Indonesia Mengutuk Pengibaran Bendera Papua Barat di KJRI Melbourne

VICTORIA – Indonesia telah mengutuk tindakan yang dilakukan oleh seorang aktivis yang memasuki KJRI di Melbourne dan mengangkat bendera Papua Barat pada hari Jumat (06/01/2017).

Kementerian Luar Negeri Indonesia telah meminta Australia mengambil tindakan guna mencegah kejadian serupa terulang lagi, menyoroti hubungan yang sensitif antara kedua negara.

Awal pekan ini, Indonesia telah menangguhkan hubungan militer dengan Australia atas materi yang diajarkan di sebuah pangkalan militer di Perth. Bahan ajar yang berkaitan dengan isu-isu sensitif bagi Indonesia, termasuk tawaran Papua Barat untuk merdeka.

Indonesia telah memutuskan menunda kerjasama militer tersebut. Namun, menurut Panglima TNI Gatot Nurmantyo bahwa kurikulum yang diajarkan di barak militer Perth “terlalu menyakitkan untuk dijelaskan” karena mendiskreditkan militer Indonesia.

Sebuah video dari insiden di Melbourne menunjukkan seorang pria memanjat dinding untuk dapat masuk ke KJRI. Dia kemudian naik ke atap konsulat dan memegang bendera Papua Barat.

Pria tersebut kemudian turun dan mengangkat bendera di luar kedutaan.

“Tindakan ini telah melanggar hukum di negara bagian Victoria dan hukum Commonwealth yang berlaku di Australia serta Konvensi Wina tahun 1961”, kata Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam sebuah pernyataan.

“Pemerintah Indonesia juga meminta pihak berwenang Australia untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan”.

Sumber: theage.com.au