Kekuatan TNI AU Disebar Tutup Kekosongan Wilayah

Pilot pesawat tempur Sukhoi SU-30MK2 TNI AU usai mengikuti gladi persiapan latihan tempur Angkasa Yudha di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, (3/10/2016). (ANTARA FOTO/M N Kanwa)

Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto membuka Rapat Pimpinan (Rapim) TNI AU 2017 di Kompleks Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Selasa.

Marsekal TNI Hadi Tjanjanto mengatakan rapim TNI AU ini merupakan tindak lanjut dari rapim TNI yang baru saja dilaksanakan. Dia menambahkan rapat pimpinan TNI AU bertujuan memantapkan persepsi dan interpretasi TNI Angkatan Udara.

“Rapim TNI AU ini bertujuan memantapkan persepsi dan interpretasi TNI AU dalam menghadapi perkembangan lingkungan yang dinamis sesuai dengan visi pemerintah,” kata Hadi.

Menurut dia, ada empat kebijakan yang perlu ditindaklanjuti, antara lain, konsep gelar kekuatan TNI AU dengan mempertimbangkan fleksibellitas pelaksanaan operasi, dapat memberikan efek tangkal sebagai pencegah dan keleluasaan dalam melakukan fungsi penindakan terhadap setiap ancaman.

Selain itu, penataan kekuataan yang dimiliki tidak terpusat di satu wilayah jawasentris, sehingga tidak menyebabkan kekosongan di wilayah Indonesia lainnya.

Kedua, tegakkan hukum di lingkungan TNI AU; ketiga, meningkatkan kualitas SDM; dan keselamatan terbang dan kerja.

Acara Rapim TNI AU yang bertema “TNI AU yang berjiwa Kesatria, Militan dan Loyal, Siap Melaksanakan Tugas Pokok juga dihadiri Wakil KSAU Marsdya TNI Hadiyan Sumintaadmadja dan pejabat TNI AU.

Antara