Panglima TNI : Kerja Sama Militer Tetap Berjalan di Bawah Donald Trump

Dua pesawat F-16 nomor TS-1610 dan TS-1608 kembali ke Lanud Ranai. (Dispenau/Pen Lanud Ranai)
Terkait pergantian kepemimpinan nasional Amerika Serikat dari Barack Obama ke Donald Trump, Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, mengatakan bahwa pihaknya berkeyakinan perubahan itu tidak akan berpengaruh pada kerja sama militer Indonesia dan Amerika Serikat.

“Saya yakin apa yang menjadi kebijakan Presiden Barack Obama akan dilanjutkan. Kerja sama latihan-latihan militer di antara kedua negara tetap berjalan baik,” ujar Jenderal Gatot Nurmantyo, seusai Rapat Pimpinan TNI 2017, di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/1).

Lebih lanjut, terkait pembelian, pelatihan, dan pemeliharaan peralatan perang dari Amerika Serikat, Jenderal Gatot Nurmantyo menyatakan, “Pemeliharaan kan sudah dalam kontrak. Saya yakin tidak akan diputus,” kata dia.

Indonesia dan Amerika Serikat sudah melaksanakan berbagai kerja sama di bidang militer sejak lama. Mulai dari latihan bersama, pertukaran perwira di jenjang-jenjang pendidikan, pembelian peralatan perang dan sistem-sistem pendukung, hingga peningkatan kapasitas SDM masing-masing pihak.

Di antara yang berjalan sejak tahun 2000-an adalah International Military Education and Training, program pelatihan anti teror dan beasiswa kontraterorisme, program pendanaan pembelian peralatan perang, dan lain-lain.

Sejak Orde Baru, TNI Angkatan Udara menjadi pihak yang peralatan perangnya paling banyak bergantung dari Amerika Serikat. Bahkan, AURI menjadi operator perdana C-130 Hercules di belahan selatan Bumi, juga termasuk operator perdana F-16 Fighting Falcon di ASEAN.

Sumber: Antara