KSAU Lakukan Pendampingan Pengadaan Alutsista

Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan, akan terjun langsung ke lapangan untuk melakukan pendampingan dalam proses pengadaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista).

“Semua harus terukur sesuai dengan aturan. Oleh karenanya, saya akan melakukan pendampingan, mulai proses perencanaan, proses pengadaan hingga proses penerimaan barang. Sehingga, harapan kita alutsista itu sesuai dengan permintaan dari satuan bawah,” kata KSAU usai membuka Rapim TNI AU 2017 di Mabesau Cilangkap, Jakarta, Selasa.

Pendampingan yang dilakukannya agar proses pengadaan alutsis sesuai dengan aturan yang ada dan tidak terjadi penyelewengan.

Ia menegaskan pihaknya tidak pandang bulu terhadap prajurit yang melakukan pelanggaran. Penegakan hukum harus dilakukan. Oleh karena itu, harus melakukan deteksi dini dan cegah dini.

Menurut dia, TNI AU harus melakukan perencanaan yang transparan hingga dengan pengadaan barang alutsista untuk mengantisipasi tindakan korupsi.

“Kasus korupsi harus segera ditindaklanjuti dan segera diambil tindakan. Kita malu kepada rakyat kenapa kita lakukan itu, kita juga malu kepada sumpah prajurit,” tuturnya.

Dalam Rapim TNI AU, mantan Irjen Kemhan ini mengatakan, ada empat kebijakan yang perlu ditindaklanjuti, antara lain, konsep gelar kekuatan TNI AU dengan mempertimbangkan fleksibellitas pelaksanaan operasi, dapat memberikan efek tangkal sebagai pencegah dan keleluasaan dalam melakukan fungsi penindakan terhadap setiap ancaman.

Selain itu, penataan keuataan yang dimiliki tidak terpusat di satu wilayah jawasentris, sehingga tidak menyebabkan kekosongan di wilayah Indonesia lainnya.

Kedua, tegakkan hukum di lingkungan TNI AU; ketiga, meningkatkan kualitas SDM; dan keselamatan terbang dan kerja.

Acara Rapim TNI AU yang bertema “TNI AU yang berjiwa Kesatria, Militan dan Loyal, Siap Melaksanakan Tugas Pokok juga dihadiri Wakil KSAU Marsdya TNI Hadiyan Sumintaadmadja dan pejabat TNI AU.

Antara