Taiwan Ikuti Jejak Korea-Indonesia, Kembangkan Jet Sendiri

ilustrasi : Desain Pesawat Tempur (tonron.com)

Departemen Pertahanan Nasional Taiwan telah mengumumkan bahwa pihaknya berencana mengembangkan generasi baru dari jet tempur buatan sendiri dengan kemampuan siluman sebagai bagian dari kebijakan pemerintah untuk mengembangkan industri pertahanan tanah air.

“Pembangunan pesawat dalam negeri dan kapal telah menjadi kebijakan yang sangat penting dari pelayanan sejak Presiden Tsai Ing-wen bertugas. Kemajuan telah dibuat dalam membangun kapal dalam negeri dan janji lain adalah mengembangkan pesawat tempur generasi baru, ujar “Menteri Pertahanan Nasional Feng Shih-kuan, 23/1/2017, seperti dilansir TaipeiTimes.com

Feng membuat pengumuman dalam pertemuan dengan wartawan, namun tidak memberikan rincian tentang desain atau fungsi dari pesawat baru tersebut.

Menurut laporan, jet tempur baru ini akan menjadi pesawat siluman double-mesin yang dikembangkan dengan teknologi Taiwan.

The National Chung-Shan Institute of Science and Technology dilaporkan telah mengembangkan teknologi mesin berdasarkan model (buatan dalam negeri) yang dipasang di pesawat tempur (IDF).

Angkatan udara Aviation Technology Research Center bertanggung jawab untuk pengembangan jet tempur baru. Pesawat ini sangat penting untuk memperbaiki kemampuan pertahanan udara bangsa dalam 10 sampai 20 tahun ke depan, kata Feng.

Di saat Taiwan masih berusaha mendapatkan jet siluman F-35B V/STOL AS untuk bisa memenuhi kebutuhan pertahanan bangsa karena kerentanan pangkalan udara, Taiwan juga mengembangkan jet tempur sendiri untuk mempertahankan kemampuan pertahanan dan meningkatkan kemungkinan pengadaan alutsista, kata Feng.

Pengembangan jet tempur dalam negeri adalah kunci untuk industri pertahanan bangsa, dimana Aerospace Industrial Development Corp, akan merancang dan membangun pesawat tempur IDF.

Namun, analis senior militer Erich Shih mengatakan bahwa mesin IDF, dengan daya dorong yang tidak memadai, tidak dapat digunakan untuk jet tempur generasi berikutnya.

Sebuah mesin yang mampu untuk jet tempur generasi 5 harus menghasilkan setidaknya daya dorong 24.000 pon, tapi dua mesin IDF hanya bisa memproduksi hingga 18.000 pon dorong, membuat mesin IDF tidak layak untuk jet baru, kata Shih.

Setelah Korea Selatan dan Indonesia dengan proyek jet tempur KFX/IFX, kini Taiwan melangkah untuk membuat pesawat tempur canggih buatan daam negeri.