Wujudkan Poros Maritim Dunia, Pangarmatim Akan Lakukan Pengadaan Kapal

Sejumlah Kapal Republik Indonesia (KRI) melakukan "Sailling Pass" saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10). Sebanyak 42 kapal perang dikerahkan dalam peringatan HUT ke-69 TNI, antara lain kapal baru jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) yang dibeli dari Inggris dan diberi nama KRI Bung Tomo-357, KRI John Lie-358, dan KRI Usman Harun-359. (ANTARA FOTO/Suryanto/NZ/14)
Sejumlah Kapal Republik Indonesia (KRI) melakukan “Sailling Pass” saat peringatan HUT ke-69 TNI yang digelar di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/10). Sebanyak 42 kapal perang dikerahkan dalam peringatan HUT ke-69 TNI, antara lain kapal baru jenis Multi Role Light Frigate (MRLF) yang dibeli dari Inggris dan diberi nama KRI Bung Tomo-357, KRI John Lie-358, dan KRI Usman Harun-359. (ANTARA FOTO/Suryanto/NZ/14)

Guna mewujudkan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim), Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto, berencana melakukan pengadaan kapal. Menurut Pangarmatim, TNI Angkatan Laut harus memiliki armada yang kuat untuk bisa menjamin kedaulatan laut nasional.

“Kapal yang kita miliki saat ini sudah harus pensiun. Dari semua jumlah kapal yang ada, sekitar 30 persen harus diremajakan. Karena idealnya, kapal yang kita miliki saat ini hanya 70 persen yang mumpuni, jadi harus ditambah 70 persen lagi,” ujar Laksda Darwanto, seperti dilansir beritajatim.com pada Jumat (2/12).

Laksda Darwanto menjelaskan bahwa peran Armada RI saat ini menjadi roda utama dalam perairan, terlebih dalam perdagangan dunia melalui laut, pelabuhan utama nasional, badan keamanan laut dan melayani kebutuhan armada kapal global.

“Karena kita ada dua kegiatan operasi militer perang yang memerlukan kapal besar, dan operasi militer selain perang seperti dalam kaitannya itu dimanfaatkan pemerintah untuk kepentingan terkait poros maritim dunia seperti Mobile Market,” kata Pangarmatim.

Terkait program Blue Water Navy, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki perairan yang cukup besar. Oleh karena itu, membutuhkan kapal-kapal yang cukup besar untuk menunjang kedaulatan dan hukum di laut sesuai dengan tugas yang diemban.

Sumber: beritajatim.com

Tinggalkan komentar