Kemana Hilangnya Bangkai Kapal Perang Sekutu?

Bangkai kapal-kapal perang Sekutu yang tenggelam di lepas pantai Indonesia selama Perang Dunia II telah benar-benar menghilang. Citra sonar terbaru dari bangkai kapal-kapal perang yang teronggok di dasar laut terlihat kosong, yang memunculkan spekulasi bangkai kapal tersebut sudah hilang dijarah orang tidak bertanggung jawab.

Tiga kapal perang Inggris HMS Exeter, HMS Encounter, HMS Electra dan tiga kapal perang Belanda HNLMS De Ruyter, HNLMS Java, dan HNLMS Kortenaer serta satu kapal selam Amerika USS Perch, dilaporkan telah hilang dari situsnya didasar laut.

Sebagian besar kapal perang Sekutu tenggelam selama pertempuran di Laut Jawa, di mana 2.300 pelaut Sekutu tewas dan ikut tenggelam saat melawan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang. USS Perch ditenggelamkan pada Maret 1942 setelah mengalami kerusakan berat akibat serangan dari gugus tugas Jepang. Sebagian besar kru ditawan oleh Jepang dan dibebaskan setelah berkhirnya perang.

Bangkai kapal perang Belanda pernah ditemukan oleh penyelam amatir pada tahun 2002, dan USS Perch ditemukan pada tahun 2006. Pada saat itu, bangkai kapal perang masih dalam kondisi utuh. Di bawah hukum internasional, bangkai kapal sebenarnya menjadi milik negara pemilik kapal, dan pengunjung dilarang untuk mengambil apapun dari bangkai kapal. Selain itu, masyarakat internasional menganggap bangkai kapal militer sebagai kuburan massal dan diperlakukan sebagai tugu peringatan.

Teori kuat penyebab hilangnya bangkai kapal perang kemungkinan akibat ulah para pembongkar besi tua. Mereka menggunakan bahan peledak dan pemotong besi untuk mengangkut bagian-bagian dari bangkai kapal yang masih berharga. Baja pada lambung kapal bernilai tinggi dan di ruang mesin banyak terdapat logam non-besi, seperti tembaga dan kuningan yang bernilai sangat mahal di pasar besi tua. Bahkan baling-baling kapal yang terbuat dari kuningan dengan berat yang bisa mencapat ratusan kilogram bernilai lebih dari US$ 2.485 per ton.

Para pemotong besi tua kemungkinan akan kesulitan mengangkat potongan bangkai kapal perang belanda yang berada di kedalaman 70, tetapi bukan tidak mungkin mereka mampu melakukannya. Besi tua selama ini menjadi bisnis yang sangat menguntungkan dengan permintaan besar dari China, meski ekonomi China yang melambat telah membuat merosotnya harga. Namun pada beberapa negara dengan ekonomi rendah, bisnis besi tua masih sangat menguntungkan.

Pulau Madura di Indonesia adalah pusatnya bisnis besi tua di wilayah itu. Pulau Madura juga dekat dengan lokasi bangkai kapal Belanda, dan bisnis besi tua menjadi industri lokal dipulau itu. Pada tahun 2011, satu ton baja di pemotongan kapal di Madura masih mendapatkan harga sebesar lebih dari 700 juta rupiah meski harganya kini menyusut menjadi sekitar 500 juta rupiah.

Pada tahun 2015 Angkatan Laut Malaysia pernah menangkap kru kapal pemotong besi tua asal Vietnam yang memotong kapal perang battleships Angkatan Laut Kerajaan Inggris HMS Repulse dan HMS Prince of Wales.