Aug 222016
 

Perisai rudal jarak jauh yang canggih akan segera masuk ke dalam layanan Angkatan Udara Rusia dalam waktu dekat, menurut Wakil Komandan Angkatan Udara Rusia, Viktor Gumenny dalam sebuah wawancara dengan situs berita Life.ru. Dia mengatakan, “Penciptaan pencegat rudal jarak jauh akan membantu Angkatan Udara untuk memenuhi tugas apapun yang ditetapkan oleh Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Rusia”.

Gumenny menambahkan bahwa juga ditambahkan kemampuan pertahanan Angkatan Udara dengan berbagai sistem anti-pesawat yang canggih, termasuk Pantsyr-SM, Pantsyr-SA, Pantsyr-S dan unit artileri Pantsyr-S2.

Sistem pertahanan rudal jarak pendek Pantsyr-S diatas truk Kamaz-6560 saat Forum Teknis Militer Internasional 2015 di Kublnka

Surat kabar Rusia Vzglyad, sebuah laporan oleh pusat produksi dan pengembangan ilmu pengetahuan Almaz menyatakan bahwa Kementerian Pertahanan telah memutuskan untuk mengembangkan dua sistem rudal anti-pesawat baru (AAMS) – jarak menengah dan jarak jauh, berdasarkan pada desain sistem rudal S-400 Triumf.

Pada tanggal 15 April 2016, kepala pertahanan udara, Wakil Komandan Angkatan Udara Rusia Viktor Gumenny mengatakan bahwa militer Rusia mengharapkan penampilan set pertama sistem rudal anti-pesawat (AAMS) S-500 dalam waktu dekat, menurut surat kabar Vzglyad.

Sistem pertahanan rudal anti-pesawat S-300

Sistem S-500 Prometey, juga dikenal sebagai 55R6M Triumfator-M, adalah anti-pesawat dan sistem rudal anti-balistik mutakhir saat ini dan sedang dikembangkan di Rusia. Sistem ini dirancang untuk menggantikan S-300 dan S-400 sistem.

Dikembangkan oleh Almaz Antey, S-500 dikatakan memiliki jangkauan 600 kilometer (lebih dari 370 mil). Sistem ini secara bersamaan dapat mencegat hingga sepuluh rudal balistik dan rudal hipersonik yang mampu bergerak dengan kecepatan 7 kilometer per detik.

Unit peluncur sistem rudal pertahanan udara S-400 Triumf memasuki pelayanan diwilayah pertahanan angkatan udara di Moskow, Rusia

Sistem S-500 Prometey mampu menghancurkan target pada ketinggian hingga 200 kilometer (lebih dari 120 mil). Sistem ini juga mampu mencegat pesawat tempur dan UAV, serta menghancurkan satelit bumi dengan orbit rendah, perangkat penghancur angkasa dan persenjataan orbital.

Adapun sistem S-500 akan menjadi upgrade besar untuk unit S-400 yang sudah dalam pelayanan saat ini. “Ini akan membentuk lapisan tingkat atas dari sistem pertahanan udara terpadu Rusia”, menurut ahli pertahanan Dave Majumdar, seorang penulis untuk majalah National Interest, Amerika Serikat.

Sumber: Sputnik News

Bagikan Artikel:

  17 Responses to “Zona Larangan Terbang Moskow, Rusia Miliki Perisai Rudal Baru”

  1. Perlu di borong…..betul gak carin….xixixi

    • di borong apanya mas bro…….

      lawong es telungatus aja ga kebeli………..

      jeng jesica mana……..jesica mana…..

      saya mau pesan kopi sianida ……sruput sruput……..urusan belum kelar samai sekarng.

  2. numero uno….

  3. bobok dulu

  4. tinggal di rusia biarpun di kepung sekutu tp tetep bisa tidur Nyenyak Yeekan ?

  5. Sistem ini dirancang untuk menggantikan S-300 dan S-400 sistem

    nah yg ini perlu diborong dan di ToT

  6. roket rx lapan berarti dapat ditangkis sistem ini berarti, kan jga mempunyai kecepatan 7 km per detik tuh rx

  7. Besok beli kalo ada acara urunan nasional?!?! Kalo ga ada? Duite sopo…….

  8. Ada ga sistem pertahanan artileri medan untuk menangkis semburan MLRS dam meriam kl ada ini yg patut di beli dulu

  9. Formula untuk f 22/f 35 kali

  10. nyimak … para profesor ngoceh

 Leave a Reply