U.S. Air Force Pertimbangkan Eksperimen Jet Tempur Murah

Sebuah render jet tempur murah Scorpion buatan Textron Aviation (Foto: The Avionist)

WASHINGTON – Textron Aviation memandang bahwa kompetisi jet latih T-X menguntungkan Angkatan Udara AS (U.S. Air Force). Sebagai jet tempur ringan berkursi ganda dan sebagai jet tempur latih, Scorpion bisa tetap menjalankan peran tempur murah bagi USAF.

“Scorpion adalah salah satu dari beberapa pesawat yang akan diperiksa oleh USAF selama percobaan yang dijadwalkan pada musim semi ini, yang akan dipertimbangkan sebagai pilihan jet tempur murah”, kata Komandan Angkatan Udara AS, Jenderal David Goldfein kepada hadirin di lembaga “think-tank” Washington tanggal 18 Januari 2017 seperti dilansir oleh Flight Global.

“Eksperimen tersebut bukanlah kompetisi dan Angkatan Udara AS (USAF) belum mengeluarkan permintaan untuk informasi (RFI)”, kata Goldfein menambahkan.

“Saat ini kita sedang menjalankan eksperimen dengan mendatangi industri dan bertanya apa yang kalian miliki dalam rak komersial berbiaya rendah yang dapat melakukan misi ini”, katanya lagi. “Kita akan melakukan percobaan ini dan melihat apa yang ada sana, dan saya berharap banyak perusahaan untuk turut serta”.

Dalam setahun terakhir, angkatan udara telah melontarkan gagasan untuk pengadaan jet tempur low-end sebagai dukungan udara yang dirancang untuk lingkungan permisif, dan dijuluki sebagai OA-X.

USAF telah membahas pesanan jet tempur murah, tersedia secara komersial pada awal tahun depan dan memeriksa dua pesawat yang dikembangkan sepenuhnya, Beechcraft AT-6 dan Embraer A-29 super Tucano.

Namun, kepala USAF memiliki ide untuk membeli pesawat tambahan yang mampu bertarung dalam pertempuran permisif. Pada bulan Agustus 2016, kepala komando tempur udara USAF meragukan perlunya jet tempur murah saat ia meramalkan berkembangnya ancaman dalam zona larangan terbang.

Dalam sebuah kertas putih rekomendasi anggaran pertahanan 18 Januari 2017, Ketua Senat Angkatan Bersenjata, John McCain mengusulkan agar USAF membeli 300 unit jet tempur serang ringan dan murah yang membutuhkan pengembangan minimal.

McCain merekomendasikan agar layanan membeli sebanyak 200 unit jet tempur ini pada batch pertama, yang akan melakukan CAS dan misi lainnya dalam lingkungan yang permisif, dalam tahun fiskal 2022 di samping untuk terus menggunakan A-10 Warthog.

Goldfein menyebut usulan McCain sebuah “ide yang bagus”, dan mengatakan bahwa angkatan udara harus mempertahankan kesiapan pada jet tempur mahal dan juga yang murah.

“OA-X juga dapat memberikan pilihan yang lebih murah bagi sekutu yang perlu melaksanakan misi CAS di daerah permisif seperti Afghanistan, Irak dan Suriah, yang mungkin tidak memerlukan kecanggihan F-22 atau F-35. Kita harus mencari cara baru dalam melakukan bisnis di masa depan”, kata Goldfein menambahkan.

“Salah satu cara yang benar-benar baru dan tepat dalam hal ini adalah… ada model yang lebih berkelanjutan untuk masa depan jet tempur murah dan bahwa kita bisa menarik mitra asing, serta dapat mengurangi biaya keseluruhan dan juga akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesiapan”, katanya menutup kalimat.

JakartaGreater