Dec 172017
 

dok. Kapal Selam ARA San Juan, Argentina (Martin Otero / commons.wikipedia.org)

Buenos Aires, Jakartagreater.com – Angkatan Laut Argentina pada Jumat, 15/12/2017, mengatakan berbagai upaya terus dilakukan untuk menemukan Kapal Selam ARA San Juan dengan 44 anggota awak, yang hilang di Atlantik Selatan pada 15 November.

“Dalam upaya pencarian tanpa henti selama 30 hari ini, kami telah menyelidiki 27 kontak dengan dasr laut tanpa hasil positif,” kata Angkatan laut di dalam satu pernyataan.

Semua “kontak” tersebut terbukti adalah “kapal penangkap ikan yang tenggelam, batu karang” dan benda lain, kata Angkatan Laut Argentina.

Angkatan Udara Argentina juga bergabung dalam upaya pencarian dengan menggunakan pesawat militer Hercules C-130, sementara Angkatan Darat Argentina memasok truk untuk mengangkut perlengkapan.

Sebanyak lima negara juga memberi sumbangan personel khusus, serta pesawat, kapal dan perangkat pencarian dan pertolongan yang berteknologi tinggi, termasuk dari Brazil, Chila, Rusia, Inggris dan AS.

“Sejak hari pertama, satu tim ahli ilmu jiwa, dokter jiwa dan dokter, baik militer maupun sipil … telah bekerja untuk mendukung dan membantu setiap keluarga dari 44 anggota awak kami,” kata Angkatan Laut, sebagaimana dikutip Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi.

Keluarga korban telah mendesak Angkatan laut agar menemukan kapal selam itu dan menemukan mayat keluarga tercinta mereka.

Keluarga korban menyeru simpatisan agar menggelar protes pada Jumat malam di bundaran kota di seluruh negeri tersebut, “secara damai dan tanpa spanduk politik”, guna menuntut Angkatan Laut agar tidak menghentikan pencarian.

Kapal Selam ARA diduga telah tenggelam sekitar 350 kilometer dari pantai Patagonia Selatan, setelah ledakan.

Kepala pencari telah menyusuri daerah tempat kapal selam itu diduga telah tenggelam, tapi sejauh ini tidak berhasil. (Antara/Xinhua-OANA).

Berbagi

  24 Responses to “1 Bulan Berlalu, Pencarian Kapal Selam Argentina Masih Berlangsung”

  1.  

    wah ghoib

  2.  

    Jumlah lontong harus sesuai dgn takaran kuahnyal

  3.  

    Wah misteri karena apa, mengapa dan dimana tenggelamnya! Coba dr awal Argentina minta pertolongan raja Bomoh dr semenanjung melalui bung Colibri dimana modal jg lebih murah hanya dengan buah kelapa dan kembang!he3.

    •  

      satu pertanyaan…$1000us ….mau…??? 😀

    •  

      Trump tidak sejalan dengan Rothschild dan antek-anteknya. Sejak awal Roshcild sudah mendukung Hillary yang mendapat sokongan dana dari Soros. Berurusan dengan Rothschild dan antek-aneknya bukan perkara sederhana buat Trump sekalipun dia presiden AS. Jika Hillary menunjukkan sikap memusuhi Trump, berarti Roshcild dan antek-anteknya juga memusuhi Trump.
      Beberapa waktu lalu Trump mendapat kiriman gambar CG yang menunjukkan dirinya digantung pada sebuah pohon dan seluruh keluarganya dibunuh dengan senapan. ini adalah pesan (blackmail/surat kaleng) yang menunjukkan bahwa lawan-lawannya tidak segan-segan mengakhirinya seperti nasib JFK, bahkan lebih buruk lagi karena mereka juga akan membantai seluruh keluarganya.
      Trump mencoba mencari perlindungan ke Jingping, respon simbolis Jingping adalah mempersilakan Trump mengunjungi dan memasuki Kota Terlarang. Militer Amerika tidak ribut-ribut lagi di LCS belakangan ini.

