Mar 122019
 

Latihan dan praktek bertajuk Sea Survival ini  dibuka  oleh Kepala Departemen Pelaut Akademi Angkatan Laut  Kolonel Laut (P) Hreesang Wisanggeni, S.E. pada  Senin 11-3-2019 di kolam renang Jala Kridha Tirta AAL, Bumimoro, Surabaya.

Surabaya, Jakartagreater.com   –   Sejmlah 106 Taruna AAL tingkat I angkatan ke-67 berlatih bertahan hidup di laut untuk mengatasi keadaan darurat yang sewaktu-waktu terjadi dalam penugasan.

Latihan dan praktek (Lattek) bertajuk Sea Survival ini akan berlangsung selama 5 hari dan latihan dibuka pada Senin 11-3-2019 oleh Kepala Departemen Pelaut Akademi Angkatan Laut (Kadeppel AAL) Kolonel Laut (P) Hreesang Wisanggeni, S.E. di kolam renang Jala Kridha Tirta AAL, Bumimoro, Surabaya.

Rencananya para Taruna akan melaksanakan latihan ini di kolam renang Jala Kridha Tirta AAL selama 2 hari dan di Koarmada II selama 3 hari di bawah bimbingan pelatih dari Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmada II, Ujung, Surabaya.

“Tujuan dari kegiatan Lattek Sea Survival adalah untuk memberikan pengalaman praktek kepada para Taruna tentang cara bertahan di laut dari segala keadaan”, kata Kadeppel AAL saat membuka Lattek.

Dalam latihan ini para Taruna menerima materi latihan diantaranya pengetahuan tentang dasar survival, penyebab terjadinya survival, pengenalan terhadap peralatan survival dan keselamatan yang ada di KRI serta mempraktekkan secara benar cara-cara pelaksanaan penyelamatan diri dilaut dengan menggunakan kelengkapan keselamatan.

Dengan demikian secara keseluruhan diharapkan para Taruna mampu memahami dan mengerti tentang usaha-usaha dalam mempertahankan diri di laut baik dari ancaman kelaparan, kehausan serta bahaya lain secara darurat dengan memanfaatkan situasi kondisi alam sampai menunggu datangnya pertolongan, ujar Kadeppel AAL.

“Dalam setiap kegiatan latihan praktek yang bersifat melatih keterampilan dan kemampuan dasar individu di lapangan, selalu saya tekankan agar senantiasa memperhatikan faktor-faktor keamanan, dengan cara melaksanakan tahapan-tahapan latihan secara prosedural dan peningkatan purbajaga selama kegiatan latihan guna menghindari terjadinya resiko yang berakibat kerugian personel maupun meteriil”, kata Kadeppel AAL kepada seluruh Taruna, pelatih dan staf latihan. (Bagpen AAL)

jakartagreater.com