India Siap Transfer Teknologi Rudal Akash, Tapi Tidak Untuk Rudal Brahmos

India kini aktif membahas kemungkinan penjualan rudal anti pesawat Akash ke Vietnam, rudal buatan dalam negeri India ini akan ditawarkan kepada Vietnam. Sebelumnya Vietnam telah menunjukkan “minat mendalam” untuk mengakuisisi rudal Akash, meminta transfer teknologi dan produksi bersama dari sistem pertahanan udara Akash.

India terus gencar menawarkan perangkat militer tercanggihnya setelah sebelumnya menawarkan rudal jelajah Brahmos dan torpedo Varunastra kepada Vietnam. Hubungan kedua negara terus meningkat setelah sebelumnya India juga melatih pilot-pilot pesawat tempur Su-30 Vietnam dan personel pengawak kapal selam Kilo.

Menteri Pertahanan India Manohar Parrikar mengatakan Vietnam “adalah teman dekat” India dan sedang melangsungkan beberapa inisiatif untuk lebih meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral, mulai dari bantuan upgrade peralatan militer dan melatih personel militer Vietnam.

The ‘Akash’ super sonic cruise missile with a range of 25km, passes through the Rajpath during the 58th Republic Day Parade – 2007, in New Delhi on January 26, 2007.

India menyatakan relatih mudah untuk memberikan transfer teknologi rudal Akash kepada Vietnam karena sistem rudal tersebut 96% adalah milik India sendiri, namun relatif sulit untuk mentransfer teknologi rudal Brahmos karena merupakan produk kerjasama dengan Rusia karena 60% teknologi dan komponennya berasal dari Rusia.

India mengklaim rudal Akash sebagai rudal ‘murah meriah’ yang bisa menjadi alternatif bagi negara dengan ekonomi pas-pasan. Namun meski berharga murah (hanya US$ 4 juta untuk satu baterai) rudal Akash diklaim mampu menjadi rudal pertahanan udara yang sanggup merontokkan rudal jelajah, helikopter dan pesawat tempur musuh.

Memiliki jangkauan 25-30 km, Akash dengan kecepatan Mach 2.5 mampu mengejar dan mengintersep target yang sudah berhasil menerobos sistem pertahanan udara menengah.

JakartaGreater