Liputan Khusus, Marinir TNI AL Uji Coba Ranpur Amfibi BTR-4M!

BTR-4M milik Korps Marinir (Foto: Dicky Asmoro/Handre Saleh)

Setelah cukup lama menghuni Bumi Marinir Cilandak dan bahkan menjalani penugasan operasional perdananya dalam pengamanan kediaman Wakil Presiden RI, saat terjadinya aksi unjuk rasa 212, baru kali inilah kendaraan tempur amfibi BTR-4M menjalani uji kemampuan arung lautnya.

Angkasa Online melaporkan, bahwa pengujian dilakukan untuk mengetahui sejauh mana BTR-4M dapat memenuhi tuntutan kemampuan asasinya dalam membelah permukaan air dan tentunya mendaratkan pasukan.

Perjalanan dimulai pada Rabu malam, 18 Januari 2017 selepas penduduk Jakarta kembali ke rumahnya masing-masing. Diselingi sisa-sisa kemacetan rush hour, iring-iringan 2 ranpur BTR-4M keluar dari Bumi Marinir Cilandak dan membelah jalanan Jakarta. Perjalanan jadi terasa istimewa karena ranpur dipacu di jalan raya, tidak digendong oleh truk transporter Tatra. Sekaligus untuk menguji kemampuan lintas jalan raya tentunya.

BTR-4M tampak dari belakang (Foto: Dicky Asmoro/Handre Saleh)

Rute perjalanan melalui tol JORR dengan rute masuk dari tol TB Simatupang, kemudian tembus ke Meruya, Kamal, dan akhirnya menuju pantai Tanjung Burung Tangerang. Kalau tidak melihat ke sekeliling yang berupa dinding baja yang dipenuhi peralatan, maka rasanya seperti naik sebuah SUV mahal yang nyaman saat BTR-4M dipacu kencang.

Setiba di pantai, kedua BTR-4M dipersiapkan untuk uji arung di pagi harinya tanggal 19 Januari. Ketika fajar pagi menyingsing, tim dari Korps Marinir dan perwakilan perusahaan KMDB disambut oleh mentari pagi yang cerah, langit yang biru, dan laut yang tenang.

Sempurna! Kalau bukan karena sedang kerja, ingin rasanya meloncat ke dalam air dan berenang-renang ria. BTR-4M yang berwarna hijau lumut pun kontras dengan birunya langit yang hanya dihiasi sedikit awan.

BTR-4M sedang melakukan uji arung laut (Foto: Dicky Asmoro/Handre Saleh)

Setelah final check, dua BTR-4M dengan propeller yang berputar dan trim vane yang sudah mengembang pun masuk ke dalam air laut secara perlahan, dan kemudian melaju membelah ombak. Kendaraan sangat stabil dan tenang, tidak berbeda kondisinya ketika dibandingkan dengan pengujian di sungai yang ada di Ukraina.

Seperti rekan warjager lihat dalam foto, jarak antara atap kendaraan dan permukaan laut juga masih berselisih tinggi, berkat penambahan buoyancy kit pada BTR-4M. Tidak ada keraguan sama sekali bahwa ranpur tangguh asal Ukraina ini akan sanggup mengemban tugas untuk melancarkan operasi amfibi yang membutuhkan kendaraan dengan spek khusus.

JakartaGreater