Rusia Kurang Bergairah Memproduksi T-50 Karena Dua Hal Ini

Angkatan Udara Rusia akan menerima dan menguji penerbangan 5 pesawat tempur T-50 Pakfa setelah selesai dilakukan pengujian terlebih dahulu oleh pihak Sukhoi di Gromov Flight Research Institute (LII) di Zhukovsky.

Lima T-50 akan ditransfer ke pusat pengujian penerbangan Angkatan Udara Rusia di Chkalov No 929 di Akhtubinsk. Nantinya T-50 akan melewati dua tahap pengujian terbang bersama yang dilakukan oleh pihak pabrikan Sukhoi dan Angkatan Udara Rusia sebelum dinyatakan sesuai dengan kebutuhan Angkatan Udara.

Program pengujian bersama merupakan proses tahapan terakhir sebelum akhirnya prototipe pesawat akan mendapatkan lampu hijau untuk diproduksi secara massal.

Pada tahap pertama dari program ini, pilot dari pengembang United Aircraft Corp (UAC), akan menerbangkan dan menguji T-50, sekaligus juga akan melatih calon pilot dari Angkatan Udara untuk menerbangkan T-50.

Pada tahap kedua, pilot Angkatan Udara akan mengambil alih kendali pengujian dan memvalidasi apakah pesawat tersebut memenuhi persyaratan dari Angkatan Udara Rusia.

Ijin untuk memproduksi massal T-50 tidak harus menunggu sampai hasil akhir dari program pengujian bersama ini selesai, ungkap pihak industri pertahanan Rusia. “Tim penguji dari Angkatan udara bisa mengeluarkan laporan awal yang menyatakan poin utama dari validasi pengujian telah selesai dan produksi dapat dimulai”.

Menurut sumber tersebut, birokrasi Rusia sepertinya kurang mendorong untuk memasuki tahap produksi dari T-50 Pakfa.

Kemungkinan kurang bergairahnya pihak Rusia untuk memproduksi massal T-50 karena mesin dan radar AESA yang belum siap untuk diproduksi dan masih harus disertifikasi terlebih dahulu sebelum nantinya siap dicangkokkan di T-50.

Sampai saat ini T-50 Pakfa masih dilengkapi dengan mesin Saturnus 117 dan radar PESA N035 Irbis, sama dengan yang digunakan pesawat tempur Su-35.

Defenceworld