik.kalau kami nonton tv malaysia DPR nya saling berdebat ingin membangun ini itu, ingin jadi negara maju tahun sekian,tak mau kalah dari negari tetangga sering indonesia sebagai pembandingnya. berhasil atau cuma impian tapi tetap ada usaha tapi kalau nonton tv di negara kita indonesia kami lihat banyak kursi kosong,berita korupsi tak henti henti,janji itu ini seperti cuma bualan.kalian mungkin mudah bilang NKRI harga mati karena mungkin di tempat kalian ada pembangunan dan kalian seperti memang punya pemerintah,beda kami disini pembangunan nyaris bahkan tak ada,makanan dan lainnya di dapat dari negara tetangga kami seperti tak punya pemerintah lebih sakit lagi kami merasa dijajah oleh negara sendiri!kalau di anggap rakyatnya setidaknya perhatikanlah.terimakasih!

  31. bangun indon…..
    sadar….jngn cuma di jawa pembangunan …
    tpi di luar dn perbatasan …klo tdk…slamat tinggal…nkri welcome malaysia…

    • Lon… Lu lihat pembangunan udah mulai nyata di tangan Jokowi.
      Bentar lagi Lon, bentar lagi nyampe di depan matamu

  32. “Bagi kami tidak masalah. Kami dikunjungi syukur, tidak juga terima kasih. Kami dengar Pak Gubernur terbang ke sana-kemari tetapi tak nongol di perbatasan. Padahal katanya di sini mau menjadi milik Indonesia,” kata Juni.

    Lah gubernurnya aja males. Kalah lincah sama Presiden yang tinggal di Jakarta.
    Harusnya Mendagri yang rajin mondar mandir ke perbatasan. Jadi Gubernurnya pasti ikut nongol walau cuman lolak lolok karena nggak punya konsep apa-apa tentang memajukan daerah

  33. apalah yang dikerjakan pemerintah saat ini?? seharusnya dengan kekuatan indonesia dari segi militer dan ekonomi seharusnya tidak ada kompromi dengan malasya, mari bung diego bikin web khusus petisi, kirim ke pemerintah bung, kita juga harus dan berkewajiban untuk mengingatkan pemerintah..

    for diego

  34. Mendagrinya kerjanya ngapain tau?? Ini bukti mendagri dan gubernoornya gak kerja?? Jok

  35. @mada setuju bung seharusnya pemangku kepentingan disana pro aktif karena dana dipusat ada mukin gubernur,bupati,camatnya tidur mikirin jadi pejabat 5 taon blm balik modal bwt kampanye kemaren kebanyakan orng hanya menyalahkan pemerintah pusat padahal kalo diliat dari nawacita jelas membangun indonesia dari pinggiran seperti di papua ada jalur trans papua dan pembangunan tidak melulu hanya di pulau jawa pembangunan juga imbas dari kecakapan pemimpin yg amanah karena skrng otonomi daerah jadi raja2 kecil cost menjadi pejabat ga kecil kecuali kepala daerah ditentukan oleh pusat dan yg menjadi pejabat daerah orng yg berkompeten punya visi misi yg jelas dan ga asal bikin aja realisasinya ga ada dengan begitu maka akan mengurangi cost jadi pejabat dan fokus kerja dan kerja untuk kemakmuran rakyat

  36. Jadi siapa yang membangun sungguh-sungguh, dia punya wilayah. Jangan janji-janji tinggal janji,” ujarnya…
    kita punya anak baikpun jika gak pernah dikasi makan yang ttp aja pergi

  37. Malaysia memang lebih berhak menguasai seluruh Kalimantan, sebab Malaysia memang kaya dan mampu membangunnya, di bawah kedaulatan Malaysia tentu rakyat Kalimantan akan lebih sejahtera dan makmur…HARUS ADA REFERENDUM untuk menentukan masa depan rakyat Kalimantan di bawah pemerintahan The Great Malaysia….Hidup Malaysia….Hidup HT….

