Prajurit Korem 043/Gatam Menerima Pembekalan dan Pengenalan Senjata Api

Bagi Prajurit TNI, Senjata Api (Senpi) adalah istri pertama, karena senjata api penting dalam menunjang kerja TNI. Namun demikian, untuk pengoperasian Senpi, setiap Prajurit TNI harus mendapatkan pengarahan agar tidak salah dalam peruntukan dan penggunaannya.

Berbekal dasar itu, Prajurit Korem 043/Gatam menerima pembekalan dan pengenalan senjata api yang di berikan oleh Pelda Prasetyo R. anggota Denpal Lampung pada kegiatan Minggu Militer yang di gelar pada hari selasa 24 Januari 2017 di lapangan Apel Makorem 043/Gatam.

“Namun tidak semua prajurit boleh menggunakan senpi karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, diantaranya melalui tes psikologi, Security Clearance (SC) dan masih banyak lagi persyaratan yang harus dipenuhi,” kata Pelda Prasetyo di depan Prajurit.

Pengenalan dan bongkar pasang senjata dilaksanakan secara terbuka di depan para Prajurit yang mengikuti kegiatan minggu Militer meliputi bongkar pasang dan penggunaan yang baik senjata SS.I , M 16, FN.46 serta pistol P.I dan FNC senjata terbaru buatan Rusia .

(foto dok tni.id)

Pelda Prasetyo menekankan kembali kepada pengguna Dampak dari perlakuan senjata api ada hukum yang melekat pada diri seseorang yang memegangnya. Jika seorang prajurit yang membawa senjata api, tidak boleh diberikan atau dipinjamkan kepada orang lain, karena bisa menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan seperti kehilangan atau dicuri orang lain dan itu sangat berat sanksinya.

“Selain dapat dihukum 10 tahun, anggota tersebut juga bisa dipecat karena bisa membahayakan orang lain,” papar Pelda Prasetyo.

Koordinator minggu Militer Kapten Inf Suparno, mengharapkan agar masalah Senpi yang akhir-akhir ini banyak disalahgunakan kegunaannya, dapat dibenahi kembali dengan melakukan langkah-langkah pelaksanaan tugas secara profesional dan disiplin waktu.

Sumber : mil.id