    •  

      Masalah internal Trump adalah, sebagian anggota intelijen AS tidak menyukainya dan ditengarai mau menerima suap atau menjalankan misi terselubung asal dibayar mahal. Dalam hal ini, kombinasi CIA dan Mossad bisa sangat berbahaya apabila dua badan ini dimanfaatkan pihak ketiga untuk melawannya. Satu-satunya cara agar dua kelompok agen ini tidak bekerja sama adalah membuat salah satunya sangat sibuk sehingga tidak mampu menggalang kerja sama yang matang.

      Jadilah Trump menyatakan Yerusalem sebagai ibukota Israel dan membuat Mossad sibuk menghadapi militan-militan Arab.
      Netanyahu (dan PM Israel pada umumnya) adalah lintah yang menghisap uang dan peralatan perang amerika untuk mempertahankan tetap berdirinya negara Israel (tak peduli bahwa amerika sedang keteteran dengan urusan utang-utangnya sendiri). Semakin cepat amerika melepaskan israel, semakin cepat pula menyingkirkan lintah penghisap darah. Caranya? Sudah pasti negara-negara Arab, negara-negara dengan dominan Islam didukung Rusia dan China akan mengeroyok Israel. Bagi Trump, ini adalah langkah taktis “sekali tepuk dua lalat.”

    •  

      Trump mempraktekkan strategi “pinjam tangan orang untuk menghajar lawan” meskipun dia sendiri juga akan kena “sikut” Tampaknya tidak masalah karena dia melihat keuntungan stategis yang lebih besar.
      Dengan CIA “sendirian” Trump mengekploitasi anggota-anggota CIA yang masih setia kepadanya — setidaknya masih setia kepada negara — dan merencanakan “serangan balasan” terhadap Rothschild dan antek-anteknya atas blackmail/surat kaleng yang mereka kirim (mereka memiliki sebuah pulau pribadi di pesisir timur Argentina yang dijadikan sebagai salah satu basecamp dari banyak basecamp dan bunker yang tersebar di seluruh dunia). Ini adalah sebuah rencana “penggerebekan”
      Masalahnya tidak mungkin mendekati pulau tersebut menggunakan pesawat atau kapal laut karena keberadaan radar, penghuni pulau akan kabur duluan sebelum acara penggerebekan dimulai. Dibuatlah solusi pendaratan menggunakan kapal selam.
      Sayangnya militer amerika juga tidak bisa dipercaya sepenuhnya bebas dari jangkauan “Gurita Cikeas” eh maksudnya pengaruh Rothschild dan antek-anteknya.
      Anggota CIA yang berpihak pada Trump kebetulan punya “link” ke petinggi militer Argentina. Jadilah mereka memanfaatkan armada kapal selam Argentina.

    •  

      Sayangnya Rothschild dan antek-anteknya mengendus adanya rencana ini melalui bocoran anggota CIA yang berkhianat (atau “abu-abu”) dan meminta bantuan kapal selam Inggris yang kebetulan ada di Falkland. Untuk memastikan misi perburuan berhasil mereka juga contact militer Chile untuk mengirim helikopter anti kapal selam. Helikopter inilah yang kemudian menjatuhkan torpedo.
      Sebagai catatan, London telah direncanakan sebagai ibukota komersial (perdagangan) dan keuangan oleh NWO (dimana Rothschild dan antek-anteknya termasuk didalamnya).
      Putin melalui intelijennya mengetahui ada sesuatu yang tidak beres di perairan yang dekat dengan salah satu anggota BRIC (Brazil) segera mengirim kapal untuk mendeteksi keberadaan kapal selam Argentina yang dikabarkan hilang. Di bawah cover, mereka berhasil menangkap anggota CIA yang dianggap biang keladi. Trump kalang-kabut karena anggota CIA yang ditangkap intelijen Putin adalah dari pihaknya.
      Melalui telepon Trump meminta Putin agar agen CIA yang ditangkap tidak disunat untuk kedua kalinya setelah tiba di Moscow.

  4.  

    Kasel murah licin kaya belut.. Xixixixixixixi

  5.  

    Coba dicari di Sepanjang Sidoarjo, tanya Haji Muchsin orang Sampang, biasanya tahu beliau

 Leave a Reply