  38. sudah waktunya kita kritisi segala kebijakan pemerintah yang terlalu lamban..mau di karungin pun saya ga masalah…semua buat indonesia ke depan lebih baik lagi..apa gunanya forum JKGR kalau tidak buat masukan dan saran sebagai bentuk kontribusi kepada bangsa..apa cukup hanya dengan pertamax dan ketawa..terus saling menghjat,ga ada gunanya kawan semua ada waktunya kapan harus cengeesan dan kapan harus serius…satukan pikiran demi indonesia yg lebih kece..ingat di saat kita lengah tetangga sibuk menyusun strategy liciknya…

    • kan si malay memang gitu, waktu kita sibuk di tsunami aceh, si ATM sibuk mindahin patok di kalimantan. waktu harto rubuh jg simalon jg sudah rencana bawa ke MI masalah sipadan ligitan
      ———–
      Persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia, mencuat pada tahun 1967 ketika dalam pertemuan teknis hukum laut antara kedua negara, masing-masing negara ternyata memasukkan pulau Sipadan dan pulau Ligitan ke dalam batas-batas wilayahnya. Kedua negara lalu sepakat agar Sipadan dan Ligitan dinyatakan dalam keadaan status status quo akan tetapi ternyata pengertian ini berbeda. Pihak Malaysia membangun resor parawisata baru yang dikelola pihak swasta Malaysia karena Malaysia memahami status quo sebagai tetap berada di bawah Malaysia sampai persengketaan selesai, sedangkan pihak Indonesia mengartikan bahwa dalam status ini berarti status kedua pulau tadi tidak boleh ditempati/diduduki sampai persoalan atas kepemilikan dua pulau ini selesai. Sedangkan Malaysia malah membangun resort di sana SIPADAN dan Ligitan tiba-tiba menjadi berita, awal bulan lalu. Ini, gara-gara di dua pulau kecil yang terletak di Laut Sulawesi itu dibangun cottage. Di atas Sipadan, pulau yang luasnya hanya 4 km2 itu, siap menanti wisatawan. Pengusaha Malaysia telah menambah jumlah penginapan menjadi hampir 20 buah. Dari jumlahnya, fasilitas pariwisata itu memang belum bisa disebut memadai. Tapi pemerintah Indonesia, yang juga merasa memiliki pulau-pulau itu, segera mengirim protes ke Kuala Lumpur meminta agar pembangunan di sana dihentikan terlebih dahulu. Alasannya, Sipadan dan Ligitan itu masih dalam sengketa, belum diputus siapa pemiliknya. Pada tahun 1969 pihak Malaysia secara sepihak memasukkan kedua pulau tersebut ke dalam peta nasionalnya.
      Sikap pihak Indonesia yang ingin membawa masalah ini melalui Dewan Tinggi ASEAN dan selalu menolak membawa masalah ini ke ICJ kemudian melunak. Dalam kunjungannya ke Kuala Lumpur pada tanggal 7 Oktober 1996, Presiden Soeharto akhirnya menyetujui usulan PM Mahathir tersebut yang pernah diusulkan pula oleh Mensesneg Moerdiono dan Wakil PM Anwar Ibrahim, dibuatkan kesepakatan “Final and Binding,” pada tanggal 31 Mei 1997, kedua negara menandatangani persetujuan tersebut. Indonesia meratifikasi pada tanggal 29 Desember 1997 dengan Keppres Nomor 49 Tahun 1997 demikian pula Malaysia meratifikasi pada 19 November 1997.
      Pada tahun 1998 masalah sengketa Sipadan dan Ligitan dibawa ke ICJ,[1][2] kemudian pada hari Selasa 17 Desember 2002 ICJ mengeluarkan keputusan tentang kasus sengketa kedaulatan Pulau Sipadan-Ligatan antara Indonesia dengan Malaysia. Hasilnya, dalam voting di lembaga itu, Malaysia dimenangkan oleh 16 hakim, sementara hanya 1 orang yang berpihak kepada Indonesia.
      ————–

  39. si ibu puan aja di suruh berkunjung kesana biar gk cuma duduk di ruang berAC saja. sambil bawa TOA meneriaki revolusi mental di telinga gubenur biar melakukan tindakan sesuai kewajiban tugas dan baktinya kepada daerah. menko paling senyap diantara lainnya.

    denger kabar banyak kepala daerah yg takut kena ciduk KPK makanya gk berani pake anggaran, sumpeh bikin ketawa alasan yg gk logis. kepala daerah yg minim konsep di tendang aja..

  40. 1. Negara adalah alat, bukan tujuan.
    2. Tujuan negara adalah: memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, …
    3. Jika alat untuk mencapai tujuan tidak tercapai, ganti alatnya?
    4. Jika sengketa wilayah diajukan ke pengadilan internasional, maka yang nyata2 membangun wilayah itu yang menang. Contoh kasus: Sipadan-Ligitan.
    5. Orang2 jawa jangan cuman pintar ngomong, sekali2 tinggal di perbatasan, biar tau gimana sengsaranya rakyat disana. Jadi pilih mana?

