Jaga Perbatasan Wilayah Terluar, Menko Polhukam Berencana Kerahkan TNI

Prajurit TNI AD dari Yonif 403/Wirasada Pratista mengecek senjata di atas Kapal KRI Teluk Amboina, sebelum pemberangkatan menuju ke Kalimantan, di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (23/12/2016). Sebanyak 350 prajurit yang diberangkatkan ke perbatasan RI-Malaysia tersebut akan bertugas selama sembilan bulan dengan tugas mencegah penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, dan “Ilegal Logging”. (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra/tom/kye/16)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto berencana mengerahkan personel TNI ke kawasan perbatasan guna menjaga wilayah terluar Indonesia.

Menurut Wiranto, daerah terluar tersebut menjadi pintu masuk narkoba dan barang-barang ilegal, bahkan juga teroris. Oleh karenanya, pengiriman pasukan tersebut bertujuan mencegah masuknya kejahatan dan melindungi negara selayaknya fungsi TNI.

“Pinggiran itu, kalau tidak dijaga oleh kekuatan militer pasti rusak dan dinikmati pihak lain. Kalau sudah ada militer ini, mereka akan berfikir lagi, dan tidak bisa seenaknya masuk,” ujar Wiranto di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/1).

Wiranto menjelaskan bahwa Indonesia memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada, yang menjadi perbatasan negara. Menurutnya, penjagaan di perbatasan itu terlihat masih lemah dalam penjagaan.

Menko Polhukam juga menekankan ancaman yang dihadapi negara saat ini bukan lagi terkait invasi militer atau pun aneksasi negara, namun sudah berpindah kepada ajaran terorisme, radikalisme, dan separatisme. “Kalau kita masih mempertahankan TNI dengan kondisi seperti saat ini, padahal ancamannya sudah berbeda, maka akan membahayakan negara,” jelasnya.

Sumber: Antara