Su-35 Terlalu Sedikit, Rusia Lebih Mengandalkan Trio Interceptor Lawas - JakartaGreater

Su-35 Terlalu Sedikit, Rusia Lebih Mengandalkan Trio Interceptor Lawas

Meskipun Angkatan Udara Rusia sudah diperkuat 48 pesawat tempur termodern Su-35 dan 48 Su-30SM, tapi jumlah tersebut masih tidak cukup untuk menutupi langit Rusia yang sangat luas yang membentang dari Eropa hingga ke Asia. Oleh karena itu, tugas melindungi angkasa Rusia masih mengandalkan tiga pesawat tempur spesialis intersep MiG-31, Su-27 dan MiG-29.

Rusia memiliki pesawat pencegat MiG-31 dalam jumlah besar, hampir 252 unit, tetapi hanya 152-190 yang berada dalam kesiapan tempur. MiG-31 yang dikenal sebagai interceptor tercepat di dunia saat ini, dengan kecepatan maksimum mach 2.83 – atau setara dengan 3.000 km / jam, dan radius tempur 1.450 kilometer dengan kecepatan terbang subsonic, atau 720 km dengan kecepatan supersonik mach 2.35.

Versi terbaru, MiG-31BM menerima sistem avionik sangat modern, mampu mendeteksi target udara pada jarak hingga 320 km, dan target pesawat tempur siluman pada jarak 189 km, mampu melacak secara otomatis hingga 24 target (versi lama hanya 10 target) dan menyerang 8 target paling berbahaya dengan rudal secara bersamaan .

Dalam misi pertempuran udara-ke-udara, MiG-31 mampu menghancurkan target strategis (seperti pembom, pesawat tanker dan pesawat AWACS). Persenjataan yang dapat digotong MiG-31 diantaranya empat rudal R-33 ‘Amos’ (jangkauan 304 km, dengan sistem pembimbing radar semi-aktif) atau R-37M (jangkauan 398 km dan kecepatan mach 6).

Selain MiG-31, interceptor andalan Angkatan Udara Rusia lainnya adalah pesawat tempur Su-27 dari berbagai varian. Berjumlah hingga 359 unit, termasuk 225 unit Su-27S, 70 unit Su-27SM, 12 unit Su-27SM3 , dan 52 unit Su-27UB .

Tidak seperti MiG-31 yang dirancang khusus untuk membunuh pesawat tempur bernilai strategis tinggi, interceptor Su-27 mampu mengalahkan semua target udara, termasuk pesawat tempur, pembom tempur, bomber, ataupun pesawat AWACS.

Saat ini Angkatan Udara Rusia sedang berusaha keras untuk meng-upgrade pesawat tempur Su-27S era Uni Soviet menjadi standar Su-27SM atau Su-27 SM3 yang dilengkapi teknologi seperti yang dimiliki Su-35, seperti penggunaan radar PESA Irbis-E.

Dibandingkan dengan MiG-31, meskipun Su-27 sedikit lebih lambat tapi masih cepat sebagai pesawat tempur supersonik berat – kecepatan maksimum hingga Mach 2,35 (setara dengan 2.500 km / jam), radius tempur hingga 1.500km, ketinggian hingga 19.000m, dan kecepatan menanjak ketinggian hingga 300 m / detik.

Su-27 memiliki manuver yang lebih unggul dari MiG-31, juga dilengkapi persenjataan hingga 8 ton, yang terdiri dari 10-12 rudal udara-ke-udara jarak pendek R-73 dan jarak menengah R-27.

Dan terakhir adalah si gaek, interceptor MiG-29 – yang diperkiraan berjumlah 250 unit. Yang sebagian besar adalah MiG-29 varian awal, sedangkan versi modern dari MiG-29SMT tidak banyak, hanya berjumlah sekitar 28 unit.

Meskipun kecepatan dan radius tempur sedikit lebih rendah dari MiG-31 atau Su-27, namun MiG-29 memliki manuver yang sangat kuat dalam duel jarak dekat, bahkan memiliki kecepatan superior untuk kemampuan mendaki ketinggian hingga 330 m / detik.

MiG-29 dapat mengangkut persenjataan hingga 3,5-5 ton (tergantung varian), seperti rudal udara-ke-udara jarak pendek R-27, rudal jarak medium R-73 dan rudal jarak jauh R-77.

Tintuc.Vn

Tinggalkan komentar