    • yg salah yh gubenurnya kan putra daerah dan sudah otonomi.???masa yg di salahin orang jawa lagi.

      gubenurnya aja cuma wara wiri naik pesawt

  41. INDONESIA JAYA. Ganyang malaysia!!!!!

  42. Kayaknya wajib militer dan penataran P4 musti diadain lagi nih….kalau tidak semua wilayah minta pisah sama NKRI…urusan perut ngalahin karakter bangsa sungguh miris….

  43. Mungkin klau sdah seluruh kalimantan d claim malaysia, baru pemerintah bertindak. Pemerintah terlalu bnyak pencitraan doang…

    • Indonesa memegang teguh semboyan gugur 1 tumbuh 1000, karena memiliki ribuan pulau maka sepele dengan wilayah perbatasan, hilang satu wilayah atau pulau bakal bangun pulau lagi (reklamasi)…

      Wkwkwkwkwk..

  44. berikan pemahaman yang benar mengenai hukum larangan membangun di daerah abu abu perbatasan kepada masyarakat

    sepertinya masyarakat disana kurang mendapat wawasan yang cukup mengenai batas batas wilayah kedaulatan negara

    • Itu tugas kepala daerah, mereka saja tidak mau berkunjung kesana, maka darimana masyarakat mengetahui mengenai hukum tersebut?

  45. Jgn hanya salahkan rakyat yg memilih keluar dri nkri

  46. Kalau untuk urusan perut, jangankan nasionalisme, keimanan juga bisa luntur.

  47. sekali maling ya tetap maling tabiatnya…

  48. Comment:JANGAN PERNAH SALAHKAN NEGARA LAIN…!!!!YG SALAH BKN MRK,TPI PARA PEJABAT KITA…!!!ORG PEJABAT KITA AJA GAK MIKIR ITU DAERAH MAU DI KLAIM MALAY,KITA SBG RAKYAT BISA APA???KOAR2..????EMG DIDENGERIN???.YA UDAH SERAHKAN SJA SMUA,,KALAU PERLU KALIMANTAN&SUMATRA BERGABUNG DGN MALAYSIA,SULAWESI BERGABUNG DGN AUSTRALI,IRIAN MERDEKA SENDIRI,MARI MARI BUBARKAN INDONESIA,GAK PERLU DAN GAK PENTING TTP BERTAHAN MENJADI NKRI,GAK ADA ENAK2 NYA SM SEKALI,DAN KAMI DAH BOSEN PUNYA PEMIMPIN DN PEJABAT YG HANYA SIBUK NGURUSIN KEDUDUKAN,JABATAN DAN KEKAYAAN,SDGKAN MRK TAK PERNAH SERIUS BENAR2 MENJAGA DAN MEMAJUKAN INDONESIA,JADI APA ENAK NYA???MENDING PISAH SJA DAN BUBARKAN NKRI…..!!!KMI MUAK DGN KALIAN PARA PEJABAT DAN PEMIMPIN YG INDONESIA YG KELIATAN TEGAS BERWIBAWA DAN INDONESIA BGT,TP GAK PUNYA KESERIUSAN DLM MEMAJUKAN NKRI,DAN SELALU GAK PUNYA NYALI SAAT BERHADAPAN DGN NEGARA2 LAIN YG SLALU MLECEHKAN NKRI,KALIAN CM MENANG KOAR2 DOANK FAKTANYA NOL BESAR……!!!!!

  49. Ni berita udah pernah timbul di tv belum ??? sangat di sayangkan pemprov dan pemda kurang merhati.in yg bgini.an… ntar kalau udah genting bru kbakaran jenggot… nasib nasib

    • Para pejabat tidak menonton berita mereka menonton KDI, bahkan sebagian ikut datang ke Jakarta buat memberi dukungan pada pesertanya.

      Parah sekali bukan?

  50. kewarganegaraannya d ragukn,,ini mendekati penghianatan sebaiknya pemerintah bertindak tegas,sekiranya warga d sana yg akan jd jurang pemisah NKRI lebih baik suruh pindah ke sabah daripada kehilangan pulau lbih baik kehilangan orangnya ada pun seolah tdk berpihak pada NKRI,,NKRI tidak butuh rakyat kayak gitu,,NKRI hanya punya rakyat jiwa kesatuan dan cinta tanah air yg kuat,,

    • Bagaimana kalau bung wiranata di paksa pindah ke wilayah perbatasan saja, biar tau bagaimana rasanya tinggal disana. Oke?

