Setelah Typhoon, Inggris Akan Mengirimkan HMS Queen Elizabeth di Laut Cina Selatan

Media Pemerintah China menyatakan aksi Inggris yang mengirimkan pesawat tempur Typhoon untuk berpatroli di Laut China Selatan sebagai basa-basi Inggris yang ikut mengacau, sama seperti yang dilakukan AS dan Jepang terkait sengketa di Laut China Selatan.

Sebelumnya Duta Besar Inggris untuk AS menyatakan, penerbangan pesawat tempur Eurofighter Typhoon yang mengunjungi Jepang hanya untuk menegaskan hak kebebasan terbang di Laut Cina Selatan.

Media China menyoroti tindakan Inggris yang meniru provokasi dari AS dan Jepang di Laut Cina Selatan bisa membuat dua kerugian bagi Inggris, yakni kredibilitasnya sebagai negara besar yang bertanggung jawab dan hubungannya dengan China.

Inggris pekan lalu mengumumkan akan berpatroli secara teratur di Laut Cina Selatan yang disengketakan. Pertama dengan pesawat tempur Typhoon yang sudah dilakukan dan kedua dengan armada penerbang di atas kapal induk modern terbaru HMS Queen Elizabeth, yang kemungkinan akan dimulai pada tahun 2020.