Masih Ada Sengketa di Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia

Pangdam VI/Mlw, Mayjen TNI Johny L Tobing, saat melepas 350 prajurit Yonif 611/Awl ke Nunukan, Rabu (4/1). (BTV/Hendra En)
Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Johny L Tobing, mengatakan bahwa masih terjadi sengketa kawasan perbatasan antara Republik Indonesia dengan Malaysia. Ia mencontohkan, di kawasan Sebatik ada klaim titik perbatasan berdasarkan persetujuan atau konvensi antara Inggris Raya dan kolonial Belanda yang mengatur batas wilayah Malaysia dan Indonesia setelah merdeka.

“Ada 4 titik perbatasan yang masih bersengketa dan tidak bisa diselesaikan di tingkat Panglima TNI karena menyangkut urusan antar negara. Jadi urusan Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri,” kata Mayjen Johny usai melepas 350 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 611 Awang Long di pelabuhan Semayang, seperti dikutip prokal.co pada Jumat (6/1).

Pangdam VI Mulawarman mengatakan bahwa posisi dan tugas TNI adalah menjaga dan mempertahankan batas negara. “Kalau kawasan itu masih status quo, ya TNI tidak melibatkan diri. Tapi yang pasti kita maksimalkan pengamanan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mayjen Johny menjelaskan bahwa ancaman yang paling nyata di kawasan perbatasan adalah praktik ilegal dan penyelundupan narkoba. “Itu yang kita lawan sekarang ini karena perbatasan jalur rawan masuknya narkoba ke Indonesia,” tegasnya.

Sumber: prokal.co