  51. Mendagri n gubernoornya kwtauan gak kerja?? .awas kita mau diadu domba dengan malaysia ..bobbie asuan orangnya cina namanya cina ktp nya doang malaysia …cina malaysia

  52. berarti jurus cocoklogi, orang jelas itu pelaku kejahatan masa mau dibiarkan, sebentar keluarga tsunami yg diperkosa biarkan saja…

  53. tapi saya heran kenapa orang timor leste diperbatasan tidak mau diklaim indonesia pdahal sda nya miskin dan kalo perlu kebutuhan harus nyebrang ke ntt.mereka lebih milih pisah dgn nkri.disini kita harus instropeksi mungkin pendekatan kita salah terhadap masyarakat di perbatasan atau pulau lain atau mungkin karena kita tdak mampu mengakomodasi aspirasi mereka atau kita salah dalam rekrutmen pns dan pejabat daerah yg mana banyak calon pemimpin daerah dididik di p jjawa malah sengaja diekspor kesana.

  54. Jgn Salahkn Gub.Kmi dikalimantan bro..Percuma,Klo anggaran Apbd kmi Tersendat2 dari pusat..Mo bkin Infrastruktur jalan n jembtn hrus tngu rapat dlu di DPR Pusat..Byk yg molor dsna sni..Klo ente g percaya cek sndri dikaltim or kaltara..

  55. Percuma kita teriak” kl pihak yg seharusnya memikul tanggung jawab mensejahterakan daerah yg dia pimpin tapi nyatanya tidak berbuat apa”dn yg lbh miris lagi kl pihak(pejabat)tersebut punya pemikiran masa bodoh yg penting gue kenyang…..
    Kl pejabat daerah cuman molor aja kerjaannya seharusnya masarakat setempat laporkan aja ke pusat kl perlu laporkan ke presiden sekalian dn kl lapor presiden pun masih aja sama hasilnya,jawabnya ya wassalam/lepasin mereka nentuin masa depannya sendiri……

  56. DAH LAH JANGAN BEGADUH SIAP2 WAR JE LAWAN CHINESE KINI TAIWAN RAMAI PULA BERKERUH ZONE LCS http://m.okezone.com/read/2016/07/13/18/1437274/tolak-putusan-lcs-taiwan-kirim-kapal-perang-ke-pulau-sengketa

  57. kalau masalah ALUTSISTA kalian getol mengomentari dan cari sensasi..giliran jiwa nasionalisme di uji sama sekali tidak peduli…aneh orang pandai sekarang…

  58. Biarin saja lah..kalau mau ikut malon lagian pemerintah RI juga tak peduli..kalau mau jadi warga malay ya sana jangan tinggal di indonesia..jangan geser patok

  59. Meley punya nyali? Kayaknya pprc belum pada mudik dari tarakan

  60. siape pon tak takut indon….jeh
    macam mane nak takut indon…
    dah kebace indon punya..
    malay lagi jaya..sokong luar negara..
    mcem mane indon nak lawan tak bedaye ..

    • tak bedaye nak lawan sape lon???
      kami bukanye tak bedaye nak lawan tp kami malas dengar kalimat serumpon korang sampai meluat dengarnye tiap kami nk tegas sikit je pasti kalimat tu pun korang dendangkan mcm lagu dangdhut pulak…dh lh baik kau senyap je lh lon tk payah nk sembang lbh”ye……

  61. Lon..Awak tu byk cakap jeh..Lopat Maha tu korang…

  62. Slogan NKRI HARGA MATI APAKAH MASIH BERLAKU BAGI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT REPUBLIK INI?

  63. tak laku pulak….
    timor pon lepas ….nak tangkap santoso pun tak boleh…macam bellut jeh diorang…
    tak pandai pon…
    lagi bnyak lain pulak…

    ish ish ish….sabar je lah ye kan…

  64. Update terus aja min berita kek gini biar sadar itu pemerintah

  65. Dirgahayu malaysia… marilah sahabatku di kalimantan dan sumatera bergabung dengan kami dan tinggalkan pulau jawa kamu yang korup… kami akan majukan wilayah kamu, marilah kita pandang kedepan dan maju bersama di bawah kedaulatan malaysia yang makmur

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

(required)

(required)