F-16 Belanda Belum Siap Gantikan Tugas Belgia

Belanda tidak bisa mengambil alih tugas dari Belgia berkaitan dengan operasi udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah pada bulan Juli mendatang. Menurut Menteri Pertahanan Belanda, Jeannie Hennis-Plasschaert, pesawat tempur F-16 Belanda mungkin baru bisa ikut ambil bagian pada awal tahun 2018. Angkatan udara Belanda masih membutuhkan waktu lebih banyak lagi untuk mempersiapkan pesawat tempur dan kru-nya.

F-16 Belanda sebelumnya sudah beroparasi melakukan serangan terhadap ISIS dari bulan Oktober sampai Juni tahun 2016, dengan menggunakan basis Azraq di Yordania.

Enam F-16 dan sekitar seratus staff Belanda sudah digantikan oleh Angkatan Udara Belgia pada Juli lalu, selama satu tahun. Ada sistem yang dikenal sebagai “flip-flop” di mana Angkatan Udara Belanda dan Belgia saling bergantian membantu satu sama lain. Belanda juga telah menyediakan kontingen militer yang berjumlah 30 orang untuk melindungi basis di Yordania.

Belgia telah merencanakan untuk mengakhiri operasi yang dikenal sebagai “Desert Falcon” pada tanggal 1 Juli 2017, sebelumnya Belgia berpartisipasi dalam serangan udara di Irak dan Suriah pada bulan Oktober 2014 dan Juni 2015, dan Belanda yang seharusnya akan menggantikan tugas Belgia.

BrusselTimes