100 Prajurit Tiongkok Selesaikan Pelatihan S-400

File : S-400 Triumf , From Wikimedia Commons, the free media repository.

Moskow, Jakartagreater.com   –   Sekitar 100 prajurit militer dari Tentara Pembebasan Rakyat China yang akan memelihara rangkaian resimen kedua dari sistem Rudal S-400 telah menyelesaikan kursus pelatihan di Rusia untuk penggunaan sistem dan kembali ke China, ujar seorang diplomat militer  kepada TASS pada hari Rabu 31-7-2019.

“Sekitar 100 prajurit militer dari Tentara Pembebasan Rakyat China yang akan memelihara resimen S-400 kedua, menyelesaikan kursus pelatihan untuk menggunakan sistem S-400 pada Juli 2019 dan kembali ke negara asal mereka,” kata sumber itu, menambahkan bahwa pelatihan telah dilakukan pada Maret 2019.

Sumber itu juga mengatakan bahwa kursus pelatihan itu bertepatan dengan dimulainya pengiriman Resimen S-400 kedua ke China. Layanan Federal Rusia untuk Kerja Sama Militer-Teknis menolak mengomentari informasi tersebut.

Seorang diplomat militer lain mengatakan kepada TASS pada 24 Juli 2019 bahwa Rusia telah mengirimkan set Rudal S-400 Resimen kedua ke China melalui laut. Setidaknya tiga kapal direncanakan untuk terlibat dalam operasi.

China adalah negara pertama yang membeli sistem S-400. Moskow dan Beijing mengeluarkan kontrak untuk pengiriman 2 set Resimen S-400 pada tahun 2014. Set pertama dikirim ke China pada musim semi 2018. Sistem tersebut berhasil diuji.

S-400 Triumf (NATO: SA-21 Growler) adalah sistem Rudal anti-pesawat jarak jauh paling canggih yang mulai beroperasi pada tahun 2007.

S-400 Triumf dirancang untuk menghancurkan Rudal pesawat, jelajah dan balistik, termasuk jarak menengah yang, dan juga dapat digunakan terhadap tujuan dasar. Sistem S-400 dapat menetralisir target pada jarak 400 km dan pada ketinggian hingga 35 km.

Tinggalkan komentar