Su-35 Mungkin Jet Tempur Terakhir Yang Akan Diimpor China

Rusia dan China telah menandatangani kontrak pengiriman 24 unit pesawat tempur Sukhoi Su-35 Rusia, yang diperkirakan bernilai US $ 2 milyar, pada tahun 2015.

Sukhoi Su-35 adalah jet tempur multiperan generasi 4++ dengan keunggulan manuver dan bermesin ganda. Pesawat tempur ini memiliki kecepatan maksimum 2.500 km per jam dengan kecanggihan daya dorong kering dan afterburner mampu meningkatkan kemampuan manuver dogfighting dan desain semi-siluman membuatnya sebagai jet tempur paling mematikan di langit. Jet tempur ini adalah versi upgrade dari Su-27 multirole. Pesawat ini pertama kali diperkenalkan kepada khalayak asing diacara Paris Air Show 2013.

Sukhoi Su-35 akan menjadi sebagai pesawat tempur superioritas Rusia, hingga pesawat siluman generasi kelima PAK-FA diproduksi massal.

Menurut surat kabar Rakyat Harian dari China, alasan mulusnya pengadaan jet tempur Su-35 untuk militer China adalah disebabkan oleh debut terbaru dari pesawat tempur generasi kelima rancangan dalam J-20.

Tentu saja, kesepakatan memberikan jet Sukhoi Su-35 ke China adalah sebagai hasil kerjasama militer dan teknis yang erat antara Moskow dan Beijing.

Namun, menurut surat kabar China tersebut, setelah Chengdu J-20 memasuki layanan Angkatan Bersenjata China maka “Sukhoi Su-35 akan segera merosot nilainya di pasar China”.

China meluncurkan 2 pesawat tempur siluman Chengdu J-20 pada China Airshow 2016 di Zhuhai pada awal November 2016. Pesawat ini dikembangkan oleh Chengdu Aircraft Industry Corporation. Chengdu J-20 telah melakukan uji terbang pertama pada awal tahun 2011.

Menurut Panglima Angkatan Udara China, Jenderal Ma Xiaotian, China tidak akan menempatkan Chengdu J-20 di pasar global.

Spesifikasi rinci dari jet tempur terbaru ini tetap dirahasiakan, secara keseluruhan jet ini dirancang agar sesuai dengan kemampuan siluman pesawat tempur generasi kelima seperti F-22 Raptor Lockheed Martin dan Sukhoi PAK FA Rusia.

Namun, para ahli militer mencatat bahwa alasan lain di balik tertariknya China pada Sukhoi Su-35 adalah mesin turbofan AL-117.

China telah menempatkan banyak usaha dalam mengembangkan sendiri mesin turbofan yang mirip dengan mesin Su-35, yang dikenal sebagai WS-10 turbofan, tapi masih terus dibawah performa mesin AL-117 buatan Rusia. Jika insinyur China berhasil melakukan reverse-engineering teknologi Rusia maka mereka mungkin dapat mempersempit kesenjangan teknologi dengan Rusia dan Barat.

Sumber: Sputnik News