Pangdam V/Brawijaya: Prajurit TNI Perlu Memahami Isu Terkini

Dokumentasi–Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI I Made Sukadana (kanan) menyalami sejumlah perwira menengah TNI-Polri disela-sela apel gabungan TNI-Polri wilayah Kogartap III/Surabaya di Makodam V Brawijaya Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/7/2016). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
Sebagai upaya mengontrol informasi yang berkembang di masyarakat, Panglima Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI I Made Sukadana, meminta agar para prajurit memahami isu terkini.

Hal tersebut disampaikan oleh Pangdam V/Brawijaya saat berkunjung ke markas Brigade Infanteri (Brigif) 16 Mekanis Wira Yudha di Kediri, Jawa Timur, Kamis (12/1).

“Prajurit harus mengerti tentang isu, berkaitan dengan NKRI, pelatihan FPI dan sebagainya. Kami sampaikan supaya mereka tidak gampang terpengaruh oleh isu di luar,” ujar Mayjen I Made Sukadana, seperti dikutip Antara pada Jumat (13/1).

Mayjen I Made Sukadana menjelaskan bahwa memahami isu di luar bersifat penting di tengah berkembangnya kecanggihan teknologi. Ia meminta agar para prajurit mampu menyampaikan kebenaran sehingga tidak terjadi salah paham.

Pangdam V/Brawijaya juga mengingatkan pentingnya menjaga kesatuan dalam keberagaman penduduk di Indonesia. “Karena kita mempunyai keberagaman, maka akan mudah untuk diadu domba kalau kita tidak bersatu,” katanya.

Ia berharap, masyarakat dan prajurit untuk tidak percaya dengan beragam isu yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Mayjen I Made Sukadana menegaskan bahwa menjadi tugas bersama, termasuk TNI, untuk melakukan pendekatan jika ada perbedaan.

“Bukan hanya dasar di kemiliteran (Wawasan kebangsaan dan bela negara). TNI juga melakukan pembinaan teritorial wawasan kebangsaan dan rasa cinta Tanah Air. Rasa cinta itu tugas semua, didekati diberi pemahaman supaya kembali ke jalan yang benar,” jelas Pangdam.

Pangdam juga meminta agar para prajurit menjaga kesatuannya, dengan tidak terlibat pada tindakan yang terlarang, seperti terlibat penyalahgunaan narkoba. Ia menegaskan, jika hal itu dilakukan, maka sanksi berat akan diberikan, yaitu akan diberhentikan dengan tidak hormat dari kesatuannya.

Sumber: Antara