Produksi Jet Tempur JF-17 Blok II Telah Melewati 30 Unit

Kepala Staf Gabungan Pakistan, Jenderal Zubair Mahmood Hayat memeriksa salah satu pesawat baru yaitu JF-17 Blok II. (Foto: Inter Services Public Relations)

Dilansir dari Quwa, foto terbaru dari Pakistan Aeronautical Complex (PAC) menunjukkan bahwa produksi JF-17 Block II telah mencapai 33 unit pesawat (2P-33), berarti produksi ini telah lebih dari setengahnya.

Selain itu, tampak bahwa produksi JF-17 Blok II untuk Angkatan Udara Pakistan (PAF) dapat diselesaikan pada tahun 2017. Produksi unit pada batch kedua (yaitu 2P-25 / 26-50) juga dikonfigurasi dengan kemampuan pengisian bahan bakar diudara, meskipun masih melalui probe yang dapat dilepas dan terdapat disisi kanan dari pesawat tempur.

Pada bulan Desember 2016, PAC mengumumkan bahwa mereka mengirimkan total sebanyak 70 unit JF-17 kepada Angkatan Udara Pakistan (PAF) sejak jet tempur itu dilantik pada 2010-2011. Ini berarti bahwa 20 unit JF-17 Block II telah dilantik pada tahun 2016, tetapi angka ini jelas belum termasuk jumlah total jet pejuang Blok-II yang diproduksi. Menimbang bahwa 16 unit JF-17 dibangun pada tahun 2015, PAC harus memproduksi setidaknya 17 unit JF-17 pada tahun 2016.

PAC mungkin juga memproduksi pesawat ini untuk ekspor. Hal ini masih belum jelas apakah unit ini dihitung dalam braket “2P-XX”. PAC bermaksud untuk secara bertahap meningkatkan produksi tahunan menjadi 20-24 unit pesawat.

Namun, jika kebutuhan JF-17 Block II PAF terpenuhi pada tahun 2017, maka PAC akan mampu memanfaatkan sisa waktu untuk memproduksi jet tempur yang akan ekspor hingga JF-17 Block III.

PAC bisa aktif mengejar pelanggan baru, seperti Azerbaijan, dan diikuti menyelesaikan pesanan dari pelanggan saat ini di tahun 2017-2018. Ini adalah asumsi apabila PAF tidak memilih untuk menambah pesanan JF-17 Block II.

Variabel lain adalah JF-17B dengan kursi ganda. JF-17B seharusnya telah uji terbang pada akhir 2016. PAF bisa memperoleh JF-17B sebagai sistem unit konversi operasional (OCU) dan berpotensi dipergunakan sebagai jet tempur latih (LIFT).

Namun tidak diketahui apakah pesanan 50 unit JF-17B akan berasal dari Block II. Pesanan tambahan JF-17 Block II PAF bisa dalam bentuk JF-17B, meskipun pada tingkat produksi yang lebih rendah.

JakartaGreater