Indonesia Minta Bantuan Duterte Temukan 4 Anggota AL yang Hilang

ilustrasi Angkatan Laut Filipina (credit photo :Philippine Navy / Reuters)

Filipina – Seorang mantan gubernur Indonesia telah meminta bantuan kepada Presiden Duterte untuk menemukan dan menyelamatkan empat anggota Angkatan Laut Indonesia yang hilang Desember 2016.

Keempatnya dilaporkan terakhir terlihat mengawal kapten kapal dan dua awaknya dari sebuah kapal nelayan Filipina yang ditangkap oleh Angkatan Laut Indonesia.

Mantan Gubernur Sulawesi Utara S. H. Sarundajang dilaporkan meminta bantuan Duterte untuk menyelamatkan empat anggota Angkatan Laut Indonesia yang hilang saat mereka mengawal kapal boat Nurhana ke pulau Talaud.

Nurhana, kapal nelayan yang diduga dimiliki oleh ayah dari Walikota General Santos City, Ronnel Rivera, ditangkap oleh personil angkatan laut Indonesia karena melanggar masuk ke wilayah perairan Indonesia di wilayah Sulawesi Utara Desember lalu.

21 awak kapal Nurhana dilaporkan ditangkap oleh kapal Angkatan Laut Indonesia dan dibawa ke Bitung, di mana mereka saat ini ditahan.

Kapten kapal nelayan yang diidentifikasi sebagai Hermilito Apura dan dua awaknya yang diidentifikasi sebagai Cleaford Apura dan Entoy Lopez, dikawal oleh anggota Angkatan Laut Indonesia FDA, DM, BR dan RDZ onboard di kapal Nurhana dalam perjalanan ke Pulau Talaud.

Keempat anggota Angkatan Laut Indonesia hilang, sementara Apura dan dua krunya terlihat di General Santos City.

Pejabat Indonesia menginterogsi Apura dan dua awak kapalnya. Apura dilaporkan mengatakan perahu terbakar dan tenggelam bersama dengan empat anggota Angkatan Laut.

Sumber dari Indonesia mengatakan Duterte meyakinkan Sarundajang bahwa ia akan mendalami kasus ini.

Duterte dan Sarundajang berteman yang dimulai pada awal 1990-an ketika Duterte menjadi walikota Kota Davao dan Sarundajang walikota kota pelabuhan Bitung.

3 Warga Indonesia Diculik

Tiga nelayan Indonesia diculik oleh tersangka bandit Abu Sayyaf di laut lepas Tawi-Tawi pada Rabu sore, ujar penjaga pantai dan pejabat militer Filipina, 20/1/2017.

Hal ini terjadi sehari sebelum Abu Sayyaf melepas dua nelayan Filipina pada hari Kamis. Insiden terbaru ini membuat tujuh warga Indonesia menjadi tawanan Abu Sayyaf.

Penculikan para nelayan Indonesia terjadi di sekitar pulau Taganak, di mana pasukan Abu Sayyaf menggunakan kapal speedboat mencegat kapal nelayan beregistrasi Malaysia BN 838 dengan tiga awak Indonesia di dalam kapal.

Pos penjaga di Tawi-Tawi yang telah siaga, segera melakukan pengejaran dan mendapatkan perahu tersebut namun sudah tidak berawak di daerah Bakungan Island. Perahu nelayan itu diderek dan diserahkan kepada stasiun penjaga pantai Taganak Filipina.

Sumber : Philstar.com