Mimpi Kapal Perang PT PAL dan TNI AL

Gambar : Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) 10514 Indonesia

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki luas laut yang lebih besar dibanding daratan, menjadikan indonesia negara yang memiliki kekayaan laut yang paling besar di dunia. Untuk melindungi kekayaan laut yang ada, Indonesia harus memiliki sistem pertahanan yang mupuni. Sadar akan hal tersebut perlahan pemerintah indonesia mulai membangun industri pertahanan dibidang kelautan yang dipelopori oleh PT PAL untuk memenuhi kebutuhan TNI AL sebagai user. Untuk mewujudkan mimpinya, pada tahun 2004 pemerintah melakukan kerjasama dengan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) untuk membangun kapal Korvet dalam negeri dengan mengakusisi 4 korvet sigma 9113. Dengan skema Transfer of Technology (TOT) pembangun kapal ke-3 dan ke-4 dilakukan di PT PAL.

Gambar : Desain Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR) pertama PT PAL

Di balik cerita pembelian korvet ini ternyata ada mimpi yang lebih besar yaitu keinginan TNI AL dan PT PAL membuat kapal yang lebih besar. TNI AL pun menyambut program ini dengan serius dan antusias jika program korvet ini akan berjalan dengan lancar. Pada tahun 2006 desain diperluas dengan mengembangkan Kapal perang yang lebih besar berukuran 105 meter dan mempunyai desain stealth sebagai kapal modern yang nantinya berfungsi sebagai Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR), dengan pengembangan dibantu oleh galangan kapal dari Italia, Fincantierri. Sayang kerjasama korvet buatan dalam negeri kandas dengan adanya penolakan dari parlemen belanda, dengan alasan takut akan digunakan untuk operasi militer di Aceh. Sehingga mimpi untuk memiliki teknologi kapal perang korvet pun gagal. Dan kerjasama dengan Fincantierri pun hilang begitu saja tak ada kabar.

Meskipun terjadi kegagalan dalam membangun kapal korvet dalam negeri, pemerintah indonesia tidak menyerah begitu saja. Bukan lagi korvet nasional seperti yang dicita-citakan dahulu, melainkan melompat ke kelas Figate Nasional. Pemerintah membuka kembali tender untuk membangun kapal Frigate Nasional yang akhirnya dimenangkan kembali oleh DSNS setelah dilakukan beberapa negosisasi. Buah hasil dari kerjasama dengan DSNS pun sudah mulai terlihat tahun ini yang akan selesai pembangunannya pada tahun 2017.

Dengan dibukanya kembali tender untuk pembelian kapal Frigate baru menjadi perdebatan yang menarik di beberapa formil. Banyak teman-teman di forum militer yang memperdebatkan untuk pembelian kapal firgate baru dilanjutkan oleh pihak DSNS dan ada yang menginginkan dilakukan dengan jenis Frigate yang baru. Ditambah lagi pihak kemenhan mulai melirik kapal frigate jenis lain. Pertanyaan-pertanyaan pun mulai timbul dan menjadi perdebatan yang menarik.

PENGEMBANGAN SIGMA CLASS

Banyak teman-teman di formil yang bilang Sigma Class PKR 105 tidak bisa diperbesar. Kalau melihat brosur lawas DSNS, sigma class memiliki beberapa varian yang bisa dikembangkan dengan bobot yang lebih besar dari PKR 10514 milik Indonesia.

Gambar: Brosur Sigma Series

Dari gambar diatas bisa dilihat, kalau Sigma Class bisa dikembangkan maksimal menjadi Sigma PKR 13018. Selain itu, DSNS sendiri mempunyai varian lain untuk bobot diatas 105 meter. Belanda dan Belgia juga sedang mengupgrade M-Class Frigate nya dengan desain yang lebih modern yang akan di produksi tahum 2018-2023.

Gambar : M-Class Frigate (Karel Doorman Class ) baru

Dengan banyaknya varian Frigate yang dimiliki DSNS seharusnya mempermudah TNI AL sebagai user dalam menentukan spesifikasi yang diinginkan. Dengan adanya Transfer of Technology ( TOT ) yang didapat dari DSNS, PT PAL sudah mampu membuat Kapal yang jauh lebih besar dan bisa lebih modern jika dibandingkan dengan kapal Frigate tetangga. Ditambah spesifikasi desain awal Sigma Class bisa dibuat lebih besar dari yang dipesan TNI AL.

PT PAL Tidak bisa membuat kapal yang lebih besar dari Frigate tetangga?? Masa sihh ga bisa bikin kapal kaya dibawah ini ?? xixixixixixixi

Gambar: Desain kapal ….??
Gambar: Desain Frigate pesaing tetangga

Yang menarik, dari banyaknya varian Frigate yang dimiliki DSNS, kenapa User malah melirik Frigate lain yang lebih besar diatas 6000 ton. Dan tidak meneruskan desain DSNS yang sudah ada di seri Sigma?? Mari kita tunggu saja dibalik mimpi TNI AL yang kepincut memiliki Frigate diatas 6000 ton. Apakah benar hanya sebatas Frigate Nasional mimpi PT PAL dan TNI AL??? xixixiixixixi

Kira-kira yang paling realistis dengan budget terbatas, kapal mana yang akan dipilih pemerintah untuk mewujudkan mimpi TNI AL?? welleeehh,, welleeehh..

Oleh : Welleeehh..

Tinggalkan komentar