10 Kapal Perang TNI AL Perlu Diganti

52
466
Frgate KRI Oswald SIahaan, Van Speijk Class
Frgate KRI Oswald SIahaan, Van Speijk Class

Jakarta – Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Ade Supandi mengatakan TNI AL masih mengoperasikan sejumlah kapal perang yang sebetulnya sudah tidak layak dan perlu dilakukan regenerasi armada. Tujuannya, untuk menunjang kinerja TNI Angkatan Laut dalam menjaga perairan dan juga aktif membantu tugas Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam menangkapi kapal ilegal.

“Prioritas utama adalah alutsista yang sudah lewat masanya atau usang. Sebanyak 10 kapal perang akan masuk tahap konservasi (tidak dioperasikan lagi),” kata KSAL saat menerima kunjungan 29 anggota Komisi I DPR di MABESAL, Cilangkap, Jakarta, Selasa (19/1/2016), yang dipimpin ketuanya, Mahfudz Siddiq dari Fraksi PKS.

“Selama belum ada penggantinya, kapal-kapal tersebut akan tetap dirawat. Kami harapkan dukungan Komisi I DPR terkait anggaran. Komunikasi ini akan menjadi perencanaan pembangunan TNI AL,” jelas Ade.

“Kenapa TNI AL karena waktu rapat kerja dengan kami, Panglima TNI katakan postur laut dan udara menjadi prioritas,” kata Mahfudz. Ketua Komisi 1 DPR menjelaskan TNI AL harus dibangun secara modern karena pengembangan potensi kelautan sangat penting.

Beritasatu.com

52 KOMENTAR

  1. Dengan hormat,

    Bapak DPR, sekali ini ga perlulah berdebat debat lagi ya.., langsung setujuilah permintaan tni, dgn pkr sudah sangat memadai untuk pertahanan, selain dibuat lokal, pal juga bisa punya modal untuk buat kapal yang lebih besar dan kuat lagi.
    Kebutuhan juga mendesak, lautan sangat luas, angkatan laut bisa jadi filtet pertama masuknya teroris atau musuh ke indonesia

    Regards

  2. Ststttt….bahasa apa ini hayo??? Xixixixi……hehehehehe…….

    Semoga segera diganti dgn real frigate dan/atau heavy frigate yg mana ada 10 macam frigate yg dimunculin sbg artikel di warungnya bung diego.

    Semoga dgn 10 unit itu bisa digantikan dgn 2-3 jenis dari negara sahabat…ingat: menu gado-gado itu jauh menggetarkan buat siapa aja….dan sekarang menu gado2 kita ditiru oleh vietnam…menyusul philipina

    Indahnya Indonesia Raya
    Aku bangga ….

  3. klw tipe destroyer enakan ngembangin sendiri dari desain light fregat sigma,, krn bisa gabungin persenjataan barat ( Rudal Rim anti serangan udara dan CIWS ) , radar AESA / AEGIS, persenjataan Russia [ S400 versi maritim ( 400 km) , rudal yankot (300km) anti kapal permukaan, dan tambahan rudal jelajah S Club ( permukaan ke permukaan ) ,,,he,,,,he,,,,,,pasti lebih strong ….nb: CMS nya belajar buat sendiri untuk gabungin semuanya,,,, ] + Jammer elektronik dari Blok Barat ,,,,,,,rasa strooong…,,,,,

    • Kapal induk untuk apa?

      Kalo PKR kelas 10514 dibuat sampai 60 unit masih masuk akal, kapal2 penyeludup, penyusup, pencuri bakal berkurang drastis. Bahkan agressor pun berpikir 100 kali. Selain itu industri PAL akan maju ( pembuatan modul sebaiknya disebar di berbagai perkapalan di dalam negeri, jd pembutan bisa jauh lebih cepat)

      Mungkin yang perlu di upgrade adalah tipe SAM nya bisa jadi middle range, dan jumlahya ditingkatkan menjadi 18 (bisa dikombinasikan mica, 12 cell dan aster-30, 6 cell), akan mumpuni menghadapi missile, pesawat, dan bahkan menjadi pertahanan dari rudal jelajah lawan.

      Perlu ditambah 2 pucuk 30mm DS30M Mark 2 di kiri-kanan untuk pertahanan jarak pendek kapal ( anti sabotase, dan juga cukup untuk senjata penegakan dilaut )

      Penambahan Close in weapons system dibelakang ECM

      Yang lain sudah okelah dan canggihlah, untuk melawan destroyer juga sudah bisa dgn formasi PKR.

      Mudah2an dipertimbangkan oleh ahli2 TNI AL dan PT. PAL ya..

  4. baiknya 10 unit kaprang sepuh jgn dihapus atau discrap.
    simpan utk armada cadangan.
    pasang vls cruise missile + MLRS yg byk.
    kalo ada perang bisa disuruh berenang lg buat pre emptive strike … lumayan buat nimpuk rumah musang di sebrang lautan.